Ketuk (X) Untuk Menutup

Selamat Datang

Di CARAHARIAN

×

3 Jenis Cashflow yang Harus Dijalankan Oleh Sebuah Perusahaan


Baca juga: Cara Menghitung Persentase Kenaikan Dan Penurunan

Baca juga: Belajar Rumus Excel Dan Fungsinya Lengkap



Baca juga: Cara Menghitung Pesangon Karyawan (PHK)

Dari Penjelasan Di Atas Mana yang Lebih Penting Bagi Perusahaan?

Dari ketiga jenis arus kas tersebut, Operating Cash Flow (OCF) adalah yang terpenting dalam bisnis. Beginilah cara perusahaan melakukan aktivitas yang menghasilkan keuntungan dan mengubah keuntungan tersebut menjadi uang tunai. Dengan pertumbuhan kas ini, perusahaan dapat mengakumulasi modal dengan menambah aset. Selain itu, perusahaan dapat dengan mudah membayar pokok dan bunganya.

Jangan terkecoh jika ICF kita positif karena ini baru langkah awal seseorang mau berinvestasi dengan memberikan modal usaha. Namun uang tersebut tetap harus dikembalikan kepada pemilik ekuitas dalam bentuk dividen.

Hati-hati jika FCF kita besar, jika OCF negatif dan uang yang kita dapat dari hutang tidak bisa dikembalikan ke pemilik, berarti kita harus menjual aset untuk melunasi hutang. Kemudian jumlah aset berkurang, akumulasi modal tidak terjadi. Jika jumlah aset yang dimiliki ternyata lebih kecil dari nilai hutang, berarti perusahaan kita bangkrut atau bangkrut.

Mudah-mudahan, dengan memahami ketiga jenis arus kas ini, kita akan mengetahui cara mengelolanya dengan lebih baik dan efisien.

Arus kas sangat penting bagi perusahaan dan dapat mempengaruhi perkembangan bisnis. Dengan menghitung arus kas, perusahaan dapat memperhitungkan keputusan terbaik saat mengembangkan bisnisnya. Untuk mengoptimalkan pengelolaan keuangan tersebut. Semoga bermanfaat!