Menghitung Luas Dan Keliling Segitiga


Luas Dan Keliling Segitiga – Sebagian besar dari Anda mungkin sudah paham tentang rumus rumus bangun datar segitiga. Hal ini karena pada saat duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama sudah pasti mempelajari segitiga. Nah, disini kami akan mengajak Anda untuk mempelajari mengenai segitiga lebih mendalam.

Pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan mengenai cara bagaimana cara menghitung luas dan keliling segitiga. Namun sebelum itu kami akan mengulas terlebih dahulu mengenai pengertian, karakteristik dan jenis-jenis bangun datar segitiga. Untuk lebih jelasnya mari langsung saja simak ulasan selengkapnya.

Rumus-Rumus Cara Menghitung Bangun Datar Segitiga

Pengertian Segitiga

Pengertian segitiga merupakan sebuah bangun datar yang mempunyai 3 buah sisi, dimana masing-masing sisi tersebut bertemu pada 3 buah titik sudut.

Segitiga bisa dibilang merupakan sebuah datar paling sederhana karena bangun datar yang satu ini merupakan unsur pembentuk bangun datar yang lainnya seperti lingkaran, persegi, persegi panjang, dan juga unsur bangun datar pembentuk bangun ruang seperti limas dan prisma.

Pada umumnya jumlah keseluruhan sudut yang dimiliki oleh bangun datar segitiga 180 derajat. Maka dari itu, kita bisa melakukan perhitungan pada salah satu bangun datar segitiga tersebut jika sudut-sudut lainnya yang dapat diketahui.

Silahkan Anda perhatikan gambar bangun datar segitiga dibawah ini:

Pengertian Segitiga

Dari gambar bangun datar tersebut, keterangannya adalah sebagai berikut:

AB, BC dan CA merupakan sisi-sisi keliling

A = alas

T = tinggi

Baca Juga: Rumus Luas Dan Keliling Bangun Datar

Jenis-Jenis Bangun Datar Segitiga

Segitiga memiliki jenis yang sangat beragam berdasarkan panjang sisi dan juga sudut yang telah membentuk segitiga tersebut. Adapun jenis-jenis bangun datar segitiga adalah sebagai berikut ini:

Jenis-Jenis Segitiga Berdasarkan Panjang Sisi

  • Segitiga Sama Sisi

Segitiga sama sisi adalah sebuah bangun datar yang memiliki sisi sama panjang. Disamping itu, ketiga sudut yang telah dibentuk oleh segitiga sisi memiliki besar yang sama, yakni 60 derajat, karena jumlah sudut yang dimiliki oleh bangun datar segitiga adalah 180 derajat.

Segitiga Sama Sisi

Untuk memudahkan pemahaman Anda mengenai segitiga sama sisi, mari simak penjelasan selengkapnya mengenai sifat-sifat segitiga sama sisi di bawah ini:

Segitiga Sama Sisi

Dari gambar (b) – (d) bisa dilihat bahwa segitiga ABC dapat menempati bingkainya yang dimana menggunakan 3 cara yaitu, diputar hingga 120 derajat yang titik pusatnya adalah O (bisa Anda lihat arah putaran) pada (gambar b) diputar hingga sejauh 240 derajat yang berpusat di titik O (pada gambar c) yang diputar hingga sejauh 360 derajat (hingga satu putaran penuh) yang berpusat pada titik O (pada gambar d).

Dilihat dari gambar a sampai f, maka segitiga ABC sama sisi mempunyai simetri putar hingga tingkat 3. Sedangkan gambar e, f dan g yang caranya membalik dapat menempati bingkai secara tepat. Dalam hal ini, bangun segitiga ABC mempunyai 3 sumbu simetri.

Sementara jika dilihat secara menyeluruh pada gambar diatas, maka berarti sumbu simetrinya adalah CD, BF dan AE. Dengan demikian segitiga sama sisi dapat menempati bingkainya dengan tepat hingga 6 cara.

Jadi dapat disimpulkan bahwa beberapa sifat yang dimiliki oleh segitiga sama sisi yaitu mempunyai simetri putar hingga sebanyak 3 tingkat, 3 buah sumbu simetri, 3 sisi yang sama panjang, 3 sudut sama besar yaitu 60 derajat, dan dapat menempati bingkainya sampai dengan 6 cara.

  • Segitiga Sama Kaki

Segitiga sama kaki merupakan bangun datar segitiga yang dimana kedua sisinya memiliki ukuran sama panjang. Jenis segitiga yang satu ini mempunyai dua buah sudut dengan ukuran sama besar, yakni sudut yang saling berhadapan.

