Jenis-Jenis Bunga Tunggal dan Cara Menghitungnya


Jenis-Jenis Bunga Tunggal – Sering kita mendengar istilah bunga dalam kehidupan keuangan akan berhubungan dengan bunga bank. Bunga bank menjadi bagian dari istilah bank yang memberikan beberapa aturan khusus, salah satunya penerapan bunga tunggal.

Penghitungan bunga tunggal sendiri berbeda dengan jenis bunga lainnya. Pada bunga tunggal biasanya akan diperoleh  pada setiap akhir jangka waktu tertentu, tetapi tidak memengaruhi modal yang dipinjam. Dengan kata lain, perhitungan bunga setiap periode selalu dihitung berdasarkan modal tetap.



Bunga tunggal dapat kita hitung menggunakan rumus manual dan memiliki beberapa jenis. Jenis dari bunga tunggal ini dapat berhubungan dengan aturan yang menjelaskan setoran uang. Jenis dari bunga tunggal sendiri ada bunga tunggal setoran tunggal dan bunga tunggal setoran berulang.

Baca Juga: Cara Menghitung Bunga Deposito Semua Bank

Baca Juga: Cara Menghitung Pajak PPH 23

Baca Juga: Cara Menghitung Bunga Pinjaman Dan Tabungan

Pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai jenis-jenis dari bunga tunggal. Berikut pembahasannya.

Bunga tunggal setoran tunggal

Bunga tunggal setoran tunggal dapat dimaknai apabila seorang penabung hanya sekali dalam menyetorkan dana. Dana tersebut merupakan modal yang memiliki bunga dalam periode tertentu. Misalnya, pada pemahaman deposito penabung dapat menikmati bunga yang diperoleh dalam periode tertentu dengan persentase yang telah ditentukan setiap bulan.

Besarnya bunga dinyatakan dalam persen (%)disebut sebagai suku bunga. Suku bunga adalah perbandingan antara bunga dan modal dalam satuan waktu tertentu. Penentuan suku bunga sendiri memiliki empat rumus yang penggunaannya berbeda-beda sebagai berikut.

1. Rumus untuk bunga tunggal setoran tunggal

Suku bunga = (bunga : pinjaman awal) x 100 %

Contohnya, seorang petani meminjam ke bank Rp10 juta. Dalam waktu setahun, dia mengembalikan Rp10,8 juta. Selama setahun ada bunga dari pinjaman sebesar Rp800 ribu. Itu berarti suku bunga pinjaman adalah (Rp800 ribu : Rp10 juta) x 100% = 8%. Ini adalah suku bunga pinjaman dalam setahun atau bunga tunggal setoran tunggal atas pinjaman tersebut.

2. Rumus untuk menentukan besar modal (modal akhir)

b = (B : Mo) x 100%

Keterangan:

b = suku bunga per satuan waktu

Mo = modal dibungakan

B = jasa modal

3. Rumus untuk menghitung besaran bunga yang diterima per periode

Mn = Mo x (1 + b) atau Mn = Mo x (1 + (b : 100))

Keterangan:

Mn = besar uang yang dikembalikan setelah satu periode

Mo = besar modal yang dipinjam



Leave a Comment