Cara Menghitung BEP (Break Even Point)


Cara Menghitung BEP (Break Even Point) – Bagi yang biasa dengan akuntansi pasti tahu dengan yang namanya Break event Point (BEP). Ini merupakan titip dimana pendapatan dari usaha dengan model yang akan kita keluarga atau bisa dikatakan tidak mengalami kerugian maupun keuntungan.

Bunga deposito yang terus menurun tentunya tidak memberikan efek yang baik bagi kita untuk bisa meningkatkan daya beli karena disebabkan oleh inflasi lebih besar daripada bunga deposito.

Apabila anda memulai usaha baru untuk meningkatkan return tentu membutuhkan beberapa hal seperti misalnya :

1. Menghitung-hitung berapa dana yang diperlukan untuk menyewa tempat usaha, membeli peralatan, mempekerjakan karyawan dan hal-hal lain
2. Membuat proyeksi :

    • Berapa volume penjualan yang perlu diperoleh agar dapat minimal menutup seluruh biaya-biaya timbul. Ini dikenal dengan istilah Break Even Point (Biasa disingkat BEP) dimana seluruh biaya yang timbul sama dengan total penjualan yang diperoleh, sehingga perusahaan tidak memperoleh keuntungan maupun kerugian.
    • Berapa volume penjualan yang diperlukan agar kita dapat memperoleh laba yang kita targetkan

Pengertian BEP (Break Even Point) Menurut Beberapa Ahli

Pengertian BEP (Break Even Point) Menurut Beberapa Ahli

 

Sebelum membahas lebih lanjut, kami akan memberikan informasi terlebih dahulu mengenai pengertian BEP menurut beberapa ahli, yaitu:

  • Menurut Yamit (1998:62), pengertian BEP (Break Even Poin) adalah suatu kondisi yang dimana total pendapatan besarnya tidak berbeda dengan total biaya (TR=TC).
  • Menurut Mulyadi (1997:72), pengertian BEP (Break Even Poin) adalah suatu kondisi yang dimana suatu usaha tidak mendapatkan laba sama sekali dan tidak mengalami rugi. Dengan kata lain bisa dikatakan bahwa suatu usahakan akan seimbang apabila jumlah pendapatan atau revenue tidak berbeda dengan jumlah biaya, atau jika laba kontribusi hanya bisa digunakan untuk dapat menutup biaya tetap saja.
  • Menurut Simamora (2012:170), pengertian BEP (Break Even Poin) atau titik impas adalah volume penjualan yang dimana jumlah pendapatan dengan jumlah bebannya tidak berbeda, tidak ada laba ataupun rugi bersih.
  • Menurut Garrison (2006:335), pengertian BEP (Break Even Poin) adalah suatu tingkat penjualan yang dimana laba sama seperti nol, atau total penjualan tidak berbeda dengan total beban atau sebuah titik yang mana jumlah total margin kontribusi sama seperti total beban tetap.
  • Menurut Hansen dan Mowen (1994:16), pengertian BEP (Break Even Poin) is where total revenues equal total cost, the poin is zero profits. Pengertiannya dalam bahasa Indonesia yaitu BEP adalah suatu kondisi yang dimana total pendapatan biaya total tidak sama, pada intinya yaitu nol keuntungan atau tidak mendapat keuntungan sama sekali.
  • Menurut Harahap (2004), pengertian BEP (Break Even Poin) adalah suatu keadaan yang dimana perusahaan tidak mendapatkan laba tetapi tidak mengalami kerugian. Hal ini berarti semua biaya yang sudah dikeluarkan khusus untuk operasi produksi dapat ditutupi oleh pendapatan dari penjualan semua produk.

Fungsi Analisis dari BEP

Fungsi Analisis dari BEP

Rumus BEP atau biasa disebut dengan analisis break even point adalah analisis balik modal yang digunakan untuk dapat menentukan hal-hal seperti berikut ini:

  • Pertama jumlah dari penjualan minimum penting sekali untuk dipertahankan supaya perusahaan nantinya terhindar dari kerugian. Untuk jumlah penjualan minimum tersebut berarti juga bahwa jumlah produksi minimum harus dibuat.
  • Jumlah penjualan yang wajib dicapai untuk bisa mendapatkan keuntungan yang sudah direncakan sebelumnya atau bisa dibilang bahwa tingkat dri produksinya harus ditetapkan untuk mendapatkan keuntungan tersebut.
  • Mengukur serta menjaga dengan tujuan supaya penjualan dan juga tingkat dari produksinya tidak akan lebih kecil daripada BEP (Break Even Poin).
  • Menganalisis langsung perubahan harga jual, harga pokok dan juga besar nya hasil dari penjualan atau tingkat produksinya. Sehingga analisis yang tetap dilakukan terhadap BEP adalah suatu perencanaan penjualan sekaligus sebagai alat perencanaan tingkat produksi. Tujuan utamanya adalah supaya perusahaan secara minimal nantinya tidak akan mengalami kerugian. Selanjutnya karena harus mendapatkan keuntungan maka bukan berarti suatu perusahaan diharuskan berproduksi di atas BEP nya.