Berikut ini adalah sifat-sifat yang dimiliki oleh segitiga sama kaki:

  • Jika diputar hingga satu putaran penuh maka bangun datar segitiga sama kaki dapat menempati bingkainya secara tepat pada satu cara. Sehingga bangun datar segitiga sama kaki ini hanya mempunyai satu simetri putar.
  • Segitiga sama kaki juga hanya mempunyai satu sumbu simetri saja.

Segitiga Sama Kaki

  • Segitiga Sembarang

Segitiga sembarang adalah jenis segitiga yang dimana ketiga sisinya tidak memiliki ukuran sama panjang dan untuk ketiga sudutnya juga tidak sama besar.

Segitiga Sembarang

Adapun sifat-sifat yang dimiliki oleh segitiga sembarang adalah sebagai berikut:

  • Memiliki tiga buah sisi yang memiliki ukuran tidak sama panjang. Silahkan Anda perhatikan gambar segitiga sembarang diatas, ketiga sisi yang kami maksud yaitu Panjang BA ≠ CB ≠ AC.
  • Tidak mempunyai simetri lipat.
  • Hanya memiliki satu buah simetri putar.
  • Ketiga sudutnya memiliki ukuran besar yang berbeda.

Jenis Segitiga Berdasarkan Besar Sudut

  • Segitiga Lancip

Segitiga Lancip

Segitiga lancip adalah sebuah segitiga yang dimana ketiga buah sudutnya membentuk sudut lancip.  Sudut lancip sendiri merupakan sebuah sudut yang memiliki kisaran mulai dari 0 sampai dengan 90 derajat.

  • Segitiga Tumpul

Segitiga tumpul

Segitiga tumpul adalah sebuah segita yang dimana salah satu sudutnya membentuk sudut tumpul. Sudut tumpul merupakan sudut yang dimana besarnya di kisaran 90 sampai dengan 180 derajat.

  • Segitiga Siku-siku

Segitiga Siku-siku

Segitiga siku-siku merupakan sebuah segitiga yang dimana salah satu sudutnya membentuk sudut hingga 90 derajat.

Rumus Rumus Untuk Menghitung Segitiga

Rumus-Rumus Cara Menghitung Bangun Datar Segitiga

  • Rumus Cara Mencari Luas Segitiga

Berikut ini adalah rumus yang digunakan untuk mencari luas bangun datar segitiga :

L = ½ x alas x tinggi

Ket:

L = Luas

a = alas

t = tinggi

  • Rumus Cara Mencari Keliling Segitiga

Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung keliling segitiga adalah sebagai berikut:

K = sisi1 + sisi2 + sisi3

Ket:

K = Luas

Sisi1 + sisi2 + sisi3 : Panjang sisi-sisinya

Baca Juga: Rumus Luas Trapesium

Penting untuk diketahui, selain memiliki bentuk yang sangat beragam, segitiga juga memiliki beberapa hukum (teorema) yang wajib dipahami, yakni teorema Pythagoras dan juga teorema Heron.

  1. Teorema Pythagoras

Teorema phytagoras merupakan suatu hukum teori yang berlaku khusus untuk segitiga siku-siku. Hukum yang satu ini menjelaskan secara detail mengenai cara menentukan dan menghitung sisi miring. Selain itu, juga dapat digunakan untuk menghitung panjang sisi tegak atau sisi datar dari bangun datar segitiga. Berikut ini adalah rumus dari teori Pythagoras:

c= a2 + b2

Jadi, jika Anda ingin menghitung luas dari segitiga siku-siku tetapi tingginya masih belum diketahui maka Anda harus mencari tingginya lebih dahulu dengan menggunakan rumus Pythagoras diatas.

  1. Teorema Heron

Teorema heron ini digunakan khusus untuk melakukan perhitungan pada segitiga sembarang, dimana panjang masing-masing sisi a, b, dan c pada segitiga ini berbeda. Pastinya jika hanya mengacu pada rumus dasar luas bangun datar segitiga, Anda akan mengalami kesulitan untuk dapat mengingat tingginya tersebut. Rumus Pythagoras tidak berlaku untuk segitiga ini.

Adapun rumusnya adalah sebagai berikut ini:

Luas sama dengan = √s x (s – a) x (s – b) x (s – c)

Dengan s + ½ keliling lingkaran

Selain kedua teorema diatas, ada pula rumus segitiga khusus yang bisa digunakan untuk menghitung luas segitiga sama sisi. Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung luas segitiga sama sisi adalah sebagai berikut:

Dengan s + ½ keliling lingkaran

Contoh Soal

soal rumus segitigasoal rumus segitiga



Loading...

Leave a Comment