Konversi Satuan Jarak (Rumus Dan Contoh Soal)


Rumus Jarak Dan Contoh Soal – Saat duduk di bangku Sekolah Dasar kita dihadapkan dengan berbagai materi tentang matematika. Salah satunya yang cukup membekas di ingatan adalah konversi satuan. Seperti yang sudah pernah dibahas sebelumnya ada begitu banyak satuan yang bisa kita gunakan. Masing-masing satuan ini memiliki fungsi yang berbeda. Begitu juga saat kita ingin mengubahnya menjadi satuan lainnya.

Salah satu yang bisa kita pelajari dengan mudah adalah konversi satuan jarak. Pada dasarnya satuan jarak ini sama saja dengan satuan panjang. Konversi satuan ini juga sangat mudah. Kita bisa mempelajarinya dari tangga satuan jarak. Pada kesempatan kali ini kami bahas lebih jauh seputar satuan jarak, mulai dari apa itu satuan jarak, bagaimana rumus atau cara konversi ke satuan lain, hingga contoh soalnya.

Tidak berhenti sampai di situ, caraharian juga memberikan penjelasan mengenai kecepatan. Sebab jarak dan kecepatan merupakan hal yang tak terpisahkan. Bahkan soal jarak dan kecepatan ini sering muncul. Tentu akan menjadi permasalahan tersendiri jika kita tidak mengetahui bagaimana cara mengerjakannya. Silakan simak pembahasan berikut ini.

Baca juga: Tangga Satuan Panjang

Apa itu Satuan Jarak

Dalam sistem Satuan Internasional satuan jarak adalah satuan yang sama dengan satuan panjang. Satuan ini dinyatakan dalam meter (m) dan dipakai sebagai alat pembanding untuk mengukur jarak antara satu titik dengan titik lainnya.

Hal tersebut membuat kita dapat dengan mudah membayangkan ukuran panjang dari suatu objek atau dari titik tertentu ke titik lainnya. Hanya saja dalam konteks pemakaiannya satuan jarak lebih sering digunakan untuk mengukur dari titik satu ke titik lainnya. Lain halnya dengan panjang yang digunakan untuk mengukur panjang objek.

Selain meter, satuan jarak atau panjang yang sering digunakan oleh masyarakat adalah kilometer (km). Tentu saja kedua satuan ini bukan satu-satunya. Masih ada beberapa satuan lainnya yang bisa dipakai untuk menyatakan jarak. Antara lain hektometer (hm), dekameter (dam), desimeter (dm), centimeter (cm), dan milimeter (mm).

Tangga Konversi Satuan Jarak Meter

Di atas sudah dijelaskan secara singkat mengenai satuan jarak. Kini kita bahas seperti apa tangga satuan jarak meter. Sehingga pembaca bisa memahaminya dengan lebih mudah. Simak gambar berikut ini.

Tangga satuan jarak di atas dapat dipakai untuk mengetahui nilai dari satuan jarak tertentu jika ditemukan perubahan nilai. Satuan jarak akan mengalami kenaikan apabila satuan tersebut berubah dari kecil menjadi yang lebih besar. Contohnya adalah meter menjadi kilometer.

Seperti yang bisa dilihat pada gambar di atas, masing-masing tangga mempunyai nilai 10. Artinya jika satuan jarak mengalami kenaikan maka harus dibagi 10 per satu tangga satuan. Misalnya jika ingin mengubah meter ke kilometer maka kita perlu membaginya dengan 1000.

Begitu juga sebaliknya, jika ingin mengubah suatu satuan jarak ke yang lebih kecil maka kita perlu mengalikannya dengan 10. Misalnya jika ingin mengubah dari meter ke cm kita harus mengalikannya dengan 100.

Satuan Jarak Lainnya

Selain diukur dalam satuan meter, jarak juga biasa dinyatakan dalam satuan lain. Misalnya mil, kaki, yard, hingga tahun cahaya. Lebih jelasnya simak daftar berikut ini:

  • 1 micrometer = 0,000001 m
  • 1 inchi = 0,0254 m
  • 1 mil (UK & US) = 1609,34 m
  • 1 kaki = 0,3048 m
  • 1 yard = 0,9144 m
  • 1 satuan astronomi = 149598550000 m
  • 1 cable = 182,88 m
  • 1 hand = 0,1016 m
  • 1 tahun cahaya = 9460528405000000 m

Satuan Kecepatan

Selain jarak, kita juga mengenal satuan kecepatan. Biasanya kita menjumpainya dalam pelajaran Fisika. Sebenarnya apa itu kecepatan?

Jika dijabarkan kecepatan adalah jarak tempuh per satuan waktu. Semakin tinggi kecepatan suatu objek saat bergerak maka akan semakin jauh jarak tempuhnya per satuan waktu. Sementara satuan kecepatan merupakan satuan jarak per satuan waktu. Contohnya kilometer per jam atau meter per detik.

