Rumus Volume Tabung Dan Luas Permukaan Tabung


Rumus Volume Tabung Dan Luas Permukaan Tabung Pada kesempatan kali ini kita bahas lebih lanjut mengenai rumus volume dan luas permukaan tabung. Seperti yang diketahui, tabung atau silinder merupakan salah satu bidang ruang yang sangat sering dijumpai di sekitar kita. Bentuknya memiliki ciri khas yang membuatnya berbeda dari bangun ruang lainnya. Begitu juga dengan rumus volumenya.

Mengetahui rumus volume dan luas permukaan tabung ini adalah hal yang penting. Tidak sebatas untuk menyelesaikan soal matematika saja. Akan tetapi juga untuk memudahkan kita dalam melakukan pekerjaan kita jika suatu saat nanti harus menghitung volume suatu benda berbentuk tabung. Baik, langsung saja kita awali dari apa itu tabung.

Pengertian Tabung

Dalam mata pelajaran matematika kita diperkenalkan dengan beberapa macam bangun ruang. Masing-masing bangun ruang ini mempunyai bentuk yang berbeda, sehingga untuk mencari luas, keliling, volumenya harus memakai rumus tertentu mengikuti karakteristik dari bangun ruang tersebut. Hal ini juga berlaku pada tabung.

Tabung merupakan salah satu bangun ruang yang sangat familiar di tengah masyarakat. Sebab ada banyak benda yang dibuat berbentuk tabung. Mulai dari kaleng, tangki, tabung oksigen, wadah, botol minuman, dan lain sebagainya.

Perlu diketahui bahwa tabung adalah bangun ruang yang dibatasi oleh dua sisi yang kongruen dan sejajar dengan bentuk lingkaran dan sebuah sisi lengkung. Dua bidang berbentuk lingkaran tersebut menjadi sisi alas dan sisi atas. Sementara bidang lengkung merupakan sisi tegak atau juga sering disebut selimut tabung.

Baca juga: Rumus Volume Dan Luas Permukaan Bola

Unsur-unsur Tabung

Jika diperhatikan tabung terdiri dari beberapa unsur atau bagian. Dan hal inilah yang membuatnya tampak berbeda dari bangun ruang lainnya. Apa saja unsur dari tabung? Berikut penjelasan selengkapnya yang bisa Anda perhatikan:

  1. Sisi tabung. Sisi tabung merupakan bidang yang membentuk tabung. Sisi ini terdiri dari dua lingkaran dan sebuah selimut.
  2. Selimut tabung. Salah satu sisi dari tabung adalah selimut. Untuk diketahui, selimut tabung adalah bagian yang menutupi bentuk tabung. Jika dibentangkan, selimut ini mempunyai bentuk persegi panjang.
  3. Diameter. Selain selimut tabung juga mempunyai dua lingkaran yang terletak di bagian atas dan bawah atau alas. Jika salah satu lingkaran ini dipotong di tengah-tengah dengan ukuran yang sama, maka jarak potongan dari lingkaran tersebut merupakan diameter dari tabung.
  4. Jari-jari. Seperti yang diketahui, jari-jari adalah setengah dari diameter. Dengan kata lain setengah dari diameter tabung merupakan jari-jari tabung.

Sifat-sifat Tabung

Tabung mempunyai beberapa sifat atau ciri khas. Berikut beberapa sifat yang dimiliki oleh tabung:

  1. Mempunyai 2 sisi berbentuk lingkaran dan 1 sisi berbentuk bidang lengkung.
  2. Mempunyai alas dan tutup berbentuk lingkaran.
  3. Memiliki sisi tegak berupa bidang lengkung atau selimut tabung.
  4. Memiliki 2 rusuk, yakni rusuk alas dan tutup.
  5. Tidak mempunyai titik sudut.
  6. Tabung memiliki tinggi yang jaraknya dari titik pusat alas sampai titik pusat tutup.
  7. Mempunyai jari-jari lingkaran alas dan tutup yang sama besar.

Radius, Diameter, dan Tinggi Sebuah Silinder

Ukuran dari sebuah silinder atau tabung tersebut tidak dilihat dengan besaran diameter penampang tabung serta tingginya, itu berarti diameter tabung bisa terlihat lebih pendek atau lebih panjang dari tinggi tabung itu sendirinya, jadi bisa dikatakan dimensi tinggi silinder lebih besar dari diameternya dimensi tinggi pada tabung disebut juga panjang silinder misalkan pada Batang besi sedangkan dimensi tinggi ini terkadang disebut sebagai tebal silinder seperti contoh pada keping koin.

Rumus Menghitung Volume Silinder

Nah untuk menghitung volume silinder tersebut Anda bisa menggunakan rumus untuk itu Anda harus mengetahui dimensi radius diameter serta tinggi silinder tersebut, berikut rumus yang bisa Anda gunakan :

volume = phi x radius x radius x tinggi

dimana phi = 22/7

Rumus ini seringkali ditulis secara lebih disingkat sebagai V = phi x r x r x t. Volume sebuah silinder pada dasarnya adalah luas lingkaran penampang tabung dikalikan dengan tinggi tabung. Pada rumus tersebut pi x r x r adalah luas lingkaran penampang silinder.

Perlu diperhatikan bahwa dalam menghitung volume sebuah silinder menggunakan rumus di atas, dimensi radius (atau diameter) dan tingginya harus dalam satuan yang sama. Satuan volume adalah satuan panjang kubik misalnya millimeter kubik (mm³), centimeter kubik (cm³) , meter kubik (m³), dan lain sebagainya.

