Komponen pada Ekosistem Kolam dan Contohnya


Komponen pada Ekosistem Kolam dan Contohnya – Kolam merupakan salah satu bentuk perairan yang berada di daratan dan biasanya memiliki ukuran yang kecil dari danau. Kolam akan selalu berhubungan dengan air dan dapat terbentuk secara alami atau dapat dibuat oleh manusia. Biasanya, kolam dibuat untuk menampung air dalam jumlah ternetu sehingga dapat digunakan untuk memelihara ikan atau tumbuhan di dalamnya.



Manfaat kolam ini dapat digunakan untuk melihat sebuah ekosistem. Ekosistem adalah sebuah sistem ekologi yang dibentuk dari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan sekitarnya. Ekosistem juga bisa dimaknai sebagai tatanan kesatuan utuh dan menyeluruh yang terjadi antara unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi. Salah satu ekosistem yang dapat kita lihat penerapannya adalah ekosistem kolam.

Baca juga: Proses Perkembangbiakan Generatif pada Tumbuhan

Baca juga: Komponen Biotik dan Abiotik Beserta Contohnya

Ekosistem kolam dapat diartikan sebagai ekosistem sederhana buatan manusia. Ekosistem kolam sendiri juga dapat digolongkan sebagai sebuah ekosistem lengkap karena memiliki beragam komponen di dalamnya. Dengan adanya ekosistem, kita dapat mengetahui hubungan yang saling berkaitan antara makhluk hidup dengan habitatnya di sebuah kolam.

Baca juga: Rumus Lensa Cembung dan Contoh Soal

Biasanya, ekosistem kolam dapat digunakan dan dirancang untuk budi daya ikan sehingga dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan. Tentunya, dalam pembuatan ekosistem kolam juga harus dilengkapi dengan adanya rantai makanan meskipun hanya relatif sedikit. Meskipun sedikit, rantai makanan dalam sebuah kolam dapat berlaku dengan adanya jaring-jaring makanan yang terdapat pada ekosistem kolam sendiri.

Pada pembahasan kali ini, kalian akan mempelajari mengenai komponen pada ekosistem kolam dengan berbagai contohnya. Berikut pembahasannya.

Ekosistem pada Kolam

Kolam dapat berupa sebuah daerah yang berukuran kecil yang dapat tercipta berdasarkan proses alam ataupun berdasarkan buatan manusia. Kolam biasanya terdapat di daratan sehingga masuk ke dalam golongan ekosistem air tawar. Kolam yang terbentuk dengan sendirinya dapat dijumpai pada daerah dengan curah hujan yang cukup tinggi. Hal ini karena terdapat aliran air yang berpindah dan meninggalkan air di bekas aliran terisolasi sehingga menciptakan perairan yang tergenang. Umumnya, kedalaman perairan ini ini berkisar antara 4 hingga 5 meter dan memungkinkan untuk tumbuhnya tumbuhan berakar dapat tumbuh di semua bagian perairan sehingga menimbulkan sebuah ekosistem.



Ekosistem kolam dapat digunakan sebagai media tempat hidupnya hewan-hewan air, seperti ikan. Apabila dijadikan sebagai media tempat hidup, tentunya kolam harus dapat menumbuhkan makanan alami sehingga terjadi sebuah ekosistem. Ekosistem pada kolam sendiri memiliki beberapa ciri khusus yang membedakannya dengan ekosistem lainnya. Berikut penjelasan mengenai ciri-ciri ekosistem kolam.

  1. Ekosistem kolam memiliki kadar sanitasi dan garam yang rendah. Biasanya, kurang dari 1%.
  2. Biasanya, karena berada di daratan ekosistem kolam memiliki variasi suhu yang rendah.
  3. Pada ekosistem kolam dapat dipengaruhi dengan adanya cuaca dan iklim di sekitarnya.
  4. Bergantung pada letak atau lokasinya, kolam biasanya tidak memiliki intensitas cahaya matahari yang bagus.

Baca juga: Tata Cara dan Niat Puasa Weton

Komponen Ekosistem Kolam

Sebuah ekosistem tentunya dapat tercipta apabila memiliki beragam komponen di dalamnya. Komponen dalam ekosistem kolam sendiri dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu komponen abiotik dan komponen biotik. Berikut pemaparannya.



Leave a Comment