Arah Gaya Lorentz, Rumus dan Contoh Soal


Arah Gaya Lorentz dan Contoh Soal – Gaya lorentz dapat dimaknai sebagai gabungan antara gaya elektrik dan gaya magnetik pada suatu medan elektromagnetik. Gaya Lorentz ditimbulkan karena adanya muatan listrik yang bergerak atau karena adanya arus listrik dalam suatu medan magnet. Arah dari gaya Lorentz selalu tegak lurus dengan arah kuat arus listrik (I) dan induksi magnetik yang ada (B).

Gaya Lorentz umumnya dihasilkan oleh suatu muatan listrik yang dapat bergerak jika sebuah arus listrik berada di dalam medan magnet B. Kedudukan Gaya Lorentz sendiri juga menyesuaikan dengan tempatnya menjalarkan muatan listrik. Ada gaya Lorentz pada kawat berarus dan juga ada gaya Lorentz pada kawat sejajar.



Pada kesempatan kali ini, kalian akan mempelajari mengenai gaya Lorentz. Berikut pembahasannya.

Jenis Gaya Lorentz

Penemu Gaya Lorentz Setelah mempelajari rumus dasar mengenai dua aliran listrik dari Gaya Lorentz berikutnya adalah penjelasan mengenai penemu dari Gaya Lorentz. Sosok yang berjasa atas penemuan dan pengembangan Gaya Lorentz adalah Hendrik Antoon Lorentz. Dalam penemuannya ia menemukan bahwa ada dua pembeda yang dapat dijadikan sebagai gaya Lorentz sebagai berikut.

Baca Juga: Rumus GGL Induksi dan Contoh Soal

Baca Juga: Cara Membuat R Tabel Uji Validitas

Baca Juga: Satuan Jumlah untuk Menghitung Kuantitas Barang

1. Gaya Lorentz pada Kawat Berarus

Gaya lorentz penerapan pertama kalinya dapat dilihat pada kawat berarus. Sebagai ilustrasi terdapat sebuah kawat yang dialiri arus listrik dengan sebesar I dan juga diletakkan pada tengah medan magnet. Hal yang akan terjadi adalah dengan timbulnya gaya Lorentz pada kawat. Oleh karena itu, dapat disimpulkan adanya dua dua definisi yaitu definisi gaya Lorentz dan juga definisi kuat arus sehingga memperoleh suatu persamaan Gaya Lorentz.

2. Gaya Lorentz pada Kawat Sejajar

Di sisi lain terdapat rumus kedua, yaitu Gaya Lorentz pada kawat sejajar. Rumus ini terjadi di kala dua kawat tersusun sejajar dilengkapi dengan panjang yang sama yaitu l dialiri oleh arus listrik sebesar I dan juga magnet tersebut terkena gaya magnet jenis homogen sebesar B, maka dapat menimbulkan gaya Lorentz yaitu gaya Tarik menarik atau tolak menolak.

Arah Gaya Lorentz

Penjelasan selanjutnya adalah mengenai arah Gaya Lorentz. Dalam konsepnya, Gaya Lorentz memiliki pola dan arah yang selalu berada dalam tegak dan lurus apabila ditilik dari arah kuat arus listrik (l) dan juga induksi magnetik yang ada pada (B). Arah ini dari gaya ini yang akan mengikuti jalan arah maju dari skrup yang diputar dari vektor arah gerak suatu muatan listrik (v) menuju ke arah medan magnet, B. Rumus yang didapat adalah

F = q(v × B)

Keterangan:

F: Merupakan gaya (dalam satuan/unit newton)

B: Merupakan medan magnet (dalam unit tesla)

q: ialah muatan listrik (dalam satuan coulomb)

V: ialah arah kecepatan muatan (dalam unit meter per detik)

Berikutnya ini untuk gaya Lorentz yang ada karena arus listrik, I, dalam sebuah medan magnet (B), rumusnya yang akan terlihat terdiri dari berikut ini.

Baca Juga: Rumus Gaya Pegas, Konsep dan Pembahasannya

Baca Juga: Gaya Pada Bidang Miring, Rumus dan Contoh Soal

Baca Juga: Materi Gelombang Elektromagnetik, Rumus dan Contoh Soal

Rumus = F = IL ×B F F

Rumus ini digunakan pada gaya yang diukur dalam unit satuan newton I ialah arus listrik dalam ampere B yakni medan magnet dalam satuan tesla ialah perkalian silang vektor, dan L yakni panjang kawat listrik yang dialiri listrik dalam satuan meter.



Leave a Comment