Materi Sistem Basis Data Lengkap


Materi Sistem Basis Data Lengkap – Setelah sebelumnya kami bahas soal komponen basis data, kini kita bahas lebih dalam mengenai materi sistem basis data. Dengan materi ini harapannya pembaca bisa memahami apa itu basis data dan apa saja yang ada di dalamnya, berikut fungsi maupun manfaatnya.

Akan tetapi sebelum membahas lebih jauh kita bahas kembali apa itu basis data atau database. Sehingga Anda memiliki gambaran mengenai pengertian database.

Apa Itu Basis Data

Seperti yang diketahui, basis data terdiri dari dua kata. Yakni basis dan data. Jika dijabarkan basis adalah tempat kumpul atau tempat berpusatnya sesuatu. Sedangkan data sendiri adalah fakta-fakta dari dunia nyata yang mewakilkan suatu objek. Objek ini bisa berupa barang, manusia atau hal-hal lainnya yang disimpan ke dalam beberapa bentuk. Misalnya teks, suara, gambar dan lain sebagainya.

Berdasarkan penjabaran di atas bisa disimpulkan bahwa basis data adalah kumpulan data-data yang saling berkaitan sehingga dapat dengan mudah diolah dengan mudah oleh pengguna. Yang termasuk contoh proses pengolahan data adalah menginput, menyimpan, memanggil dan menghapus data.

Baca juga: Cara Membuat Database MySQL

Manfaat Basis Data

Basis data dibuat tentu dengan beberapa tujuan dan manfaat. Database atau basis data memiliki sejumlah manfaat, di antaranya:

  • Kecepatan dan kemudahan: basis data dibuat supaya dapat mempercepat proses pengolahan informasi.
  • Kebersamaan pemakaian: pengguna dapat mengakses database secara bersamaan.
  • Pemusatan control data: proses maintenance data umumnya dilakukan oleh satu user yang disebut dengan administrator database.
  • Keakuratan: seluruh sumber informasi dan hasil olahan data disimpan pada basis data yang sama. Sehingga hal tersebut bisa membuat tingkat keakuratannya lebih terjamin.
  • Efisiensi ruang penyimpanan: umumnya basis data disimpan pada PC yang sifatnya dedicated (server). Dengan begitu proses penyimpanan tidak dilakukan oleh PC yang bertindak sebagai client.
  • Kemudahan membuat laporan: adanya fitur query dan view memudahkan pengguna untuk menyusun laporan dalam bentuk statistik, grafik dan lain-lain.
  • Keamanan: data yang tersimpan bisa diamankan dengan beberapa cara. Seperti memakai password, pembatasan akses atau enkripsi.

Fungsi Basis Data

Basis data mempunyai beberapa fungsi yang dapat kita ketahui, antara lain:

  • Memudahkan proses penyimpanan dan pengaksesan data
  • Mengklasifikasikan data supaya mudah dipakai dan dipahami oleh pengguna
  • Mendukung kinerja aplikasi dalam proses penyimpanan data
  • Menghindari duplikasi data
  • Menjamin kualitas data dan informasi

Tentu saja di atas merupakan sebagian fungsi basis data. Masih ada fungsi-fungsi lain dari basis data yang bisa dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan.

Operasi Basis Data

Basis data bisa dibuat dan juga bisa dihapus. Pada sebuah penyimpanan kita bisa meletakkan beberapa basis data. Seperti basis data perpustakaan, akademik, penjualan dan lain sebagainya. Sedangkan dalam sebuah basis data ada satu tabel atau lebih. Contohnya dalam database akademik ada nama mahasiswa, nomor induk, data diri mahasiswa, hingga nilai-nilai.

Ada beberapa operasi dasar yang bisa dilakukan oleh basis data atau database, yaitu:

  1. Pembuatan database baru (CREATE DATABASE)
  2. Pemusnahan database (DROP DATABASE)
  3. Pembuatan tabel baru dalam database (CREATE TABLE)
  4. Penghapusan tabel dari suatu database (DROP TABLE)
  5. Pengisian data (record) ke dalam tabel (INSERT)
  6. Menampilkan data yang ada pada tabel (SELECT)
  7. Mengubah data yang ada pada tabel (UPDATE)
  8. Penghapusan data yang ada pada table (DELETE)

OPerasi pembuatan database dan tabel merupakan operasi awal yang hanya dilakukan sekali dan bisa berlaku seterusnya. Sedangkan operasi pengisian data menjadi operasi rutin yang perlu dilakukan berulang kali.

