Rumus Lensa Cekung dan Contoh Soal


Rumus Lensa Cekung dan Contoh Soal – Secara umum, jika kita berbicara mengenai lensa akan kita dapatkan dua jenis lensa utama, yaitu lensa cembung dan lensa cekung. Kedua lensa tersebut merupakan lensa yang dapat kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Umumnya, lensa-lensa ini berbentuk lingkaran dan terdapat beberapa yang tidak berbentuk lingkaran. Lensa pada dasarnya adalah sebuah alat untuk mengumpulkan atau menyebarkan cahaya yang biasanya dibentuk dari sepotong gelas. Lensa dapat dikonstruksikan berdasarkan bidang antarmuka yang melengkung dan berhubungan dengan beberapa notasi radius. Macam-macam notasi pada lensa akan memberikan pengaruh, khususnya dalam pembagian jenis lensanya. Hal ini juga akan mempengaruhi kemampuan yang dimiliki lensa yang pada umumnya digunakan untuk membiaskan cahaya.



Berdasarkan bentuknya, terdapat lensa cekung dan lensa cembung. Lensa cekung memiliki bentuk yang sama seperti lensa cembung. Umumnya, terbuat dari kaca atau plastik sehingga lensa memiliki fungsi dengan penerapan indeks bias lebih besar daripada indeks bias udara. Namun, keduanya memiliki manfaat, penggunaan, dan penerapan yang berbeda satu sama lain.

Lensa cekung dapat dikatakan sebagai kebalikan dari lensa cembung. Lensa cekung juga memiliki karakteristik yang berbeda dengan lensa cembung. Dalam kehidupan sehari-hari, lensa cekung dapat membantu orang yang menderita rabun jauh atau miopi untuk membantu panca indra ketika melihat.

Baca juga: Rumus Lensa Cembung dan Contoh Soal

Pada pembahasan kali ini, kalian akan mempelajari mengenai salah satu jenis dari lensa, yaitu lensa cekung dengan memahami beberapa rumus dan contoh soalnya. Berikut pembahasannya.

Pengertian Lensa Cekung

Lensa cekung adalah salah satu jenis lensa yang permukaan lengkungnya menghadap ke dalam. Lensa cekung memiliki ciri utama pada bagian tengahnya yang lebih tipis daripada bagian pinggir atau tepi. Lensa cekung biasanya berbentuk lingkaran, walaupun ada juga lensa cekung yang tidak berupa lingkaran. Sama halnya seperti lensa cembung, umumnya lensa cekung juga terbuat dari kaca atau plastik sehingga lensa memiliki indeks bias lebih besar daripada indeks bias udara.

Cahaya yang datang pada lensa cekung akan memiliki indeks bias yang lebih besar dari udara sehingga cahaya tersebut akan melewati permukaan lensa dan mengalami pembiasaan. Pembiasan pada lensa cekung memiliki sifat menyebarkan sinar (divergen) karena sinar-sinar datang yang sejajar sumbu utama akan dibiaskan menyebar ke segala arah secara teratur.



Biasanya, cahaya yang melalui lensa cekung akan dibelokkan ke arah tepi dan menjauhi sumbu lensa. Dengan begitu, cahaya yang datang biasanya akan sejajar dan sinarnya akan menyebar seolah berasal dari satu titik fokus. Pada lensa cekung, titik fokusnya terletak di sisi yang sama dengan datangnya sinar sehingga memiliki sifat maya atau semu dan memiliki nilai negatif. Lensa cekung mempunyai dua titik fokus (F1) yang berada di depan lensa dan titik fokus pasif (F2) berada di belakang lensa. Dengan adanya titik fokus aktif lensa cekung (F1) terletak di depan lensa maka fokus aktif lensa cekung adalah fokus maya (semu) sehingga jarak fokus lensa cekung (f) selalu berharga negatif (−). Oleh karena itu, lensa cekung disebut juga sebagai lensa negatif.

Baca juga: Komponen Biotik dan Abiotik Beserta Contohnya

Bagian-bagian pada lensa cekung dapat kalian lihat pada gambar berikut ini.



Leave a Comment