Proses Haber Bosch Lengkap Dengan Penjelasannya


Proses Haber Bosch – Dalam suatu proses pembuatan amonia (NH3) secara komersial dari reaksi antara N2 dan H2 terdapat proses yang tersusun dari berbagai prosedur dan disebut sebagai proses Haber. Proses Haber, disebut juga proses Haber–Bosch, adalah suatu proses fiksasi nitrogen artifisial dan merupakan prosedur industri utama untuk produksi amonia yang berlaku saat ini.



Sebelum adanya nitrogen sintesis, manusia banyak menggunakan bahan-bahan alam sebagai sumber nitrogen (dalam hal ini sumber pupuk). Misalnya, kotoran ternak dan sisa-sisa batu bara. Namun, pada awal tahun 2020 sektor pertanian membutuhkan lebih banyak pupuk dari yang disediakan. Alam tidak bisa memberikan pupuk yang melimpah dalam waktu yang singkat sehingga hal tersebut membuat ilmuwan berlomba-lomba untuk memikirkan cara memproduksi pupuk.

Baca Juga: Mengenal Asam Karboksilat, Tata Nama dan Sifat-Sifatnya

Baca Juga: Mengetahui Perbedaan Char Dan Varchar

Baca Juga: Cara Menghitung Rumus Luas Permukaan Prisma

Salah satu solusi dari masalah nitrogen sintesis adalah penggunaan proses Haber. Pada pembahasan kali ini, kalian akan mempelajari mengenai proses Haber. Berikut pembahasannya.



Proses Haber dalam Industri

Agar lebih memahami mengenai proses Haber, kamu dapat melihat ilustrasi berikut.

Keterangan:

  1. Nitrogen (diekstraksi dari udara) dan hidrogen (diperoleh dari gas alam) dipompa melalui pipa
  2. Tekanan campuran gas dinaikkan menjadi 200 atmosfer
  3. Gas bertekanan dipanaskan sampai 450°C dan dilewatkan melalui tangki yang berisi katalis besi
  4. Campuran reaksi didinginkan sehingga amonia mencair dan dapat dihilangkan
  5. Nitrogen dan hidrogen yang tidak bereaksi didaur ulang.

Faktor yang Mempengaruhi Proses Haber

Dalam pelaksanaan proses Haber, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi proses haber dan diuraikan sebagai berikut.



Reaktan

Reaktan dari proses haber adalah gas nitrogen dan gas hidrogen. Oleh karena reaksi haber merupakan reaksi yang bersifat dapat balik, reaksi haber mengikuti prinsip Le Chatelier. Dalam prinsip Le Chatelier, apabila reaktan semakin banyak membuat reaksi akan bergeser ke arah produk. Hal ini dapat menyebabkan produk proses haber yang dihasilkan menjadi lebih banyak.

Produk

Berdasarkan prinsip Le Chatelier, semakin banyak produk yang dihasilkan menjadikan reaksi akan bergeser menuju arah reaktan. Hal ini dapat menyebabkan produk yang dihasilkan lebih sedikit.

Baca Juga: Faktor yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang Manusia

Baca Juga: Rumus Cermin, Jenis-Jenis dan Penjelasannya Lengkap

Baca Juga: Cara Membaca Jangka Sorong Yang Benar



Suhu

Reaksi proses haber merupakan reaksi yang bersifat eksotermis. Reaksi eksotermis adalah reaksi yang menghasilkan panas, dalam hal ini panas merupakan produk. Apabila suhu ditingkatkan, maka panas akan meningkat dan menyebabkan reaksi bergeser ke arah reaktan. Hal ini dapat menurunkan produk dari proses haber. Namun, suhu yang terlalu rendah juga dapat menyebabkan laju reaksi proses haber menurun. Sehingga suhu ideal diperlukan. Suhu ideal proses haber adalah 400-450oC.

Tekanan

Reaksi proses haber terjadi pada fase gas dan menyebabkan terhadap pengaruh tekanannya. Dalam prinsip Le Chatelier, pengaruh tekanan bergantung kepada jumlah koefisien dari reaktan atau produk. Dalam proses haber, jumlah koefisien reaktan (3+1 = 4) jauh lebih besar dibandingkan jumlah koefisien produk (2) sehingga peningkatan tekanan dapat menggeser reaksi menuju ke arah produk, dan meningkatkan hasil produksi.



Leave a Comment