Contoh Perhitungan Volume Silinder

Contoh Soal 1
Soal : Berapa volume sebuah tabung yang memiliki diameter 20 cm dan tinggi 28 cm? (Petunjuk : volume silinder = phi x radius x radius x tinggi).

Jawab :
Radius silinder adalah setengah dari diameter yaitu 10 cm.
Volume tabung = (22/7) x 10 cm x 10 cm x 28 cm = 8.800 cm³.

Contoh Soal 2
Soal : Sepotong kayu dibentuk menjadi sebuah silinder dengan luas penampang 240 cm2. Silinder kayu tersebut tingginya 50 cm. Berapa volume silinder kayu tersebut? (Petunjuk: volume silinder = luas penampang lingkaran x tinggi).

Jawab :
Volume silinder kayu = 240 cm2 x 50 cm = 12.000 cm³.

Contoh Soal 3
Soal : Sebatang besi sepanjang 7 meter mempunyai penampang berbentuk lingkaran dengan diameter 1 cm. Berapa volume batang besi tersebut dalam centimeter kubik? (Petunjuk: volume silinder = pi x radius x radius x tinggi).

Jawab :
Panjang besi              = tinggi silinder yaitu 7 m = 700 cm.
Radius silinder          = setengah kali diameter batang besi yaitu 0,5 cm.
Volume batang besi = (22/7) x 0,5 cm x 0,5 cm x 700 cm = 550 cm³.

Contoh Soal 4
Soal : Sekeping koin logam memiliki tebal 1,4 mm dan diameter 20 mm. Berapa volume koin tersebut? (Petunjuk: volume silinder = pi x radius x radius x tinggi).

Jawab :
Tebal koin      = tinggi silinder yaitu 1,4 mm.
Radius koin    = setengah kali diameter yaitu 10 mm.
Volume koin  = (22/7) x 10 mm x 10 mm x 1,4 mm = 440 mm³.

Contoh Soal 5
Soal : Sebongkah es batu dicetak membentuk silinder dengan ukuran jari-jari silinder dan tebalnya sama yaitu 35 cm. Berapa volume silinder es tersebut? (Petunjuk: volume silinder = pi x radius x radius x tinggi).

Jawab :
Radius                     = jari-jari silinder yaitu 35 cm.
Tinggi silinder        = tebal silinder = 35 cm.
Volume silinder es = (22/7) x 35 cm x 35 cm x 35 cm = 134.750 cm³.

Rumus Luas Permukaan Tabung

Selain mencari volume tabung, kita juga harus bisa mencari luas permukaannya. Untuk menghitungnya kita perlu mengetahui jaring-jaring tabung. Perlu diketahui, jaring-jaring tabung terdiri dari tutup dan alas tabung yang berbentuk lingkaran dan memiliki besar jari-jari ®. Sehingga rumus luas dari alas dan tutup tabung adalah  2π r². Nilai phi (π) bisa kita ganti 22/7 atau 3,14.

Selain bagian alas dan tutup, tabung mempunyai bagian melengkung yang mengelilingi tabung, dan mempunyai bentuk persegi panjang jika dibentangkan. Sehingga rumus luas sisi tersebut adalah panjang x lebar. Panjang bagian melengkung tabung sama dengan keliling lingkaran, sementara lebarnya sama dengan tinggi tabung. Sehingga bisa kita ketahui rumus luas sisi lengkung adalah 2π r t.

Rumus luas jaring-jaring tabung:

  • Rumus luas alas dan tutup : π.r2
  • Rumus luas selimut : 2.π.r.t

Kita sudah mengetahui rumus luas jaring-jaring tabung. Dari rumus-rumus di atas kita bisa mencari berapa luas permukaan tabung. Caranya dengan memakai rumus berikut:

  • Luas permukaan tabung = 2 x Luas alas + Luas selimut tabung
  • Luas permukaan tabung = 2 x (π x r2) + 2 x π x r x t = 2 x π x r x (r + t)

Contoh Perhitungan

Ada sebuah tangki kosong berbentuk tabung yang memiliki diameter 28 cm dan tinggi 10 cm. Tentukan luas permukaan tangki tersebut.

Diketahui:

d = 28 cm, sehingga r = 14 cm

t = 10 cm

Jawab:

  1. permukaan = 2 x π x r x (r + t)

= 2 x 22/7 x 14 x (14 + 10)

= 88 x 28 = 2.464 cm²

Baca juga: Rumus Volume Dan Luas Permukaan Kerucut

Di atas sudah kita bahas bersama seperti apa cara menghitung volume tabung, berikut mencari luas permukaan tabung. Soal yang berkaitan dengan volume tabung tentu saja sangat beragam. Meski begitu penyelesaiannya tetap saja sama.

Akan tetapi tidak menutup kemungkinan terdapat perbedaan tingkat kesulitan yang membuat pengerjaan soal menjadi sedikit lebih rumit. Dengan berlatih mengerjakan soal kita akan terbiasa sehingga dapat menyelesaikan soal serupa dengan lebih cepat.

Itulah tadi sedikit informasi yang sudah saya sampaikan tentang bagaimana cara menghitung silinder menggunakan rumus semoga informasi diatas bisa menambah pengetahuan anda terutama di pelajaran matematika yang berhubungan dengan silinder.



Leave a Comment