Cara Menghitung Masa Subur Wanita Yang Benar


Menghitung Masa Subur – Bagi wanita yang sudah berkeluarga tentu menginginkan segera memiliki momongan, tapi yang paling penting adalah harus tahu kapan masa subur sehingga bisa lebih cepat untuk memiliki keturunan. Sebenarnya mengetahui masa subur wanita supaya cepat hamil tidak begitu sulit asalkan bisa menghitungnya.

Masa subur merupakan salah satu proses dimana sel telur dilepaskan dari ovarium menuju saluran indung telur. Pembuahan sendiri hanya bisa terjadi setelah ovulasi, jadi pada intinya Anda harus tahu kapan masa subur terjadi.

Perlu diketahui bahwa masa subur juga bergantung pada sirkulasi haid dan tentu setiap wanita tidaklah sama karena ada yang teratur namun ada juga yang terlambat. Nah pada kesempatan kali ini saya akan memberikan informasi mengenai bagaimana cara mengetahui masa subur wanita.

Apa itu Masa Subur?

Bagi seorang wanita, masa subur merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi dimana masa subur merupakan waktu yang paling subur atau yang paling berpeluang untuk terjadinya kehamilan. 

Jika kita membahas masa subur tentu akan berkaitan erat dengan ovulasi. Ovulasi sendiri merupakan proses pelepasan sel telur yang telah matang dari indung telur ke saluran tuba fallopi dan siap dibuahi.

Masa subur pada wanita terjadi setiap bulan, sama halnya dengan menstruasi. Dan rentang waktu masa subur ini terjadi ketika sebelum dan saat dalam masa ovulasi.

Jika pada masa ovulasi dan sel telur yang dilepaskan ini dapat dibuahi sel sperma, maka kehamilan bisa terjadi. Sedangkan jika tidak terjadi proses pembuahan oleh sel sperma, maka sel telur akan mati sehingga wanita mengalami menstruasi.

Setiap wanita memiliki masa subur yang berbeda-beda tergantung dari siklus menstruasinya. Dan begitupun dengan siklus menstruasinya, setiap wanita mempunyai siklus menstruasi yang berbeda-beda juga. Perlu dicatat, siklus menstruasi merupakan jarak yang dihitung dari hari pertama menstruasi sampai hari pertama pada menstruasi berikutnya. Secara normal, siklus menstruasi wanita berlangsung selama sekitar 21-35 hari. Namun siklus menstruasi wanita rata-rata selama 28 hari.

Proses Haid dan Masa Subur

Hari ke-1 siklus haid adalah hari pertama menstruasi. Dimana pada saat itu terjadi proses meluruhnya dinding rahim karena tidak ada pembuahan. Dinding rahim yang luruh ini keluar bersama darah melalui vagina.

Pada saat masa haid berlangsung, sel telur (ovum) akan berkembang kembali di dalam ovarium. Ketika sel telur sudah matang ovarium melepaskan sel telur tersebut dan siap dibuahi kembali. Peristiwa ini disebut sebagai ovulasi. Dalam sebuah penelitian ditemukan bahwa peluang seorang wanita bisa hamil meningkat drastis 7 hari sesudah masa haid.

Kondisi tersebut dapat terjadi apabila seseorang mengalami haid selama 7 hari. Dan 7 hari setelahnya kemungkinan terjadinya kehamilan meningkat tajam karena terjadinya ovulasi. Hanya saja lain cerita jika durasi haid tidak 7 hari.

Meski demikian pada intinya kemungkinan hamil meningkat tajam saat terjadi ovulasi. Sedangkan ovulasi terjadi sekitar 14 hari sebelum siklus menstruasi berikutnya. Sedangkan masa subur wanita umumnya terjadi sejak 3 hari sebelum terjadi ovulasi sampai 3 hari sesudahnya.

Di sisi lain Human Reproduction Journal menjumpai bahwa tingkat probabilitas kehamilan ini tertinggi pada 15 hari dan kembali lagi ke nol pada 25 hari. Dalam penelitian tersebut kemungkinan wanita berada dalam masa subur adalah sebagai berikut:

  • 2 persen pada hari ke-4 dari siklus haid
  • 58 persen pada hari ke-12 dari siklus haid
  • 5 persen pada hari ke 21 dari siklus haid

Sebuah penelitian juga menyebutkan bahwa wanita yang lebih tua maupun wanita dengan siklus haid teratur cenderung bisa hamil lebih awal dalam siklus mereka. Akan tetapi siklus haid sesekali bisa saja berubah dan hal tersebut normal terjadi.

