Ketuk (X) Untuk Menutup

Selamat Datang

Di CARAHARIAN

×

Cara Menghitung Siklus Haid Yang Benar


Bagi Anda yang cenderung memiliki siklus haid yang tidak teratur dianjurkan untuk mencatat siklusnya minimal enam bulan berturut-turut lalu bagi rata-ratanya. Maka, hasil perhitungan yang Anda dapatkan itu bisa menjadi patokan siklus haid Anda.

Tipe Haid Tidak Teratur

Haid atau menstruasi dikatakan tidak lancar jika siklus haid terjadi kurang dari 21 hari atau justru lebih dari 35 hari. Selain itu durasi menstruasi yang berubah-ubah setiap bulannya juga bisa disebut tidak lancar atau teratur. Tak terkecuali volume darah yang tidak sama, kadang sedikit atau justru sebaliknya.



Sebenarnya siklus haid yang tidak teratur bisa dikatakan normal saat dialami oleh wanita yang baru saja memasuki masa pubertas. Sebab hal tersebut bisa terjadi lantaran hormon yang belum seimbang. Hanya saja siklus menstruasi yang tidak teratur setelah tahun pertama berlalu bisa disebut tidak normal.

Jika ditelusuri lebih jauh ada beberapa tipe haid yang tidak teratur, antara lain:

  1. Polymenorrhea, adalah siklus menstruasi yang berlangsung kurang dari 21 hari.
  2. Oligomenorea, merupakan siklus menstruasi yang menjadi lebih panjang atau tidak terjadi menstruasi selama lebih dari 35 hari, namun tak sampai 90 hari.
  3. Amenorrhea, merupakan kondisi tubuh seseorang yang tidak mengalami menstruasi dalam kurun waktu 3 bulan berturut-turut.
  4. Dismenore, adalah kram perut atau rasa nyeri hebat yang terjadi ketika menstruasi.
  5. Pendarahan uterus yang tidak normal, merupakan kondisi di mana seseorang mengalami pendarahan menstruasi yang banyak, dengan durasi haid lebih dari 7 hari, atau muncul pendarahan dan bercak di antara dua periode menstruasi.

7 Penyebab Haid Tidak Lancar

Di atas sudah disinggung ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang mengalami siklus menstruasi yang tidak lancar. Berikut kami jelaskan beberapa penyebab yang membuat haid tidak lancar.

  1. Menopause. Saat seorang wanita akan mengalami menopause umumnya menstruasi menjadi tidak lancar. Hal tersebut dikarenakan produksi hormon progesteron dan hormon estrogen dalam tubuh yang tidak teratur.
  2. Kehamilan. Salah satu tanda kehamilan adalah tidak terjadinya haid pada wanita. Akan tetapi untuk memastikan hal tersebut perlu dilakukan pemeriksaan ke dokter agar dilakukan tes kehamilan atau USG. Selain itu juga bisa menggunakan alat bantu test pack kehamilan.
  3. Pola hidup. Pola hidup tertentu juga bisa mempengaruhi siklus menstruasi. Orang dengan berat badan berlebih, orang yang melakukan diet ekstrim, orang yang berolahraga berlebihan, maupun yang sedang mengalami stres bisa mengganggu siklus haid. Sebab hal-hal tersebut bisa menyebabkan hipogonadisme atau berkurangnya hormon reproduksi yang berperan untuk mengatur siklus menstruasi.
  4. Alat kontrasepsi. Alat kontrasepsi turut menjadi penyebab haid yang tidak teratur. Pemakaian IUD (spiral) atau pil KB bisa membuat siklus haid mengalami perubahan. Alat kontrasepsi IUD bisa menyebabkan darah yang keluar lebih banyak dari biasanya atau muncul nyeri perut ketika sedang haid.
  5. Sindrom ovarium polikistik (PCOS). Sindrom PCOS adalah kelainan hormonal yang dapat terjadi pada wanita. Biasanya gejalanya adalah periode menstruasi yang sangat jarang atau justru sebaliknya. Hal tersebut terjadi karena proses pelepasan sel telur yang membuat penderita tidak mengalami menstruasi atau mengalami menstruasi namun darah yang keluar hanya sedikit.
  6. Masalah pada tiroid. Kelenjar tiroid bertugas untuk memproduksi hormon yang mengatur metabolisme tubuh. Apabila kelenjar ini bermasalah maka periode haid juga akan terganggu. Maka dari itu perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, seperti tes darah untuk melihat kadar hormon tiroid dalam darah.
  7. Masalah lainnya. Selain yang disebutkan di atas, haid yang tidak teratur juga bisa disebabkan oleh gangguan makan, kadar prolaktin dalam darah yang tinggi, diabetes yang tidak terkontrol, hingga konsumsi obat-obatan tertentu.

Orang yang mengalami siklus haid yang tidak teratur tetap bisa hamil. Untuk mendapatkan saran yang tepat silakan konsultasi dengan dokter.

10 Kiat Melancarkan Haid yang Tidak Teratur

Ada beberapa tips yang dapat dilakukan supaya haid menjadi lancar. Metodenya beragam, ada yang alami, hingga dengan resep dokter. Jadi tinggal pilih mana yang paling sesuai dengan keinginan. Berikut beberapa tips tersebut.