Akan tetapi kecepatan suatu objek ini tidak bersifat tetap, alias bisa berubah-ubah. Seperti yang bisa diamati, manusia, kendaraan bermotor, atau hewan bisa bergerak dari satu tempat menuju ke tempat lain dengan kecepatan yang berubah-ubah. Bisa pelan, juga bisa cepat. Begitu juga dengan kendaraan bermotor dan alat-alat lainnya. Itulah kenapa pada kendaraan bermotor kita bisa menjumpai speedometer yang menunjukkan seberapa kencang kendaraan tersebut saat melaju.

Satuan Kecepatan dalam Sistem Internasional

Dalam kecepatan kita bisa menggunakan beberapa satuan. Akan tetapi dalam sistem Satuan Internasional (SI) kita biasa menggunakan km/jam dan m/detik atau juga ada yang menyebutnya m/sekon.

Perlu dicatat bahwa dalam sistem internasional yang dipakai sebagai satuan jarak standar adalah meter dan turunannya. Seperti kilometer, decimeter, centimeter, dan lain sebagainya. Sedangkan satuan waktu standar dalam sistem internasional adalah jam, enit, dan detik.

Maka dari itu satuan kecepatan dalam sistem internasional yang paling banyak digunakan adalah kilometer/jam dan meter/detik. Akan tetapi bukan berarti tidak boleh menggunakan satuan kecepatan lainnya. Kita bisa saja menggunakan satuan kilometer/menit, meter/menit, centimeter/detik, dan lain-lain sesuai kebutuhan.

Lalu bagaimana cara mengubah satuan kecepatan? Berikut kami jelaskan bagaimana cara melakukan konversi kecepatan.

Rumus Kecepatan

Di atas kita sudah mengetahui bahwa kecepatan merupakan jarak tempuh per satuan waktu. Maka rumus untuk mencari kecepatan adalah:

v = d/t

v = kecepatan (velocity)

s = jarak tempuh (distance travelled)

t = waktu (time)

Mengubah km/jam ke m/detik

Misalnya diketahui bahwa sebuah kendaraan melaju dalam kecepatan 40 km/jam. Lalu kita ingin mengubahnya menjadi satuan m/detik, maka berikut cara menghitungnya:

40 km = 40 x 1.000 m = 40.000 meter

1 jam = 1 x 3.600 detik = 3.600 detik

40 km/jam = 40.000 m : 3.600 detik = 11,11 m/detik.

Contoh Soal

Setelah mengetahui konversi satuan jarak dan kecepatan. Berikutnya kita bahas contoh soalnya supaya memudahkan pembaca dalam memahami materi ini.

Contoh 1

  1. 156 cm = … mm
  2. 23.000 km = … m
  3. 13.000 m = … dam
  4. 127.000 mm = … m
  5. 15.550 dm = … hm

Jawab:

  1. 156 cm = 1.560 mm (karena dari cm ke mm turun 1 tangga, sehingga dikali 10)
  2. 23.000 km = 23.000 x 1.000 m = 23.000.000 m
  3. 13.000 m = 13.000 : 10 = 1.300 dam
  4. 127.000 mm = 127.000 : 1.000 = 127 m
  5. 15.550 dm = 15.550 : 1.000 = 15,55 hm

Contoh 2

Sebuah sepeda motor melaju di jalan raya dalam kecepatan 60 km/jam. Berapa m/detik kecepatan kendaraan tersebut?

Jawab:

60 km = 60 x 1.000 = 60.000 m

1 jam = 3.600 detik

60 km/jam = 60.000 : 3.600 = 16,67 m/detik

Contoh 3

Seekor kucing dapat berlari dengan kecepatan 3 m/detik. Berapa km/jam kecepatan kucing itu?

Jawab:

3 m = 3 : 1.000 km

1 detik = 1 : 3.600 jam

3 m/detik = (3/1000) : (1/3600) = (3 x 3600) : (1000 x 1) = 10.800 : 1.000 = 10,8 km/jam.

Pada dasarnya rumus konversi satuan jarak dan kecepatan adalah materi yang mudah untuk dipelajari. Kita bisa mengerjakannya dengan mudah tanpa bantuan alat hitung seperti kalkulator. Di atas pembaca juga bisa menyimak beberapa contoh soal yang biasa dijumpai saat mengerjakan soal tentang kecepatan dan jarak. Meski begitu dari beberapa soal di atas sebenarnya masih dapat dikembangkan lagi, sehingga pengerjaannya lebih panjang.

Baca juga: Satuan Waktu

Dalam menguasai berbagai materi matematika kuncinya adalah memahami rumus-rumus untuk mengerjakan suatu soal dan sering mengerjakan soal matematika. Dengan begitu kita terbiasa untuk menyelesaikannya dan tidak menghabiskan banyak waktu untuk menuntaskannya.

Latihan mengerjakan soal menjadi kunci karena kadang kala dalam soal matematika ada yang dibuat lebih rumit dan bisa mengecoh kita.



Leave a Comment