Baca juga: Cara Menghitung HPHT

Waktu Ovulasi

Seperti yang sudah disinggung di atas, ovulasi merupakan salah satu fase dalam siklus menstruasi. Rata-rata masa ovulasi terjadi sekitar 14 hari sebelum hari pertama haid pada siklus berikutnya. Akan tetapi, hal ini tergantung pada siklus haid masing-masing wanita. Jika siklus haid pendek, maka ovulasi bisa terjadi lebih cepat, misalnya beberapa hari setelah masa haid berakhir.

Menurut paparan dari Fertility Colaitation, wanita berpotensi besar mengalami hamil beberapa hari sesudah masa haidnya selesai. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hal tersebut, seperti sel telur dan sel sperma hanya hidup di waktu yang relatif singkat. Berikut penjelasan selengkapnya: 

  1. Sperma hanya dapat bertahan hidup selama kurang lebih 3 hari.
  2. Setelah berhasil dilepaskan dari ovarium, sel telur hanya dapat dibuahi selama sekitar 24 jam (satu hari).
  3. Agar pembuahan berhasil dan segera tercipta embrio, maka sel telur dan sperma harus  segera bersatu di waktu yang tepat.

Bagi Anda yang merencanakan kehamilan, sangat disarankan untuk berhubungan pada masa subur atau bisa dimulai sejak 3 hari sebelum ovulasi hingga 3 hari setelah ovulasi. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk menghitung masa subur dan memperkirakan waktu ovulasinya.

Menghitung Masa Subur dengan Siklus Haid Teratur (Puncak Masa Subur)

Apabila anda adalah wanita yang siklus haidnya teratur yaitu 28 hari maka cukup mengurangi hari pertama haid yang berikutnya dengan 14 hari dan sudah bisa anda dapatkan masa suburnya.

Sebagai contoh misalnya saja hari pertama anda haid adalah tanggal 3 Mei. Berikutnya tambahkan dengan 28 dan itu adalah hari pertama haid anda selanjutnya.

Contoh 3 + 28 = 31.

Itu artinya hari pertama haid anda berikutnya adalah tanggal 31 bulan Mei tersebut.

Untuk mengetahui masa subur cukup kurangi saja 31 dengan 14 dan ketemulah masa subur anda. 31 – 14 = 17 sehingga didapatlah hari di mana anda berada dalam keadaan subur yakni tanggal 17 bulan Mei.

Gambar masa subur

Pada tanggal 17 tersebut adalah puncak masa subur karena pada waktu itulah anda berada dalam keadaan yang paling subur. Sedangkan pada 3 hari sebelum dan sesudah puncak masa subur tersebut adalah masa subur biasa.

Dengan demikian masa subur anda dalam seminggu adalah 14, 15, 16, 17, 18, 19 dan 20. Khusus untuk tanggal 17 adalah puncak masa subur.

Menghitung Masa Subur dengan Siklus Haid Tidak Teratur

Sementara itu untuk menghitung masa subur bagi wanita yang siklus haid tidak teratur sedikit susah karena harus tahu siklus haid selama 6 bulan terakhir. Kemudian tinggal kurangi siklus haid terpendeknya dengan 18 dan hasilnya yaitu hari pertama masa suburnya dan kemudian kurangi siklus haid terpanjangnya dengan 11 dan hasilnya adalah hari terakhir masa suburnya.

Sebagai contoh misalnya selama 6 bulan terakhir berturut-turut yaitu 27, 31, 28, 29, 30 dan 26. dalam siklus haid selama 6 bulan terakhir tersebut maka masa subur anda adalah :

Hari pertama masa subur anda: 26 – 18 = 8
Hari terakhir masa subur anda: 31 – 11 = 20

Itu artinya masa subur anda adalah pada tanggal hari ke-8 dihitung dari hari pertama anda haid sampai dengan hari ke-20. Dengan begitu apabila anda haid pada tanggal 3 Maret, maka hari pertama masa subur anda adalah pada tanggal: 3 + 8 = 11 dan hari terakhir masa subur anda adalah tanggal: 3 + 20 = 23.


Demikian informasi yang sudah saya sampaikan mengenai cara menghitung masa subur wanita baik bagi yang siklus haid teratur dan tidak teratur.

