Rumus Korespondensi Satu Satu Matematika


Rumus Korespondensi Satu Satu – Mungkin Anda sudah tidak asing lagi jika membahas rumus matematika dasar mengenai pengertian, teori, konsep dan juga himpunan matematika. Perlu untuk diingat bahwa dalam materi matematika tentang himpunan, ada sebuah istilah yang disebut dengan korespondesi satu-satu.



Lalu apakah yang dimaksud dengan korespondesi satu-satu itu? Bisa diumpamakan saja ketidakhadiran di dalam suatu kelas. Setiap siswa yang telah tidak hadir tersebut maka akan memiliki urutan serta nomornya sendiri-sendiri. Tentu tidak mungkin sekali jika ada seorang siswa yang memiliki dua buah nomor urut dalam daftar absensi tersebut. Inilah merupakan salah satu contoh yang paling sederhana dari korespondensi satu-satu.

Rumus Korespondensi Satu Satu Matematika

Bisa diumpamakan saja bahwa di dalam sebuah kelas ada 5 orang siswa, lalu seorang guru memanggil 5 orang siswa tersebut satu-satu untuk maju di dalam kelas. Adapun nama kelima siswa tersebut adalah Dara, Indah, Gilang, Wulan, dan Amir.

Kita pun dapat memisahkan himpunan siswa dengan nomor absensi hingga menyerupai seperti berikut ini: B = {Amir, Dara, Gilang, Indah, Wulan} dan A {1, 2, 3, 4, 5}. Jadi korelasi dari kedua himpunan ini adalah “nomor absensi”.  Dengan demikian korelasi dari himpunan a ke himpunan b maka dapat digambarkan dengan menggunakan diagram panah sebagai berikut ini:

korespondensi

Silahkan Anda perhatikan secara detail gambar diagram panah diatas. Bisa Anda lihat bahwa setiap anggota yang terdapat di himpunan A saling berpasangan dengan tepat pada masing-masing anggota yang terdapat di dalam himpunan B.



Oleh karena itulah, korelasi “nomor absen” yang telah dihasilkan langsung dari himpunan A ke himpunan B biasa disebut dengan suatu pemetaan. Pemetaan yang sama dengan pola diatas maka disebut dengan korespondensi satu-satu. Jadi bisa disimpulkan bahwa pengertian dari korespondensi satu-satu adalah sebagai berikut ini:

“Sebuah fungsi yang telah memetakan anggota suatu himpunan dengan himpunan yang lainnya, dimana masing-masing anggota yang terdapat pada sebuah himpunan dapat dipasangkan secara tepat pada masing-masing anggota yang lainnya demikian sebaliknya”.

Baca Juga: Pembahasan Diagram Venn Dan Contoh Soal

Syarat-Syarat Korespondensi Satu-satu

Syarat-Syarat Korespondensi Satu-satu

Seperti yang sudah kami jelaskan diatas bahwa sebuah pemetaan dari himpunan A ke himpunan B disebut dengan korespondensi satu-satu. Jika masing-masing anggota himpunan A telah dipasangkan dengan sempurna kepada satu himpunan B dan untuk masing-masing anggota himpunan B dipasangkan dengan sempurna himpunan A.



Adapun syarat-syarat korespondensi satu-satu dari himpunan A ke himpunan B adalah sebagai berikut:

  1. Himpunan A dan B memiliki banyak sekali anggota yang sama.
  2. Ada sebuah relasi yang menggambarkan bahwa masing-masing anggota A berpasangan dengan tepat satu anggota B dan untuk masing-masing B berpasangan dengan tepat pada setiap anggota himpunan A.
  3. Masing-masing anggota daerah hasil tidak akan bercabang terhadap daerah asal atau begitu pula sebaliknya.

Sampai disini apakah Anda sudah paham mengenai pengertian korespondensi dan syarat-syarat korespondensi? Jika sudah paham mari menuju pembahasan berikutnya mengeni cara mencari korespondensi satu-satu.

Lalu bagaimanakah cara yang digunakan untuk mencari korespondensi satu-satu yang mungkin saja ada di antara himpunan A dan B? Untuk lebih jelasnya mari langsung saja simak pembahasan selengkapnya berikut ini.



Leave a Comment