Cara Membuat Poligon Frekuensi Dan Contohnya


Cara Membuat Poligon Frekuensi Dan Contohnya – Dalam dunia matematika, terdapat beragam cara untuk menyajikan sebuah data adalah dengan menggunakan diagram. Diagram sendiri memiliki beragam jenis sehingga bervariasi dalam penerapannya. Salah satu variasi diagram dalam menyajikan data adalah menggunakan poligon frekuensi.



Poligon frekuensi menjadi salah satu alternatif dalam menyajikan sebuah data karena dapat memudahkan pembacaan data. Tujuan penggunaan poligon frekuensi juga sama dengan histogram yang memberi keuntungan untuk memberikan tampilan yang menarik. Penggunaan poligon frekuensi hampir sama penerapannya dengan histogram dengan penyajian sebuah diagram. Bedanya, histogram menggunakan diagram batang, sedangkan poligon frekuensi berwujud diagram dengan menggunakan garis atau kurva.

Pada pembahasan kali ini, kalian akan mempelajari mengenai penyajian data kelompok yang menggunakan poligon frekuensi. Agar lebih memahaminya, lakukan latihan beberapa soal setelah membaca materi ini.

Baca juga: Cara Membuat Ogive Di Excel

Baca juga: Cara Membuat Ogive Dari Tabel Distribusi Frekuensi

Pengertian Poligon Frekuensi

Poligon memiliki makna dari kata poly yang berarti banyak dan gone berarti titik. Umumnya, poligon digunakan untuk pengolahan data frekuensi data kelompok dan titik tengah dari data kelompok.

Poligon frekuensi merupakan bagian dari penerapan diagram yang berbentuk grafik. Bentuk poligon dibuat grafik dengan menghubungkan nilai tengah di setiap sisi atas yang berdekatan dengan nilai tengah jarak frekuensinya. Di setiap tengah-tengah sisi atas persegi panjang sebuah poligon diatur berdampingan dan dihubungkan dengan suatu garis yang akan terbentuk menjadi diagram garis.

Tujuan penggunaan poligon dalam penyajian data hampir sama dengan histogram, yaitu untuk memudahkan penyebaran dan pembacaan data berkelompok. Dengan penggunaan poligon, pembacaan data dipermudah dengan penerapan kurva.



Dalam pembuatan sebuah poligon, biasanya akan ditambah dua segmen garis lain yang menghubungkan titik tengah ujung batang pertama dan terakhir dengan titik tengah kelas yang paling ujung. Penerapan frekuensinya dapat bernilai nol.

Agar poligon frekuensi dapat tertutup di setiap ujungnya, dalam membuatnya sebelum kelas paling bawah dan sesudah kelas paling atas perlu ditambahkan satu lagi kelas dengan frekuensi nol. Contohnya seperti berikut.

Dalam penerapan diagram histogram dan poligon, terdapat beberapa perbedaan mendasar sebagai berikut.



  1. Histogram menggunakan batas kelas sedangkan poligon menggunakan titik tengah.
  2. Grafik histogram berwujud segi empat atau menyerupai diagram batang, sedangkan poligon berwujud garis atau kurva yang saling berhubungan satu sama lain.

Baca juga: Cara Membuat Ogive Positif Dan Negatif

Langkah-Langkah Membuat Poligon Frekuensi

Pembuatan poligon frekuensi tentunya berbeda dengan pembuatan diagram-diagram lainnya yang digunakan untuk menyajikan sebuah data. Oleh karena itu, terdapat beberapa langkah-langkah yang dapat diperhatikan ketika membuat sebuah poligon frekuensi.

  1. Gunakan data yang sudah berbentuk tabel distribusi frekuensi untuk mempermudah pemilahan aspek data.
  2. Tambahkan titik tengah pada setiap masing-masing kelas data tabel frekuensi.
  3. Gambarlah sumbu horizontal untuk membuat titik tengah setiap masing-masing kelas.
  4. Gambarlah sumbu vertikal untuk membuat frekuensi yang tertera pada data.
  5. Setelah selesai menggambar garis, hubungkan titik-titik yang berdekatan dengan grafik di mana titik tengah sebagai absis dan frekuensi sebagai ordinat.

Baca juga: Menyajikan Data Dengan Histogram Dan Contoh Soal

Penyajian Data Bentuk Poligon Frekuensi

Tersedia data nilai sebagai berikut.



Leave a Comment