  1. Istirahat cukup. Anda yang beraktivitas cukup sibuk setiap hari pasti mengalami masalah istirahat yang kurang. Sadar atau tidak permasalahan tersebut bisa merembet ke mana saja, termasuk siklus haid yang terganggu. Maka dari itu istirahat yang cukup selama 7-8 jam. Buat suasana tidur senyaman mungkin untuk memudahkan Anda beristirahat. Atau juga bisa mandi air hangat sebelum tidur untuk membuat tubuh dan pikiran lebih rileks.
  2. Meditasi. Meditasi tidak hanya mengurangi stres namun juga bisa melancarkan haid. Caranya duduk dengan posisi tegak dan tangan rileks di atas paha, lalu ambil napas lewat hidung dan hembuskan perlahan melalui mulut. Lakukan di tempat yang tenang dan biasakan bermeditasi di pagi atau malam hari.
  3. Yoga. Selain meditasi Anda juga bisa mencoba yoga selama 35-40 menit dalam 5 hari seminggu, selama 6 bulan. Anda bisa mencari referensi di internet, melihat video dari instruktur yoga, atau datang ke kelas yoga.
  4. Menjaga berat badan. Berat badan yang terlalu rendah ataupun tinggi bisa mempengaruhi siklus haid. Untuk itu penting bagi Anda menjaga berat badan supaya tetap ideal. Caranya dengan makan sehat maupun rutin berolahraga. Anda juga bisa berkonsultasi ke dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan masukan.
  5. Memeriksa organ reproduksi. Jika mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur maka tidak ada salahnya untuk memeriksa organ reproduksi. Pemeriksaan ini bisa dilakukan secara rutin sehingga Anda bisa mengetahui lebih dini jika terdapat masalah pada organ reproduksi.
  6. Melakukan konseling. Stres yang dialami seorang wanita bisa membuat siklus haid berubah-ubah. Terlebih jika stres tersebut berlebihan hingga menyebabkan penurunan berat badan drastis. Maka dari itu penting untuk melakukan konseling sehingga bisa mendapatkan penanganan yang tepat.
  7. Mengganti alat kontrasepsi. Sudah diketahui bahwa alat kontrasepsi turut mempengaruhi siklus menstruasi. Jika Anda mengalami hal tersebut saat memakai alat kontrasepsi, coba ganti ke alat KB yang sesuai dan minim efek samping. Silakan berkonsultasi ke dokter jika masih ragu.
  8. Terapi hormon. Jika haid tidak teratur karena hormon yang tidak seimbang, maka salah satu solusinya adalah dengan terapi hormonal. Caranya dengan memberikan obat yang mengandung hormon estrogen dan progesteron dalam dosis tertentu. Hanya saja obat-obatan tersebut mempunyai beberapa efek samping. Seperti sakit kepala, nyeri payudara, mual, dan lain-lain.
  9. Konsumsi vitamin D. Mungkin belum banyak yang tahu bahwa vitamin D dapat membantu mengatur ovulasi sehingga menjadi teratur. Vitamin D dapat kita peroleh dari cahaya matahari pagi. Atau dengan mengonsumsi salmon, tuna, sereal yang diperkaya, dan produk susu.
  10. Mengobati penyakit tertentu. Siklus haid yang tidak teratur bisa disebabkan oleh penyakit tertentu. Sehingga untuk mengatasinya bisa diupayakan dengan mengobati penyakit tersebut. Biasanya dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan dan tes untuk mengetahui apa penyebab haid yang tidak teratur.

Waktu Haid Pertama Setelah Melahirkan

Bagi kebanyakan Ibu yang baru melahirkan pasti bertanya-tanya kapan mengalami menstruasi atau haid lagi setelah masa nifas atau beberapa bulan setelah melahirkan. Hal tersebut bisa berbeda-beda antar ibu, baik yang melahirkan secara normal maupun operasi caesar. Ada yang setelah tiga bulan, enam bulan, lebih cepat atau malah lebih lambat sampai si kecil lulus ASI.

Ada banyak faktor yang menentukan kapan ibu akan menstruasi kembali pasca melahirkan, misalnya kondisi tubuh ibu sendiri, ketidakseimbangan hormon dan bagaimana ibu menyusui bayinya.

Jika Anda menyusui bayi Anda dengan ASI eksklusif, haid pertama Anda mungkin akan datang dalam jangka waktu yang agak lama yakni sekitar 6-8 bulan setelah melahirkan atau bisa lebih dari itu. Mengapa demikian?

Hal ini disebabkan oleh perubahan hormon dalam tubuh ibu. Ketika menyusui, ibu membutuhkan hormon-hormon seperti hormon prolaktin untuk meningkatkan jumlah produksi ASI. Perubahan hormon ini tentu akan mempengaruhi produksi hormon estrogen, hormon yang berkaitan dengan reproduksi, sehingga menghambat terjadinya menstruasi pada ibu menyusui.

Namun berbeda bila ibu memberikan selingan ASI dengan susu formula untuk bayinya,  mungkin menstruasi pertama bisa datang lebih cepat  sekitar 5-12 minggu pasca melahirkan.

Pada intinya Anda yang menyusui secara eksklusif atau tidak, serta seberapa sering Anda menyusui bayi Anda bisa menentukan seberapa cepat Anda menstruasi lagi setelah melahirkan. Sementara berapa lama waktu menstruasi berlangsung pasca melahirkan tidak bisa diprediksi dan berbeda-beda dari masing-masing ibu.

Selama masa ini, ibu juga bisa melakukan recovery atau pemulihan pasca melahirkan normal maupun pasca operasi caesar, seperti perawatan luka persalinan, perawatan payudara, olahraga ringan, dan lain-lain.

Alasan Ibu Menyusui Telat Haid

Pasca melahirkan, tubuh ibu telah dilengkapi dengan nutrisi alami yang dibutuhkan untuk menyusui. ASI dianggap sebagai nutrisi yang paling penting dan sehat untuk bayi baru lahir. Meski tampaknya ASI keluar secara alami setelah bayi lahir, namun ternyata ada hormon yang berperan di sini. Hormon yang menyokong tubuh ibu selama kehamilan juga bekerja pada saat ibu menyusui adalah hormon prolaktin.