Menentukan Masa Subur dengan Test Pack Kesuburan

Anda juga bisa mengetahui masa subur bagi wanita dengan siklus haid tidak teratur menggunakan test pack.

Keakuratan dalam cara ini bisa mencapai 95 persen dibandingkan cara sebelumnya. Cara menggunakannya cukup mudah anda tinggal mencelupkan alat test pack ini ke dalam air seni anda dan tunggu sekitar 5 menit.

Jika hasilnya positif (+) itu artinya anda sedang berada dalam keadaan subur, namun jika negatif (–) artinya anda belum berada dalam masa subur.

Langkah Menghitung Masa Subur dengan Kalender

Jika ingin menghitung masa subur, kita bisa melakukannya dengan menggunakan kalender. Menurut Beacon Health System, ada dua sistem perhitungan dengan kalender yang bisa digunakan, yakni metode kalender tradisional dan metode hari standar. Berikut penjelasan selengkapnya yang dapat Anda pelajari.

Metode Kalender Tradisional

Pada metode ini ada beberapa langkah yang perlu dilakukan. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

  1. Catat durasi menstruasi Anda sekitar 6-12 siklus. Tulis jumlah hari setiap siklus menstruasi pada kalender, terhitung dari hari pertama haid sampai hari pertama haid selanjutnya.
  2. Berikutnya cari panjang siklus menstruasi terpendek. Lalu kurangi 18 dari jumlah hari dalam siklus haid terpendek tersebut. Angka tersebut mewakili hari subur pertama dari siklus Anda. Contohnya jika siklus haid terpendek adalah 25 hari, maka dikurangi 18 sehingga diperoleh hasil 7. Pada contoh tersebut hari pertama siklus adalah hari pertama pendarahan menstruasi. Sementara hari ketujuh siklus merupakan hari subur pertama.
  3. Cari panjang siklus menstruasi terpanjang, lalu kurangi 11. Angka ini merupakan hari subur terakhir dari siklus Anda. Contohnya jika siklus terpanjang mencapai 30 hari, kita kurangi 11 sehingga diperoleh hasil 19. Artinya hari ke-21 pada siklus merupakan hari subur terakhir.
  4. Perhatikan hubungan badan saat memasuki masa subur. Jika belum berencana hamil, maka hindari untuk berhubungan suami istri selama masa subur tanpa memakai kondom. Sedangkan jika ingin segera hamil, maka lakukan hubungan seks secara teratur di masa subur.
  5. Jangan lupa perbarui perhitungan siklus Anda setiap bulan. Sehingga Anda mengetahui hari subur Anda dengan akurat.

Perlu diketahui bahwa waktu ovulasi sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor lain. Seperti  konsumsi obat tertentu, penyakit, stres, dan lain-lain. Hal ini bisa membuat perhitungan di atas tidak akurat, terlebih jika siklus haid tidak teratur. Idealnya kita perlu mencatat siklus menstruasi paling sedikit enam bulan untuk memperoleh perhitungan masa subur dan ovulasi yang akurat.

Metode Hari Standar

Metode ini merupakan pendekatan yang lebih modern dari metode pertama. Pencatatan dengan metode hari standar akan memberikan hasil yang baik jika siklus haid berada di antara 26 dan 32 hari. Langkah menghitung masa subur dengan metode hari standar adalah sebagai berikut:

  1. Hitung hari dalam siklus menstruasi yang diawali dari hari pertama menstruasi sebagai hari 1. Kemudian hitung setiap hari dari siklus pertama hingga siklus selanjutnya 
  2. Memasuki hari 1-7 merupakan masa tidak subur. Sehingga Anda bisa melakukan hubungan intim dengan pasangan tanpa kondom meskipun belum berencana untuk hamil.
  3. Pada hari ke 18-19 merupakan masa subur. Sehingga pada masa tersebut hindari berhubungan seks untuk menghindari kehamilan. Jika ingin segera hamil, hari-hari ini menjadi waktu yang tepat.
  4. Masuk hari ke-20 sampai akhir siklus Anda masuk masa tidak subur dan bisa melakukan hubungan seks tanpa memakai kondom.
  5. Setelah mengalami haid pada siklus selanjutnya, lakukan perhitungan pada hari pertama.

Cara Menghitung Masa Subur Setelah Keguguran

Apabila Anda mengalami keguguran dan ingin hamil lagi, maka Anda perlu memahami bagaimana masa subur pasca keguguran. Sebab keguguran dapat mempengaruhi siklus haid.