Jenis Break Event Point (BEP)

BEP Unit dan BEP Rupiah.jpg

1. BEP Unit      : BEP yang dinyatakan dalam jumlah penjualan produk di nilai tertentu.
2. BEP Rupiah : BEP yang dinyatakan dalam jumlah penjualan atau harga penjualan tertentu.

Nah untuk lebih lengkapnya anda bisa mengetahui semua itu dari cara menghitung BEP tersebut.

Rumus / Cara Menghitung BEP

 

BEP Unit       = (Biaya Tetap) / (Harga per unit – Biaya Variable per Unit)
BEP Rupiah = (Biaya Tetap) / (I-Biaya Variabel / Harga per Unit)

Keterangan :
BEP Unit / Rupiah = BEP dalam unit (Q) dan BEP dalam Rupiah (P).
Biaya Tetap = biaya yang jumlahnya tetap walaupun usaha anda tidak sedang berproduksi.
Biaya Variable = biaya yang jumlahnya meningkat sejalan peningkatan jumlah produksi seperti bahan baku, bahan baku pembantu, listrik, bahan bakar, dan lain-lain
Harga per unit = harga jual barang atau jasa perunit yang dihasilkan.
Biaya Variable per unit = total biaya variable perunit (TVC/Q)
Margin Kontribusi per unit = harga jual per unit -biaya variable per unit (selisih)

Contoh BEP perhitungan

Contoh BEP perhitungan

Ada 3 elemen dari rumus BEP yang menyusun perhitungan BEP tersebut diantaranya :
1. Fixed Cost (Biaya tetap) yaitu biaya yang dikeluarkan untuk menyewa tempat usaha, peralatan, komputer dll. Biaya ini adalah biaya yang tetap kita harus keluarkan walaupun kita hanya menjual 1 unit atau 2 unit, 5 unit, 100 unit atau tidak menjual sama sekali.

2. Variable cost (biaya variable) yaitu biaya yang timbul dari setiap unit penjualan contohnya setiap 1 unit terjual, kita perlu membayar komisi salesman, biaya antar, biaya kantong plastik, biaya nota penjualan, dll.

3. Harga penjualan yaitu harga yang kita tentukan dijual kepada pembeli

Baca juga : Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan

Contoh penggunaan rumus untuk menghitung Break Even Point :

1. Rumus BEP untuk menghitung berapa unit yang harus dijual agar terjadi Break Even Point :

Total Fixed Cost
__________________________________
Harga jual per unit dikurangi variable cost

Contoh :
Fixed Cost suatu toko lampu : Rp.200,000,-
Variable cost Rp.5,000 / unit
Harga jual Rp. 10,000 / unit

Maka BEP per unitnya adalah
Rp 200.000
__________ = 40 unit
10.000 – 5.000

Artinya perusahaan perlu menjual 40 unit lampu agar terjadi Break Even Point. Pada pejualan unit ke 41, baru mulai memperoleh keuntungan

2. Rumus BEP untuk menghitung berapa uang penjualan yang perlu diterima agar terjadi BEP :

Total Fixed Cost
__________________________________ x Harga jual / unit
Harga jual per unit dikurangi variable cost

Dengan menggunakan contoh soal sama seperti diatas maka uang penjualan yang harus diterima agar terjadi BEP adalah

Rp.200,000
_________ x Rp.10,000 = Rp.400,000,-
10,000 – 5,000

Demikian sedikit informasi yang dapat kami sampaikan kali ini mengenai cara menghitung BEP (Break Even Poin) yang baik dan benar lengkap beserta pengertian, fungsi, dan juga jenisnya. Semoga informasi yang telah kami sampaikan mengenai cara menghitung BEP pada kesempatan kali ini bermanfaat bagi Anda semua terutama bagi Anda yang sedang mengalami kebingungan dalam menghitung BEP. Terima kasih sudah mengunjungi website kami.



Loading...

Leave a Comment