Cara Menghitung Siklus Haid Yang Benar


Siklus Haid Yang Normal – Setiap wanita memiliki siklus menstruasi yang berbeda-beda, ada yang sesuai dengan jadwal namun ada juga yang terlambat.

Rata-rata menstruasi bagi wanita normal sekitar 28 hari dan untuk kematangan sel sempurna adalah 14 hari sebelum hari ke 1 fase perdarahan dalam siklus menstruasi selanjutnya.



Untuk wanita dengan siklus menstruasi tidak sama seperti 30 hari maka ovulasi bisa terjadi di hari ke 16 setelah hari ke 1 vase pendarahan. Contoh misalnya anda mengalami hari pertama dari haid pada 1 Juli dengan siklus 30 hari maka hari haid berikutnya adalah tanggal 31 Juli.

Itu artinya ovulasi bagi wanita tersebut adalah sekitar tanggal 17 atau 14 hari sebelum haid di berikutnya. Setelah dilepaskan ke lokasi pembuahan maka sel telur akan bertahan selama 24-48 jam untuk dibuahi. Jika tidak dibuahi oleh sperma maka sel telur akan mati.

Baca juga: Cara Menghitung Masa Subur

Fase dalam Siklus Menstruasi

Pada siklus menstruasi terdapat empat fase yang dialami oleh wanita. Berikut penjelasan singkat keempat fase tersebut:

  1. Fase folikuler. Fase ini diawali dengan menstruasi dan berakhir sebelum sel telur dilepaskan dari ovarium. Selama waktu tersebut otak mengirimkan sinyal ke tubuh untuk menghasilkan hormon perangsang folikel. Nantinya ovarium menghasilkan sekitar 5-20 folikel yang mengandung sel telur yang belum matang.
  2. Fase ovulasi. Pada wanita ovulasi umumnya terjadi antara hari ke-10 sampai 14 dari siklus menstruasi. Adanya peningkatan estrogen membuat tubuh memproduksi hormon luteinizing yang memicu pelepasan sel telur matang. Telur dilepaskan ke tuba falopi dan akan bertahan sekitar 24 jam. Apabila tidak terjadi pembuahan sel telur akan keluar lewat darah menstruasi.
  3. Fase luteal. Fase ini menandai berakhirnya ovulasi dan akan berlangsung sampai hari pertama berakhirnya menstruasi. Fase ini berlangsung sekitar 12-15 hari. Pada fase tersebut tubuh memproduksi progesteron yang bisa membuat lapisan rahim menebal. Jika kehamilan tidak terjadi, kadar progesteron turun dan membuat lapisan rahim terlepas sekaligus menandakan siklus menstruasi baru.

Cara Menghitung Siklus Menstruasi Wanita

Walaupun begitu estrogen dan progesteron akan tetap dihasilkan sampai 4 hari setelah ovulasi terjadi. Sedangkan akhir hari ke 28 produksi hormon untuk penyokong kehamilan dihentikan karena tidak terjadi proses kehamilan dan akibatnya terjadilah pendarahan menstruasi.

Namun jika sel telur dibuahi oleh sperma maka akan membentuk sel embrio yang akan memproduksi hormon untuk merangsang proses produksi ekstrogen dan progesterone yang bekerja sinergis untuk mengelola kehamilan terus diproduksi.

Dalam pematangan sel telur dengan pematangan para sperma yaitu jumlah sel telur matang yang dihasilkan untuk dibuahi pada tiap siklus wanita hanya satu. Sementara itu untuk pematangan sel pembentuk sperma menjadi permatozoa untuk mencapai sempurna adalah jutaan namun yang berhasil membuahi hanya satu sel saja.

Sampai sekarang yang diketahui memang hanya 1 sel pembentuk ovum saja yang menjalani oogenesis untuk membentuk 1 sel telur yang matang secara sempurna. Tiga sel hasil oogenesis lain merupakan sel yang tidak matang sempurna dan tidak memiliki kemampuan untuk membuahi dan membuat kehamilan.

Untuk setiap sel pembentuk sperma yang mengalami spermatogenesis akan menghasilkan 4 spermatozoa untuk mencapai kematangan sempurna. Tidak hanya itu saja sel pembentuk sperma yang mengalami spermatogenesis jumlahnya mencapai jutaan.

Demikian informasi yang sudah saya sampaikan mengenai cara mudah menghitung siklus menstruasi yang benar dan akurat. Semoga bisa menambah pengetahuan anda terutama yang ingin tahu bagaimana mengetahui masa subur.

Berikut contoh kasusnya :



Leave a Comment