Penyakit Pada Sistem Saraf Manusia


Sistem Saraf Manusia – Dalam tubuh manusia, sistem saraf merupakan jaringan yang kompleks dan memiliki peran penting dalam mengatur kegiatan di tubuh. Secara umum, fungsi sistem saraf menjadikan tubuh manusia dapat berpikir, melihat, bergerak, hingga mengatur kerja organ tubuh. Fungsi yang paling utama adalah untuk menerima, mengolah dan menyampaikan rangsangan dari seluruh organ. Fungsi ini akan berjalan dengan baik jika ada koordinasi antara fungsi sensorik, fungsi pengatur, dan fungsi motorik.



Sistem saraf sendiri dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu sistem saraf pusat dan tepi. Keduanya akan bekerja sama untuk mengendalikan seluruh aktivitas dalam tubuh, baik disadari maupun tidak disadari. Dengan fungsi sistem saraf yang normal, dipastikan bahwa kinerja dari sel-selnya tidak mendapati gangguan. Gangguan yang terjadi pada tubuh tentunya akan menganggu beberapa aktivitas manusia dan bahkan menyebabkan tubuh tidak dapat bergerak normal.

Baca juga: Cara Menghitung Denyut Nadi Normal Yang Benar

Baca juga: Zat Makanan yang Berfungsi Sebagai Sumber Energi 

Baca juga: Cara Menghitung Masa Subur Wanita Yang Benar

Pada kesempatan kali ini akan dipaparkan beberapa penyakit yang dapat menyerang pada sistem saraf. Berikut pembahasannya.



Pengertian Sistem Saraf

Sistem saraf adalah sistem kompleks yang berperan dalam mengatur dan mengoordinasikan seluruh aktivitas tubuh. Sistem ini memungkinkan Anda untuk melakukan berbagai kegiatan, seperti berjalan, berbicara, menelan, bernapas, serta semua aktivitas mental, termasuk berpikir, belajar, dan mengingat. Ini juga membantu Anda mengontrol bagaimana tubuh bereaksi dalam keadaan darurat.

Pada sistem saraf juga bisa mengalami gangguan meliputi otak dan sumsum tulang belakang (sistem saraf pusat), kemudian juga saraf yang menghubungkan sistem saraf pusat dengan seluruh organ tubuh (sistem saraf perifier).

Ada banyak faktor yang menyebabkan gangguan pada sistem saraf, mulai dari infeksi, trauma, tumor, gangguan autoimun hingga kelainan darah. Apabila seseorang mengalami gangguan sistem saraf biasanya penderita akan kesulitan untuk bergerak, berfikir, berbicara, bahkan ada beberapa kasus yang dapat menyebabkan hilang ingatan.

Gangguan pada sistem saraf

Sistem saraf umumnya dapat bekerja dengan normal sehingga membuat tubuh manusia dapat melakukan berbagai aktivitas. Namun, apabila sistem saraf terganggu tentunya akan mengganggu beberapa fungsi vitalnya. Berikut beberapa penyakit yang dapat menyerang sistem saraf.



1. Alzheimer

Penyakit Alzheimer merupakan penyakit yang terjadi akibat sel-sel otak dan neurotransmiter terjadi karena pengendapan protein amiloid dan protein tau di dalam otak. Penyakit ini memengaruhi fungsi otak, memengaruhi ingatan, dan cara berperilaku seseorang.

2. Parkinson

Penyakit Parkinson adalah penyakit yang terjadi ketika sel-sel saraf tidak menghasilkan cukup dopamin, yaitu bahan kimia yang sangat penting untuk kelancaran kontrol otot dan gerakan.

3. Multiple sclerosis

Penyakit ini dapat dikatakan sebagai penyakit kronis yang memengaruhi saraf pusat. Kondisi ini ditandai dengan adanya kerusakan pada selubung pelindung (mielin) yang mengelilingi serabut saraf di otak dan sumsum tulang belakang.

4. Bell’s palsy

Penyakit Bell’s palsy ditandai dengan kondisi lemah atau lumpuh tiba-tiba pada satu sisi wajah. Penyakit ini disebabkan karena adanya saraf di wajah Anda yang meradang. Biasanya kondisi ini hanya sementara dan bisa pulih dalam jangka waktu tertentu.

5. Epilepsi

Penyakit epilepsi merupakan penyakit yang ditandai dengan kejang yang berulang atau kambuhan. Kondisi ini dapat terjadi karena adanya gangguan aktivitas listrik di otak.



6. Meningitis

Penyakit meningitis menjadi salah satu penyakit yang terjadi karena saraf terinfeksi. Saraf yang terinfeksi menyebabkan selaput di sekitar otak dan sumsum tulang belakang (meninges) mengalami radang. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh virus atau bakteri.

7. Ensefalitis

Penyakit ini adalah salah satu penyakit yang terjadi karena infeksi. Ensefalitis ditandai dengan munculnya peradangan pada jaringan otak. Sama seperti meningitis, penyakit ini juga disebabkan oleh infeksi virus.

8. Tumor otak

Tumor otak biasanya berupa gumpalan sel abnormal yang tumbuh di otak. Gumpalan ini bisa jinak, tetapi bisa juga ganas atau kanker otak. Kondisi ini bisa merusak otak sehingga tidak dapat menjalankan fungsi normalnya.

9. Cedera otak dan tulang belakang

Cedera otak berkaitan dengan hal-hal yang terjadi pada otak. Cedera pada otak mungkin terjadi akibat cedera traumatik dan nontraumatik. Sementara itu, cedera tulang belakang juga dapat terjadi dan mengganggu fungsi saraf. Kerusakan pada sumsum tulang belakang hingga menyebabkan hilangnya fungsi, perasaan, dan mobilitas tubuh. Cedera ini paling sering disebabkan oleh trauma.



Leave a Comment