Rumus Periode Bandul dan Pegas


Rumus Periode Bandul dan Pegas – Fenomena getaran merupakan salah satu hal yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Getaran dapat berwujud getaran besar maupun kecil bergantung pada gerak periodik dipengaruhi oleh energi yang diberikan. Misalnya, gerak getaran yang terjadi pada sebuah bunyi tentunya berbeda dengan getaran saat terjadinya gempa. Dengan begitu, berdasarkan besar kecilnya sebuah getaran dapat kita ketahui fenomenanya dalam kehidupan kita.

Salah satu hal yang meliputi getaran dalam sistem kerjanya adalah gerak bandul dan pegas. Kedua benda ini memanfaatkan metode getaran untuk dapat bergerak. Tentunya, sebuah getaran dapat kita hitung berdasarkan periode dan frekuensinya. Hal ini dapat memberikan manfaat untuk kita agar dapat memprediksi besarnya sebuah getaran dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita dapat mengukur sebuah getaran pada suatu benda, kita dapat menentukan titik kesetimbangannya dan dapat memprediksi hal-hal lainnya dalam kemungkinan sebuah getaran.



Beberapa parameter pengukuran getaran dapat kita ketahui dengan berbagai besarannya. Misalnya, getaran dalam lingkup periode, frekuensi, hingga amplitudo berbeda cara kerjanya. Parameter pengukurannya pun memiliki beerapa cara dan rumus yang dapat diterapkan dengan menyesuaikan getaran yang ada. Salah satunya dalam mencari getaran melalui periode pada sebuah bandul dan pegas.

Baca juga: Rumus Periode Getaran dan Frekuensi Getaran

Pada pembahasan kali ini, kalian akan mempelajari mengenai parameter getaran dengan rumus periode pada benda bandul dan pegas. Berikut pembahasannya.

Rumus Periode pada Bandul

Dalam sebuah periode benda yang bergerak, umumnya kita dapat mengetahui gerak harmoniknya yang berhubungan dengan gerak bolak-balik benda melalui suatu titik keseimbangan tertentu. Dalam gerakan tersebut terdapat banyak getaran benda dalam setiap sekon yang selalu konstan. Contoh gerak harmonik biasa diberikan dalam gerakan pada sebuah bandul.

Periode sendiri dapat dinyatakan dengan waktu selama terjadi satu kali getaran. Sebuah benda dapat memiliki periode getaran yang berhubungan dengan sebuah waktu yang dibutuhkan pada suatu benda untuk mengalami satu kali getaran. Periode getaran dapat diartikan sebagai kebalikan dari frekuensi. Waktu yang dibutuhkan untuk menempuh satu kali getaran merupakan periode getar yang dilambangkan dengan T. Dalam mencari sebuah periode getaran dapat menggunakan rumus umum T = t : n.

Lebih mudahnya, kita dapat melihat sebuah bandul yang tergantung dan kita simpangkan, lalu dilepaskan. Akan terlihat bahwa bandul tersebut berayun secara bolak-balik melewati titik setimbang  dan bandul bergerak teratur hingga melemah, lalu berhenti. Gerak bolak-balik suatu benda secara teratur melewati titik setimbangnya itulah yang disebut dengan getaran.

Baca juga: Rumus Periode Gelombang dan Contoh Soal

Misalnya, terdapat sebuah bandul yang diikat dengan tali dan bergerak ke kanan, lalu ke kiri pada lintasan A – B – C – D – E dengan titik C sebagai titik setimbang. Satu getaran pada ayunan sederhana dinyatakan melalui lintasan C – D – E – D – C – B – A – B – C. Simpangan pada ayunan bandul tersebut adalah C – B atau C – D. Kemudian, amplitudo ayunan bandul tersebut sama dengan lintasan C – A atau C – E.

Periode pada bandul dapat kita sederhanakan berdasarkan panjang tali dan besar gravitasinya. Semakin panjang tali yang digunakan maka nilai periode atau T semakin besar. Agar lebih paham lagi mengenai periode bandul, dapat kita perhatikan rumusnya berikut ini.

Keterangan:

T = periode

ℓ = panjang tali dengan satuan meter

g = gaya gravitasi (m/s2)

Baca juga: Contoh Soal Diskonto Dan Pembahasan

Contoh Soal

Contoh soal periode bandul dapat kita lihat seperti berikut.

1. Sebuah bandul ditarik ke samping sehingga bandul bergerak bolak balik. Jika jarak K – M = 20 cm dan bandul melakukan 10 kali getaran dalam waktu 5 sekon. Periode getarannya adalah ….



Leave a Comment