Cara Menghitung Bunga Deposito Semua Bank


Cara Menghitung Bunga Deposito – Saat ini bank menjadi salah satu bagian yang tidak terlepas dari masyarakat. Ada yang memanfaatkan bank sebagai media penyimpanan uang namun ada juga yang melakukan peminjaman dari bank namun tentunya ada bunga kredit yang harus dibayar setiap bulannya.



Kredit serta suku bunga simpanan sebenarnya sudah disampaikan oleh pihak bank, namun tetap saja ada beberapa orang yang tidak mempedulikannya sehingga kurang begitu paham mengenai hal tersebut. Namun lebih baik anda tetap tahu tentang suku bunga supaya bisa bermanfaat di kemudian hari.

Pengertian Deposito

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai cara menghitung bunga deposito, kita harus mengetahui apa itu deposito dan berbagai hal yang menyangkut deposito. Perlu diketahui dalam istilah keuangan deposito adalah uang yang disimpan di bank dalam kurun waktu tertentu yang sudah disepakati antara nasabah dan bank selaku pemegang otoritas.

Selain itu deposito juga dapat diartikan sebagai transaksi yang melibatkan transfer uang ke pihak lain untuk diamankan. Deposito juga bisa bermakna sebagian uang yang dimanfaatkan sebagai jaminan atau jaminan untuk pengiriman barang.

Deposito merupakan produk perbankan yang termasuk dalam kategori investasi. Sedangkan produk perbankan yang termasuk dalam kategori simpanan bank yakni tabungan berjangka/tabungan berencana. Secara fungsi keduanya terdengar mirip namun berbeda.

Karena merupakan produk investasi, deposito dapat memberikan tingkat pengembalian yang lebih tinggi daripada tabungan. Hanya saja nasabah tidak bisa mengambilnya sewaktu-waktu. Biasanya deposito menjadi pilihan orang karena memiliki risiko profil yang tidak tinggi dan dijamin oleh LPS.



Baca juga: Cara Menghitung Bunga Pinjaman

Deposito Konvensional dan Syariah

Sejauh ini pihak bank menawarkan jenis tabungan dan deposito kepada masyarakat melalui dua bentuk yakni secara konvensional dan secara syariah. Yang membedakan adalah pemberian manfaatnya bagi nasabah bank tersebut.

Pada rekening tabungan konvensional cenderung menggunakan skema wadi’ah atau titipan. Artinya apabila anda menitipkan sejumlah uang Anda pada bank tersebut, pihak bank akan memberikan keuntungan atau laba yang berupa bunga kepada Anda sebagai nasabahnya.

Sementara pada semua produk bank syariah baik tabungan maupun deposito telah dijamin terhindar dari praktek riba. Hal itu dikarenakan bank syariah menggunakan skema mudharabah atau bagi hasil. Disini Anda sebagai pemilik modal menaruh sejumlah uang pada bank tersebut yang kemudian pihak bank akan menyalurkan kembali ke pembiayaan (kredit).

Yang menjadi pertanyaan dari mana keuntungannya? Keuntungan dari skema ini didapatkan melalui penyaluran-penyaluran sebelumnya. Kemudian dibagi berdasarkan bagian tertentu, sesuai proporsi masing-masing.



Jenis Deposito



Leave a Comment