Setelah keguguran siklus haid bisa jadi lebih panjang atau lebih pendek. Biasanya seseorang yang mengalami keguguran akan kembali menstruasi setelah 4-8 minggu. Hanya saja butuh waktu hingga beberapa bulan agar siklus menstruasi kembali normal.

Di sisi lain,  ovulasi setelah keguguran bisa terjadi 2 minggu sebelum hari pertama menstruasi. Dengan kata lain, jika seseorang menstruasi pada 4 minggu sesudah keguguran, maka ovulasi kemungkinan terjadi 2 minggu sesudah mengalami keguguran. Dan di saat tersebut dapat melakukan hubungan seks untuk hamil kembali.

Ada beberapa cara untuk mengetahui masa subur setelah mengalami keguguran. Silakan simak poin-poin berikut ini.

Membuat Kalender Menstruasi

Untuk langkah ini sama saja dengan metode yang sudah dijelaskan di atas. Jika memakai kalender untuk menghitung masa subur, maka Anda perlu mencatat hari pertama dan terakhir menstruasi untuk mengetahui siklus menstruasi.

Akan tetapi lakukan perhitungan tersebut jika pendarahan maupun gejala lain yang berhubungan dengan keguguran sudah selesai. Umumnya dokter menyarankan pasien untuk tidak melakukan hubungan seksual jika pendarahan setelah keguguran masih terjadi.

Perubahan pada Tubuh

Kita bisa mengetahui masa subur dengan mengamati perubahan pada tubuh. Berikut tanda terjadinya proses ovulasi:

  • Terdapat banyak lendir pada vagina
  • Suhu tubuh meningkat
  • Payudara terasa nyeri
  • Adanya kram ringan atau nyeri di salah satu sisi panggul 

Konsultasi dengan Dokter

Setelah mengalami keguguran tubuh mungkin butuh waktu beberapa saat untuk kembali pulih. Sehingga kemungkinan untuk hamil kembali sangat terbuka lebar. Maka dari itu penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui bagaimana kondisi kesehatan pasca keguguran.

Dokter juga dapat membantu pasien untuk menghitung masa subur setelah keguguran. Mengingat ada kemungkinan terjadinya siklus menstruasi dan masa subur yang berbeda setiap wanita.

Ciri-ciri Masa Subur

Normalnya wanita dengan usia produktif memiliki siklus haid sekitar 28-32 hari dan masa subur sekitar 12-16 hari sebelum masa haid berikutnya tiba.

Masa subur setiap wanita berbeda-beda hal itu dikarenakan siklus haidnya pun juga bisa berbeda. Ada yang masa suburnya sama ditanggal yang sudah diperkirakan, namun ada pula yang mengalami perubahan setiap bulannya. Dan tentu saja banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut.

Adapun ciri-ciri bahwa Anda sedang mengalami masa subur, meskipun tidak semua wanita merasakan dan menyadarinya, namun Anda dapat memperhatikan beberapa tanda dibawah ini:

Perubahan suhu basal tubuh

Ketika bangun tidur, cobalah untuk mengukur suhu tubuh Anda. Karena suhu basal tubuh adalah suhu saat tubuh istirahat atau suhu yang paling rendah dalam satu hari tersebut. 

Secara umum, pada awal siklus menstruasi berlangsung suhu basal tubuh Anda akan cenderung konsisten. Namun, suhu tubuh Anda mungkin akan sedikit menurun saat mendekati masa subur atau ovulasi, kemudian akan meningkat kembali saat ovulasi berlangsung. Perubahan tersebut terjadi dikarenakan adanya peningkatan hormon estrogen saat ovulasi.

Jika diukur, suhu tubuh basal sebelum ovulasi sekitar 36,1-36,4°C, sedangkan suhu basal tubuh pada saat ovulasi sekitar 36,4-37°C.

Perubahan cairan serviks

Saat mendekati masa ovulasi, tubuh akan memproduksi lebih banyak hormon estrogen, yang mempengaruhi tekstur cairan atau lendir serviks.

Tekstur atau kekentalan cairan serviks pada wanita bisa juga berbeda-beda. Akan tetapi jika cairan serviks lebih lengket dan berwarna bening keputihan layaknya putih telur, itu bisa menandakan bahwa Anda sedang dalam masa subur.

Saat ovulasi berlangsung, produksi cairan serviks akan lebih banyak dari biasanya. Bertambah banyaknya cairan serviks ini akan memudahkan sel sperma untuk masuk menuju rahim.

