Cara Transformasi Data Tidak Normal Menjadi Normal


Cara Transformasi Data SPSS Excel – Dalam dunia statistik ada banyak sekali istilah atau materi yang harus kita pelajari. Salah satunya adalah transformasi data. Pada artikel ini kami bahas lebih jauh seputar hal tersebut. Khususnya bagaimana melakukan transformasi data tidak normal menjadi normal.



Akan tetapi sebagai pembuka mari kita bahas apa itu transformasi data. Sehingga Anda bisa memahami materi selanjutnya dengan lebih baik.

transformasi data

Baca juga: Membuat Grafik Di Excel Dengan Banyak Data

Definisi Transformasi Data

Dalam statistik transformasi data adalah upaya yang dilakukan untuk mengubah skala pengukuran data asli menjadi bentuk lain. Sehingga data bisa memenuhi asumsi-asumsi yang mendasari analisis ragam. Contoh transformasi data adalah mengubah data numerik menjadi data kategori, atau mengubah beberapa variabel yang sudah ada lalu dibuat satu variabel komposit yang baru.

Transformasi data juga bisa diartikan sebagai proses mengubah bentuk data sehingga data siap untuk dianalisis. Ada beragam cara yang bisa dilakukan untuk mengubah bentuk data. Pada software SPSS perintah yang paling sering digunakan untuk transformasi data adalah RECODE atau COMPUTE.

Perubahan bentuk data yang paling sederhana adalah mengkategorikan data numerik menjadi data kategorik. Contohnya untuk data umur dibagi menjadi 3 kategori, di antaranya < 20 tahun, 20-30 tahun, dan >30 tahun.



Selain itu juga ada pengelompokan data kategorik menjadi beberapa kelompok yang lebih kecil. Contohnya untuk peserta didik dibagi menjadi 2 kategori, yakni SD/SMP yang masuk dalam kategori rendah, dan SMA/PT yang dimasukkan dalam kategori tinggi. Proses pengelompokan ini bisa disebut dengan istilah RECODE.

Perubahan bentuk data lain adalah pemakaian fungsi matematika dan algoritma. Contohnya untuk penjumlahan nilai pengetahuan, persepsi, dan sikap. Contoh lainnya adalah proses perkalian dan pembagian sekalian seperti untuk menghitung Indeks Massa Tubuh.

Contoh lainnya adalah pengelompokan beberapa variabel dengan memakai fungsi algoritma. Misalnya jika SIKAP=1, PERILAKU=1, dan TAHU=1, maka KONSISTEN=1. Nilai KONSISTEN 1 karena ketiga kondisi tersebut terpenuhi. Sedangkan jika salah satu tidak terpenuhi maka akan dinilai tidak konsisten atau KONSISTEN=0. Proses penerapan fungsi matematika dan algoritma ini dikenal dengan istilah COMPUTE.

Jenis Transformasi Data

Transformasi data mempunyai cukup banyak macam yang bisa kita pelajari. Setidaknya ada 10 macam transformasi data, antara lain:



  1. Transformasi Square Root (Akar),
  2. Transformasi Logaritma,
  3. Transformasi Arcsin,
  4. Transformasi Square (Kuadrat),
  5. Transformasi Cubic (Pangkat Tiga),
  6. Transformasi Inverse (Kebalikan),
  7. Transformasi Inverse Square Root (Kebalikan Akar),
  8. Transformasi Inverse Square (Kebalikan Kuadrat),
  9. Transformasi Inverse Cubic (Kebalikan Pangkat Tiga),
  10. Transformasi Reverse Score (Balik Skor).

Penyebab Data Tidak Normal

Suatu data dapat dikatakan normal jika data tersebut mengikuti pola distribusi normal. Pada beberapa teknik analisis yang tergolong dalam analisis statistik parametrik memiliki syarat data harus mengikuti distribusi normal. Hanya saja karena suatu hal distribusi tidak bisa dilakukan sebagaimana mestinya sehingga mengakibatkan data yang dianalisis menjadi tidak normal.



Leave a Comment