Ketuk (X) Untuk Menutup

Selamat Datang

Di CARAHARIAN

×

Cara Menghitung BEP (Break Even Point)


BEP

Rumus / Cara Menghitung BEP

BEP Unit       = (Biaya Tetap) / (Harga per unit – Biaya Variable per Unit)
BEP Rupiah = (Biaya Tetap) / (I-Biaya Variabel / Harga per Unit)

Keterangan :
BEP Unit / Rupiah = BEP dalam unit (Q) dan BEP dalam Rupiah (P).
Biaya Tetap = biaya yang jumlahnya tetap walaupun usaha anda tidak sedang berproduksi.
Biaya Variable = biaya yang jumlahnya meningkat sejalan peningkatan jumlah produksi seperti bahan baku, bahan baku pembantu, listrik, bahan bakar, dan lain-lain
Harga per unit = harga jual barang atau jasa perunit yang dihasilkan.
Biaya Variable per unit = total biaya variable perunit (TVC/Q)
Margin Kontribusi per unit = harga jual per unit -biaya variable per unit (selisih)



Analisis BEP dengan Pendekatan Grafik

Contoh BEP perhitungan

Pendekatan grafik dalam perhitungan Break Even Point adalah perhitungan biaya, volume dan laba dengan memakai grafik. Pada metode ini titik impas digambarkan sebagai titik perpotongan antara garis penjualan dengan garis biaya total. Untuk membuat grafik BEP ada beberapa langkah yang perlu dilakukan. Berikut akan dijelaskan satu per satu.

  1. Menggambar Grafik Fungsi Pendapatan (TR). Grafik TR dimulai dari titik nol. Artinya saat itu perusahaan belum memperoleh pendapatan dan saat itu produksi maupun penjualan produk masih nol. Grafik ini dibuat naik dari titik nol ke kanan atas.
  2.  Menggambarkan Grafik Biaya Tetap (FC). Grafik biaya tetap atau fixed cost ini dibuat sejajar dengan sumbu kuantitas dari kiri ke kanan. Artinya biaya tetap ini menunjukkan biaya yang tidak berubah meskipun produk yang dihasilkan mengalami perubahan.
  3. Menggambarkan Biaya Total (TC). Grafik ini dibuat dari titik potong grafik FC dengan sumbu vertikal ke kanan atas memotong grafik TR. Grafik TC ini diawali dari grafik FC karena titik TC adalah hasil penjumlahan biaya tetap (FC) dan biaya variabel (VC). Saat itu perusahaan belum melakukan produksi, sehingga biaya totalnya sama dengan biaya tetap.
  4. Menggambarkan Biaya Variabel (VC). Seperti yang sudah diketahui, biaya variabel adalah biaya yang jumlahnya tergantung volume produksi yang dihasilkan. Sehingga grafik biaya variabel ini sama seperti total revenue (TR), yakni dimulai dari nol.
  5. Daerah yang ada di bawah atau sisi kiri BEP merupakan daerah arsiran yang artinya perusahaan masih mengalami kerugian.
  6. Daerah yang ada di atas atau di sisi kanan BEP menjadi daerah arsiran di mana perusahaan sudah mendapatkan keuntungan.

Baca juga : Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan

Contoh Soal

1. Rumus BEP untuk menghitung berapa unit yang harus dijual agar terjadi Break Even Point :

Total Fixed Cost
__________________________________
Harga jual per unit dikurangi variable cost

Contoh :
Fixed Cost suatu toko lampu : Rp.200,000,-
Variable cost Rp.5,000 / unit
Harga jual Rp. 10,000 / unit

Maka BEP per unitnya adalah
Rp 200.000
__________ = 40 unit
10.000 – 5.000

Artinya perusahaan perlu menjual 40 unit lampu agar terjadi Break Even Point. Pada pejualan unit ke 41, baru mulai memperoleh keuntungan

2. Rumus BEP untuk menghitung berapa uang penjualan yang perlu diterima agar terjadi BEP :

Total Fixed Cost
__________________________________ x Harga jual / unit
Harga jual per unit dikurangi variable cost

Dengan menggunakan contoh soal sama seperti diatas maka uang penjualan yang harus diterima agar terjadi BEP adalah

Rp.200,000
_________ x Rp.10,000 = Rp.400,000,-
10,000 – 5,000

Faktor yang Mempengaruhi BEP

Perhitungan Break Even Point penting bagi perusahaan untuk mengetahui target dalam menutupi biaya produksi yang ada. Akan tetapi perlu diketahui bahwa besarnya BEP ini bisa mengalami peningkatan dan penurunan. Ada sejumlah faktor yang mempengaruhi nilai BEP pada suatu perusahaan. Berikut beberapa faktor tersebut.