Perubahan pada serviks

Area serviks sendiri juga mengalami banyak perubahan ketika masa subur berlangsung. Serviks akan terasa lebih lembut, basah, dan cenderung terbuka. Untuk memastikan hal tersebut, anda bisa merasakannya dengan cara memasukkan jari telunjuk yang bersih dan steril ke dalam vagina untuk memeriksa serviks tersebut.

Nyeri Ovulasi 

Bagi sebagian wanita, ada yang justru mengalami nyeri saat berlangsungnya ovulasi pada tubuh. Meskipun begitu, gangguan tersebut tidak sampai pada rasa sakit yang parah, hanya terasa tajam dan sedikit kram. Durasi rasa sakit tersebut bisa terjadi sebelum, selama, dan setelah masa subur Anda berlangsung.

Nyeri Payudara

Gejala fisik yang Anda rasakan selanjutnya adalah nyeri pada payudara, dan ada juga yang mengalami sedikit pembengkakan. Nyeri tersebut merupakan efek samping dari perubahan hormon dalam tubuh yang terjadi sebelum dan sesudah masa ovulasi.

Peningkatan Libido

Libido atau hasrat seksual seorang wanita cenderung mengalami peningkatan saat sedang dalam masa ovulasi. Meskipun demikian, peningkatan hasrat seksual bukan satu-satunya yang bisa dijadikan ukuran. Bisa saja pada saat itu, suasana hati Anda sedang ceria dan lain sebagainya.

Perubahan pada Air Liur

Selama siklus haid wanita, produksi hormon estrogen mengalami peningkatan besar. Dalam kondisi tersebut air liur wanita dipercaya juga dapat berubah sesuai dengan jumlah hormon estrogen yang diproduksi tubuh, terlebih saat masa ovulasi. Jika diamati Anda akan akan mengetahui adanya sedikit kenaikan beberapa hari sebelum masa ovulasi tiba.

Cara Mengetahui Siklus Haid Normal

Perbedaan siklus haid setiap wanita terkadang bisa menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Apakah siklus haid kita tergolong normal atau tidak? Terlebih jika berencana untuk hamil. Oleh sebab itu kita perlu mengetahui di antaranya: 

  1. Durasi Haid / Menstruasi. Kita bisa mencermati durasi haid, apakah lebih panjang atau justru lebih pendek dari biasanya. Menurut The International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO), durasi menstruasi dikatakan normal jika kurang dari atau sama dengan 8 hari.
  2. Aliran Menstruasi. Aliran menstruasi juga bisa menjadi tanda siklus haid yang normal. Caranya dengan mengamati seberapa sering Anda harus mengganti pembalut, serta pernah atau tidaknya mengalami pembekuan darah sebelumnya.
  3. Pendarahan Tidak Normal. Pendarahan tidak normal artinya pendarahan yang terjadi di luar siklus menstruasi. Atau keluarnya darah dari vagina tidak pada siklus menstruasi.
  4. Rasa Sakit. Anda juga perlu memperhatikan rasa sakit atau nyeri saat haid. Apakah rasa sakit atau nyeri yang Anda rasakan lebih buruk dari biasanya?
  5. Perubahan Lainnya. Ketika diamati, Adakah perubahan suasana hati dan perilaku yang pernah Anda alami? Apakah perubahan tersebut merupakan sesuatu yang baru atau memang normal terjadi? 

Jika dari pengamatan Anda ada yang tidak beres dan Anda merasa siklus haid tidak normal, jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan fisik ke dokter. Misalnya seperti durasi menstruasi yang lebih lama atau sebaliknya, aliran menstruasi yang tidak seperti biasanya, rasa sakit berlebih, dan lain-lain. Sehingga Anda dapat mengetahui penyebab dari permasalahan tersebut bisa segera ditangani jika memang membutuhkan perawatan tertentu.

Baca juga: Cara Menghitung Usia Kehamilan

Sekian yang bisa kami sampaikan mengenai cara menghitung masa subur wanita. Di samping melakukan perhitungan siklus haid, jangan lupa untuk menjaga pola makan yang sehat, dan rutin berolahraga.

Jika Anda merasa ada yang tidak beres dengan tubuh Anda, khususnya yang berkaitan dengan siklus menstruasi jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter sehingga Anda segera mendapatkan perawatan yang dibutuhkan.



Leave a Comment