Cara Menghitung Payback Period Yang Benar

Tuesday, June 13th, 2017 - Wirausaha

Selamat datang di situs kami yang mengulas berbagai macam informasi terkait dengan cara menghitung dari berbagai disiplin ilmu yang mungkin Anda butuhkan, Cara Menghitung Payback Period Yang Benar.

Payback period adalah – jangka waktu kembalinya investasi yang telah dikeluarkan melalui keuntungan yang didapatkan dari suatu proyek yang sudah dibuat. Ada juga yang menyebut kalau payback period adalah suatu periode yang diperlukan untuk bisa menutup kembali pengeluaran investasi dengan menggunakan proceeds atau aliran kas netto.

Untuk Anda yang berkecimpung di dunia investasi harus bisa menganalisa dan memprediksi mengenai payback period . Caranya menghitung bisa menggunakan bantuan rumus yang tentu lebih mudah dipelajari namun lebih baik jangan salah dalam memasukkan data agar hasilnya bisa lebih akurat.

Rumus Payback Periode

Rumus periode pengembalian jika arus kas per tahun jumlahnya berbeda

Payback Period = n + (a-b) /(c-b) x 1 tahun

n = Tahun terakhir dimana jumlah arus kas masih belum bisa menutup investasi mula-mula.
a = Jumlah investasi mula-mula.
b = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke – n
c = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke n + 1

Rumus periode pengembalian jika arus kas per tahun jumlahnya sama

Payback Peiod = (investasi awal) /(arus kas) x 1 tahun

• Periode pengembalian lebih cepat : layak
• Periode pengembalian lebih lama  : tidak layak
• Jika usulan proyek investasi lebih dari satu, maka periode pengembalian yang lebih cepat yang dipilih

Payback period memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus anda ketahui.

Kelebihan
Payback period akan memudahkan anda untuk bisa dihitung dengan menentukan lamanya waktu pengembalian dana investasi.

Selain itu juga bisa memberikan informasi tentang lamanya break even project.
Bisa digunakan untuk membandingkan dua proyek yang punya resiko serta rate sama dengan cara melihat jangka waktu pengembalian investasi jika payback period-nya lebih pendek itu dipilih.

Kekurangan
Dengan memakai metode diatas bisa mengabaikan penerimaan-penerimaan investasi atau proceeds yang sudah diperoleh setelah payback periode terpenuhi.
Metode ini mengabaikan time value of money (nilai waktu uang) .

Tidak bisa memberikan informasi tentang tambahan value pada perusahaan.
Payback periods bisa untuk mengukur kecepatan kembalinya dana, namun tidak mengukur keuntungan proyek pembangunan yang sudah direncanakan.

Contoh Perhitungan Payback Period

Contoh kasus arus kas setiap tahun jumlahnya sama :

PT. Semakin Jaya melakukan investasi sebesar $ 45.000, jumlah proceed per tahun adalah $ 22.500, maka payback periodnya adalah :
Payback Period  = (investasi awal) /(arus kas) x 1 tahun
Payback Period  = ($ 45.000) /($ 22.500) x 1 tahun
Payback Period = 2 tahun

Payback Period dari investasi diatas yaitu dua tahun. Itu berarti uang yang tertanam dalam aktiva sebesar $ 45.000 bisa kembali dalam jangka waktu dua tahun. Jika investor diberikan dua pilihan investasi, maka memilih payback period yang paling kecil.

Contoh kasus arus kas setiap tahun jumlahnya berbeda :

PT. Jaya Mandiri melakukan investasi sebesar $ 100.000 pada aktiva tetap, dengan proceed sebagai berikut :
Tahun Proceed Proceed Kumulatif
1. $ 50.000 $ 50.000
2. $ 40.000 $ 90.000
3. $ 30.000 $ 120.000
4. $ 20.000 $ 140.000

Maka payback periodnya adalah :
Payback Period = n+(a-b) /(c-b) x 1 tahun
Payback Period = 2 + ($ 100.000 – $ 90.000) /($ 120.000 – $ 90.000) x 1 tahun
Payback Period = 2 + ($ 10.000) /($ 30.000) x 1 tahun
Payback Period = 2,33 tahun atau 2 tahun 4 bulan

Baca juga : Cara Menghitung Pendapatan Per Kapita Yang Benar

Demikian tadi informasi mengenai pengertian dari payback period beserta rumus dan contoh cara menghitungnya, semoga bermanfaat untuk anda semua.

Source:

rumus payback period,payback period adalah,cara menghitung payback period,menghitung payback period,contoh soal payback period,perhitungan payback period,pay back periode adalah,cara menghitung payback,cara menghitung pay back period,cara mencari payback period

Cara Menghitung Payback Period Yang Benar | caraharian | 4.5