Proses Kontraksi Otot Polos Pada Manusia


Proses Kontraksi Otot Polos – Otot polos merupakan otot yang bekerja secara otomatis atas dasar perintah dari otak dan kebutuhan tubuh. Otot polos memiliki sebaran di seluruh tubuh, mulai dari saluran pernapasan, kandung kemih, rahim, hingga saluran pencernaan.



Secara anatomi, otot polos memiliki perbedaan signifikan dengan beberapa otot lainnya. Hal ini karena dari namanya sendiri otot polos tidak memiliki bentuk yang unik, melainkan hanya polos dan tidak memperlihatkan gambaran serat-lintang.

Otot polos yang memiliki sebaran di seluruh tubuh tentunya didasari dengan fungsinya. Misalnya, otot polos yang berada di saluran pencernaan memiliki fungsi untuk membantu perjalanan makanan yang masuk ke pencernaan, sedangkan otot polos di kandung kemih akan bekerja dalam menahan dan melepas urine.

Baca juga: Menghitung Usia Kehamilan Manual Dan Kalkulator

Baca juga: Rantai Makanan di Sawah, Gambar, dan Contohnya

Baca juga: Faktor yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang Manusia



Berdasarkan fungsinya, otot polos memiliki beragam proses kontraksi agar fungsinya dapat berjalan lancar. Kali ini akan disampaikan materi mengenai proses kontraksi otot polos. Berikut pembahasannya.

Proses Kontraksi Otot Polos

Interaksi dari otot polos dapat berhubungan satu sama lain karena adanya kandungan filamen aktin dan miosin. Selanjutnya, kontraksi diaktifkan oleh ion kalsium dan adenosin  trifosfat(ATP) dan akan dipecah menjadi adenosin difosfat(ADP). Hal ini digunakan untuk memberikan energi bagi kontraksi.

Jika ditelaah lebih dalam mengenai filamennya, miosin memiliki diameter dua kali lebih besar daripada filamen aktin. Filamen aktin lebih banyak sekitar 15 kali lebih banyak dari filamen miosin. Hal ini mengakibatkan terlihatnya filamen aktin akan lebih jelas dibanding dengan filamen miosin. Oleh karena itu, terlihatnya filamen aktin dalam jumlah berlebihan pada suatu irisan otot polos pun meningkat dan filamen miosin relative jarang bila dibandingkan dengan filamen aktin.

Proses kontraksi otot polos memiliki sebutan khusus yang disebut dengan mekanisme Latch. Proses ini berhubungan dengan mempertahankan kontraksi  yang lama pada otot polos selama berjam-jam dengan menggunakan sedikit energi. Hal ini akan membutuhkan sedikit sinyal dari sumber hormonal.  Otot polos juga memilki kemampuan untuk mempertahankan besar tekanan tanpa mempedulikan panjang serat otot dalam waktu beberapa detik atau beberapa menit saja.



Jika terjadi pada sistem kerja tubuh, fenomena ini biasa disebut dengan stres-relaksasi dan stress relaksasi balik. Stress-relaksasi terjadi adanya peningkatan tekanan yang besar dan otot polos akan menormalkan kembali tekanan tersebut hampir pada nilai tekanan asalnya. Lalu, stress-relaksasi balik terjadi apabila tekanan akan menurun/rendah dan otot polos akan menaikan tekanan pada nilai aslinya.



Leave a Comment