Rumus Lensa Cembung dan Contoh Soal


Rumus Lensa Cembung dan Contoh Soal – Dalam kehidupan sehari-hari kita sering melihat penerapan sebuah lensa. Lensa sendiri merupakan sebuah benda bening yang dibatasi oleh dua bidang lengkung atau satu bidang lengkung dan satu bidang datar. Lensa merupakan salah satu alat yang dapat membantu kegiatan manusia. Misalnya, lensa yang terdapat pada mikroskop yang berfungsi sebagai memperbesar bayangan yang ditangkap oleh mikroskop. Fungsinya digunakan untuk melihat benda yang sangat kecil yang tak mampu dilihat dengan mata telanjang dapat terlihat dengan jelas.



Lensa pada dasarnya adalah sebuah alat untuk mengumpulkan atau menyebarkan cahaya yang biasanya dibentuk dari sepotong gelas. Lensa dapat dikonstruksikan berdasarkan bidang antarmuka yang melengkung dan berhubungan dengan beberapa notasi radius. Macam-macam notasi pada lensa akan memberikan pengaruh, khususnya dalam pembagian jenis lensanya. Hal ini juga akan mempengaruhi kemampuan yang dimiliki lensa yang pada umumnya digunakan untuk membiaskan cahaya.

Jika dilihat berdasarkan bentuknya, lensa dapat dibagi menjadi dua jenis dan salah satunya adalah lensa cembung. Penggunaan lensa cembung dalam kehidupan sehari-hari banyak dimanfaatkan dalam peralatan optik. Contoh alat optik yang memanfaatkan lensa cembung adalah lup, mikroskop, teropong bintang, kamera, periskop, proyektor, dan lain sebagainya.

Baca juga: Rumus Lensa Cekung dan Contoh Soal

Pada pembahasan kali ini, kalian akan mempelajari mengenai salah satu jenis dari lensa, yaitu lensa cembung dengan memahami beberapa rumus dan contoh soalnya. Berikut pembahasannya.

Pengertian Lensa Cembung

Lensa cembung merupakan suatu lensa yang bagian tengahnya tebal, sedangkan bagian tepinya tipis. Lensa cembung disebut juga lensa konveks atau lensa positif dan bersifat mengumpulkan sinar (konvergen). Lensa cembung dapat dibagi menjadi tiga bentuk, yaitu bikonveks, plan konveks, dan konkaf konveks.



Suatu lensa cembung dapat memiliki berkas sinar yang dapat datang dari dua arah yang berbeda. Dengan adanya hal ini, lensa cembung memiliki dua titik fokus pada bagian depan dan belakang. Pada bagian depan lensa cembung berguna sebagai tempat datangnya sinar, sedangkan bagian belakang lensa cembung berguna sebagai titik fokus yang sejati. Bagian pada ruang lensa cembung dapat kita lihat sebagai berikut.

Baca juga: Komponen Biotik dan Abiotik Beserta Contohnya

Pada bagian I, II, III, dan IV merupakan nomor ruang benda, sedangkan 4, 1, 2, dan 3 merupakan nomor ruang bayangan. Dengan adanya pembagian bagian, kita dapat menyimpulkan hasil pembentukan cahayanya. Lensa cembung memiliki sifat nyata atau maya, tegak atau terbalik, diperbesar, diperkecil atau sama besar dengan benda aslinya. Sifat bayangan yang dibentuk oleh lensa cembung bergantung pada posisi benda dan panjang fokus lensa. Dengan begitu, dapat disimpulkan karakteristik dari lensa cembung sebagai berikut.

  1. Konvergen atau mengumpulkan cahaya.
  2. Fokus lensa bernilai positif.
  3. Sifat bayangannya tergantung letak benda.

Lensa cembung memiliki tiga sinar istimewa yang dapat dibiaskan atau dibelokkan sehingga mengumpulkan cahaya pada satu titik. Berikut akan ditunjukkan tiga cara tersebut.





Leave a Comment