Cara Membaca Jangka Sorong Yang Benar


Cara Membaca Jangka Sorong Yang Benar – apakah anda tahu apa itu jangka sorong? Pasti untuk anda yang pernah sekolah terutama di masa SMP dan SMA sangat dekat sekali dengan alat ini khususnya di pelajaran matematika. Jangka sorong merupakan alat berukuran besar yang memiliki skala paling kecil 0,1 mm.

Pengukuran jangka sorong sendiri memiliki skala utama satuan cm dan skala Nonius dalam satuan mm. Jangka sorong punya rangah tetap atas dan bawah yang tidak bisa digeser-geser. Untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah ini.

Jika di sekolah kita menggunakan alat ini untuk pelajaran matematika, namun di pabrik atau bengkel jangka sorong berguna sebagai mendeteksi atau mencocokkan panjang serta diameter dari mesin yang akan diganti. Jangka sorong pun juga bisa berfungsi sebagai alat ukur bagi para ahli kunci.

Fungsi Jangka Sorong

Berikut ini adalah beberapa fungsi jangka sorong (vernier caloper) untuk digunakan dalam pengukuran sebuah benda:

  • Untuk dapat mengukur tinggi benda yang bertingkat.
  • Dapat digunakan untuk mengukur ketebalan sebuah benda. Benda yang diukur bisa memiliki bentuk bulat, bujur sangkar, kubus, persegi, balok dan masih banyak lagi benda yang lainnya.
  • Untuk melakukan pengukuran inner ring (bagian dalam sebuah benda).
  • Untuk melakukan pengukuran outer ring (bagian luar sebuah benda).
  • Mengukur kedalaman suatu benda.

Fungsi Bagian-Bagian Jangka Sorong

Fungsi Bagian-Bagian Jangka Sorong

Setelah mengetahui fungsi jangka sorong, selanjutnya saya akan menjelaskan fungsi dari bagian-bagian jangka sorong. Berikut ini adalah fungsi bagian-bagian jangka sorong yang perlu Anda ketahui:

  1. Rahang Dalam

Bagian rahang dalam pada jangka sorong ini memiliki dua rahang, yakni rahang geser dan juga rahang tetap. Rahang dalam memiliki fungsi untuk dapat mengukur diameter luar dan ketebalan benda.

  1. Rahang Luar

Sama halnya dengan rahang dalam, rahang luar juga memiliki dua rahang. Rahang luar ini memiliki fungsi untuk dapat mengukur diameter dalam sebuah benda.

  1. Depth Probe

Bagian jangka sorong yang selanjutnya adalah Depth Probe. Bagian depth probe ini memiliki kegunaan untuk dapat mengukur kedalaman dari sebuah benda.

  1. Skala Utama (cm)

Skala utama cm memiliki fungsi untuk menyatukan suatu hasil pengukuran utama dalam satuan centimeter (cm).

  1. Skala Utama (inchi)

Memiliki fungsi untuk dapat menyatukan suatu hasil pengukuran dalam satuan inchi.

Baca Juga: Cara Membaca Mikrometer Sekrup Yang Tepat

  1. Skala nonius (dalam 1/10 mm)

Untuk setiap garis skala yang telah menunjukkan 1/10 mm. Namun ada juga yang mempunyai skala 1/20 dan lainnya. Untuk sepuluh skala nonius mempunyai panjang 9 mm, maka jarak 2 skala nonius yang saling berdekatan yaitu 0,9 mm. Jadi, perbedaan antara satu skala utam dengan satu skala nonius, yaitu 1 mm – 0,9 mm = 0,1 mm atau 0,01 cm. Berdasarkan skala paling kecil dari benda tersebut, maka ketelitian dari benda diatas yaitu setengah dari skala paling kecil benda tersebut, yaitu 0,005 cm.

  1. Skala Nonius (untuk inchi)

Skala nonius merupakan skal yang menunjukkan fraksi dari inchi.

  1. Tombol Pengunci

Tombol pengunci memiliki fungsi untuk dpat menahan bagian-bagian yang bergerak sehingga pengguna dapat melakukan pengukuran secara lebih mudah.

Jenis-Jenis Jangka Sorong

Jangka sorong terdiri dari dua macam jenis yang dimana setiap jenis mempunyai perbedaan dalam membaca skala. Adapun jenis-jenis jangka sorong yang perlu Anda ketahui adalah sebagai berikut ini:

  1. Jangka Sorong Analog (Manual)

Jangka sorong analog (manual)

Jangka sorong analog atau manual biasa digunakan dalam praktikum di sekolahan. Jenis jangka sorong yang satu ini kebanyakan digunakan oleh para siswa. Cara penggunaan alat ukur yang satu ini dibilang masih manual, sehingga dibutuhkan ketelitian yang lebih. Disamping itu, untuk dapat mengetahui hasil pengukurannya maka Anda harus melakukan perhitungan terlebih dahulu.

  1. Jangka Sorong Digital

Jangka Sorong Digital

Jangka sorong digital merupakan perkembangan dari jangka sorong analog atau manul. Pada umumnya, jenis jangka sorong ini sangat jarang dijumpai dalam praktik sekolah. Jangk sorong digital mempunyai layar digital yang bisa muncul nilai dari benda yang perlu diukur tanpa perlu melakukan perhitungan secara manual.

Dengan menggunakan jangka sorong digital maka akan semakin memudahkan Anda dan bisa mempercepat dalam melakukan pengukuran benda-benda. Meskipun demikian, jangka sorong digital juga mempunyai kekurangan. Kekurangan jangka sorong digital adalah pada harganya.  Jika dilihat dari segi harganya, jangka sorong digital memiliki harga yang jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan jangka sorong analog atau manual.

Cara membaca skala jangka sorong :

Anda bisa memperhatikan skala nonius yang berdekatan dengan salah satu skala utamanya. Angka yang berdekatan pada skala nonius dengan skala utama adalah angka 4 dan itu artinya nilainya adalah 0,4 mm. perhatikan angka 0 pada skala nonius yang terletak di angka skala Utama 4,7 cm.

Cara menghitung :

4,7 cm + 0,4 mm = 4,74 cm
Misalnya bingung menjumlahkannya ya tinggal di konfersikan dahulu ke satuan mm. 4,7 cm = 47 mm. Kemudian 47 mm + 0,4 mm = 47,4 mm.
Nah nilai 47,4 mm = 4,74 cm. Kan kalau mm menjadi cm adalah dibagi dengan 10.

Contoh soal:

Sedangkan untuk gambar dibawah ini skala yang paling pas atau berdekatan antara skala nonius dengan skala utama sudah ditunjukkan dengan tanda merah di gambar.

Cara membacanya yaitu nilai skala utamanya adalah 4,5 cm. sedangkan skala noniusnya adalah 0,1 mm. Jadi 2,5 cm + 0,6 mm = 2,56 cm.

Cara menghitung jangka sorong jika skala noniusnya berimpit dengan skala utama

Cara membaca di atas sangat gampang, yakni skala utama berada di angkat 6,2 cm. Kemudian angkat noniusnya diangka 2 dan berimpit di angkat 7 skala utama. Jadi cara membacanya adalah 6,2 cm + 0,02 cm = 6,22 cm.

Semoga apa yang saya contohkan diatas dapat bermanfaat.



Loading...

Leave a Comment