Aturan Basis Data

Agar rancangan database yang baik bisa tercipta, ada ketentuan atau aturan yang perlu diperhatikan. Ketentuan pada pembuatan tabel database bertujuan agar memenuhi kriteria sebagai database. Kriteria yang harus dipenuhi antara lain redudansi data, inkonsistensi data, pengaksesan data, data terisolasi untuk standarisasi, masalah keamanan, masalah integritas data, dan multiuser.

Redudansi Data dan Inkonsistensi Data

Penyimpanan data di beberapa tempat yang berbeda disebut dengan istilah redudansi. Hal tersebut menyebabkan pemborosan dan inkonsistensi data jika terjadi perubahan data di beberapa tempat.

Tujuan dari sistem database bukan untuk menghilangkan redudansi data, namun menekan redudansi data. Sebab suatu tabel tidak dapat berhubungan dengan tabel lain jika tidak ada redudansi sama sekali.

Pengaksesan Data

Data yang ada dalam basis data harus dapat diakses oleh siapa saja yang membutuhkan dan memiliki hak untuk mengaksesnya. Maka dari itu perlu dibuat suatu program pengelolaan atau aplikasi untuk mengakses data yang disebut Database Management System (DBMS).

Data Terisolasi untuk Standarisasi

Jika data tersebar dalam beberapa tabel dalam bentuk format yang sama, maka hal tersebut akan menyulitkan dalam menulis program aplikasi, baik untuk menyimpan ataupun mengambil data. Maka dari itu data dalam satu database harus dibuat satu format yang sama. Sehingga program aplikasinya dapat dibuat dengan mudah.

Masalah Keamanan

Tidak semua bagian atau data bisa diakses oleh setiap pengguna sistem database. Contohnya data tentang gaji pegawai hanya dapat dibuka oleh bagian keuangan, sehingga bagian lain tidak bisa membukanya. Keamanan bisa diatur dan disesuaikan, baik di tingkat database atau aplikasinya.

Banyak Pemakai

Basis data atau database dibuat karena nantinya data yang tersimpan di dalamnya akan dipakai oleh banyak pengguna atau user. Baik dalam waktu yang berbeda ataupun bersamaan. Maka dari itu database yang handal dan bisa mendukung banyak pengguna atau multi user sangat diperlukan.

Definisi Sistem Basis Data

Selain basis data, juga ada yang namanya sistem basis data. Lalu apa pengertian sistem basis data?

Sistem basis data adalah suatu sistem yang terdiri dari kumpulan file atau tabel yang saling berhubungan dan memungkinkan sejumlah pengguna untuk mengakses ataupun memanipulasi data maupun file. Berdasarkan definisi ini kita bisa mengetahui bahwa sistem basis data mempunyai lingkup yang lebih luas dibandingkan basis data.

Ada beberapa contoh dari sistem basis data. Antara lain sistem basis data akademik, sistem basis data kependudukan, sistem basis data inventory dan lain sebagainya.

Komponen Sistem Basis Data

Sistem basis data juga mempunyai beberapa komponen. Setidaknya ada tujuh komponen dari sistem basis data. Antara lain:

  1. Perangkat Keras (Hardware)
  2. Sistem Operasi (Operating System)
  3. Basis Data (Database)
  4. Program Aplikasi (Application Program)
  5. Database Management System (DBMS)
  6. Database Administrator (DBA)
  7. Pengguna (User)

Penjelasan lengkap ada di artikel berikut:

Baca juga: Komponen Basis Data

Sistem Manajemen Basis Data

Sistem  manajemen basis data bisa dikatakan merupakan salah satu komponen yang penting pada suatu sistem basis data. Sebagai informasi, Database management system (DBMS) yang menjadi salah satu komponen sistem basis data merupakan aplikasi yang dirancang khusus untuk mengolah database.

Dengan adanya DBMS pengguna bisa melakukan beberapa hal, seperti membuat, mengontrol, memelihara dan mengakses basis data secara efisien dan mudah. Sebab umumnya DBMS mempunyai fitur-fitur yang memungkinkan data bisa diakses dengan mudah. Fitur-fitur yang biasa dijumpai pada DBMS adalah:

  1. Keamanan
  2. Independensi
  3. Data sharing
  4. Integritas
  5. Pemulihan


Loading...

Leave a Comment