Simetri Lipat Bangun Datar pada Matematika


Simetri Lipat Bangun Datar pada Matematika – Dalam kehidupan sehari-hari, kita akan sering melihat benda atau hal-hal di sekitar yang terlipat. Misalnya, kertas pada sebuah buku berbentuk persegi dan apabila dilipat dengan sudut yang tepat kertas tersebut akan membentuk sebuah garis lipatan. Hal ini karena kertas tersebut memiliki simetri lipat karena berbentuk persegi.



Persegi sendiri merupakan salah satu bidang datar geometri dan menjadi suatu bentuk geometris dua dimensi dengan beberapa sifat serta  ciri-cirinya. Pada bidang datar sendiri mengenal berbagai macam istilah pula untuk mengetahui aspek pada masing-masing sebuah bangunan. Misalnya, aspek simetri dalam sebuah bangun datar.

Simetri pada bangun datar merupakan hal dasar yang memberikan keterangan lebih lanjut mengenai masing-masing bidang datar. Namun, bidang datar yang memiliki berbagai jenis belum tentu memiliki hal-hal yang bersifat simetri. Salah satunya adalah konsep simetri lipat pada sebuah bangun datar. Bahkan, ada beberapa bangun datar yang tidak memiliki sama sekali sebuah simetri di setiap aspeknya.

Baca juga: Perbedaan Simetri Lipat dan Simetri Putar

Baca juga: Sumbu Simetri Bangun Datar pada Matematika

Pada pembahasan kali ini, kalian akan mempelajari mengenai simetri lipat pada sebuah bangun datar. Berikut penjelasannya.

Pengertian Simetri Lipat

Pada sebuah bangun datar, simetri lipat dapat bermakna jumlah lipatan yang ada pada bangun datar. Lipatan ini dapat membagi bangun datar menjadi setengah bagian, seperempat bagian, hingga menutupi seluruh bangun datar yang dimaksud.

Garis pada simetri lipat memiliki fungsi untuk membagi bangun datar menjadi dua buah bangun yang kongruen dengan aspek simetri lipat. Simetri lipat merupakan hal dasar yang dapat menentukan sebuah bangun datar memiliki simetri lipat. Jadi, jika sebuah bangun datar tidak memiliki simetri lipat menjadikan bangun datar tersebut tidak memiliki simetri lipat dan bahkan memiliki jumlah tidak terbatas.



Dalam menentukan simetri lipat, dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Pada gambar di atas, terdapat sebuah bangun datar persegi panjang dengan empat titik sudutnya, yaitu A, B, C, dan D. Apabila kita mengambil bagian AB dengan melipatnya ke arah CD akan terlihat garis lipatan yang horizontal. Lalu, jika kita mengambil bagian AC dan melipatnya ke BD akan terlihat garis lipatan yang vertikal. Garis-garis yang dimaksud akan membentuk sebuah simetri lipat. Jadi, pada bangun persegi panjang di atas memiliki 2 simetri lipat.

Perlu diingat bahwa setiap bangun datar memiliki simetri lipat yang berbeda-beda. Hal ini dapat disebabkan oleh perbedaan titik sudut, sisi, panjang atau lebar suatu bangun. Misalnya, kita sering menggunakan benda-benda yang berbentuk persegi seperti buku, tisu, dan lainnya yang jelas berbeda dengan bentuk mainan layang-layang kita. Dengan begitu, kita dapat mengetahui dari bentuknya yang berbeda pasti memiliki ciri-ciri yang berbeda pula.



Baca juga: Simetri Putar Bangun Datar pada Matematika



Leave a Comment