Ketuk (X) Untuk Menutup

Selamat Datang

Di CARAHARIAN

×

Jenis-Jenis Pemasukan dan Pengeluaran Cashflow yang Harus Dipahami


Pengeluaran tambahan meliputi jenis biaya yang kita keluarkan untuk kebutuhan konsumtif. Misalnya, untuk pergi ke restoran mewah, membeli kopi di sebuah kafe yang populer, hingga membeli barang yang tidak terlalu dibutuhkan.

4. Tabungan



Tabungan adalah hal yang sangat penting untuk dimiliki karena bisa menjadi simpanan untuk masa depan. Dengan menabung, beberapa pengeluaran yang tidak terduga dapat dicover dengan baik.

Baca juga: Cara Menghitung ROI Sebuah Usaha Atau Perusahaan

Baca juga: Cara Menghitung Bunga Pinjaman Dan Tabungan

Baca juga: Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan

Berikut ini 3 jenis cash flow dan pengertiannya

1. Operational Cash Flow

Operational cash flow adalah pemasukan dan pengeluaran untuk aktivitas sebuah bisnis. Pemasukan bisa hasil dari penjualan produk, layanan, atau dari pinjaman untuk penguatan modal kerja. Pengeluaran meliputi pembayaran gaji pegawai, pembelian bahan baku, bayar listrik, pemeliharaan dan perbaikan, hingga biaya distribusi.

2. Financing Cash Flow

Selanjutnya adalah financing cash flow. Cash flow ini meliputi kas yang diterima dari pinjaman dan penjualan saham, kas yang dibayarkan sebagai dividen ke pemegang saham, kas yang digunakan untuk membeli kembali saham yang dipegang oleh pihak luar, dan kas yang digunakan untuk pembayaran pokok pinjaman dan bunga utang perusahaan.

3. Investment Cash Flow

Terakhir adalah investment cash flow, yaitu kas yang diterima dari penjualan aset berumur panjang atau kas yang dikeluarkan untuk belanja modal, seperti investasi, akuisisi, dan pembiayaan aset berumur panjang.

Cash Flow sangat penting bagi perusahaan dan dapat mempengaruhi perkembangan usaha tersebut. Dengan memperhitungkan cash flow, perusahaan dapat mempertimbangkan keputusan terbaik dalam mengembangkan bisnisnya. Untuk mengoptimalkan pengelolaan keuangan tersebut