Jumlah Simetri Putar dan Simetri Lipat Layang-Layang


Jumlah Simetri Putar dan Simetri Lipat Layang-Layang – Biasanya, anak-anak senang bermain di lapangan terbuka dengan berbagai permainan yang dimainkannya, salah satunya dengan bermain sebuah layang-layang. Permainan layang-layang menjadi salah satu permainan tradisional yang disukai anak-anak karena menggunakan sebuah objek yang diterbangkan. Layang-layang sendiri biasanya memiliki berbagai macam bentuk dan memiliki karakteristik tersendiri.



Bentuk layang-layang merupakan salah satu bentuk geometri benda datar dua dimensi. Layang-layang menjadi sebuah bangun datar yang memiliki bentuk unik dan berbeda dengan bangun datar yang lainnya. Tentunya, bentuk yang unik ini menjadikan layang-layang memiliki ciri-ciri tersendiri sehingga dapat dibedakan dengan bangun datar lainnya. Salah satu caranya adalah dengan menelaah simetri putar dan lipat pada sebuah layang-layang.

Baca juga: Simetri Lipat Bangun Datar pada Matematika

Pada pembahasan kali ini, kalian akan mempelajari mengenai simetri putar dan lipat pada bidang datar layang-layang. Berikut pembahasannya.

Pengertian Layang-Layang

Layang-layang adalah salah satu bagian dari bangun datar yang memiliki aspek dua dimensi dengan dua pasang rusuk yang membentuknya. Dua pasang rusuk yang membentuk layang-layang mempunyai ukuran yang sama panjang sehingga dapat membentuk sebuah sudut yang berhubungan meskipun berbeda.

Rusuk dan sudut pada layangan akan membentuk dua diagonal dengan panjang yang berbeda. Namun, sisi pada layang-layang memiliki dua pasang sisi yang sama panjang, yaitu AB = AD dan BC = DC.Kemudian, untuk sudutnya layang-layang memiliki sepasang sudut yang sama besar, yaitu pada sudut B = sudut D. Pada bagian dalam, layang-layang dilengkapi dengan dua pasang diagonal yang saling tegak lurus, yaitu BD tegak lurus dengan AC.



Baca juga: Sumbu Simetri Bangun Datar pada Matematika

Agar dapat memahami lebih dalam mengenai layang-layang, berikut merupakan ciri-ciri dari bangun datar layang-layang.

  1. Layang-layang mempunyai 2 pasang sisi yang panjang sama.
  2. Pada layang-layang hanya terdapat sepasang sudut yang saling berhadapan dengan besaran yang sama.
  3. Layang-layang memiliki 4 titik sudut.
  4. Diagonal-diagonal pada layang-layang saling berpotongan tegak lurus.
  5. Pada salah satu diagonal bangun ini membagi dua sama panjang dengan diagonal yang lain

Berdasarkan ciri-ciri di atas, penentuan rumus luas layang-layang dapat dilakukan dengan cara mengalikan diagonal 1 dengan diagonal 2-nya, lalu dibagi dengan 2. Kemudian, untuk mencari keliling layang-layang dapat dilakukan dengan menjumlah semua sisinya, yaitu dengan 2a + 2b.

Selain ciri-ciri di atas, karakteristik layang-layang dapat dilihat berdasarkan aspek simetri lipat dan simetri putarnya.

Baca juga: Simetri Putar Bangun Datar pada Matematika

Simetri Putar Layang-Layang

Simetri putar sendiri adalah jumlah putaran yang bisa dilakukan oleh bangun datar, di mana hasil putarannya akan membentuk pola yang sama sebelum diputar, namun posisinya berbeda dengan posisi awal. Setelah berubah dari posisi awal yang mengenai bayangannya, bangun datar yang dapat menempati posisi semula dapat dihitung sebagai simetri putarnya.





Leave a Comment