Perbedaan Simetri Lipat dan Simetri Putar


Perbedaan Simetri Lipat dan Simetri Putar – Bangun datar menjadi salah satu bagian dari materi geometri yang terbentuk melalui garis dan titik. Pada bangun datar sendiri, bangunan-bangunan yang termasuk di dalamnya merupakan jenis dua dimensi dengan ciri-ciri memiliki ukuran panjang dan lebar. Beberapa bangun datar memiliki perbedaan yang mencolok, seperti bentuk, ciri-ciri, dan sifat-sifatnya. Salah satu perbedaan yang terlihat pada sebuah bangun adalah mengenai aspek simetrinya.



Salah satu hal yang dapat membedakan bangun datar satu dengan yang lainnya adalah aspek simetri, yang terdiri atas simetri lipat dan putar. Namun, terdapat hal penting yang perlu dipahami bahwa tidak semua bangun datar memiliki aspek ini. Selain itu, terdapat pula bangun datar yang memiliki salah satu aspek saja seperti memiliki simetri lipat, tetapi tidak memiliki simetri putar dan begitu sebaliknya.

Baca juga: Simetri Lipat Bangun Datar pada Matematika

Baca juga: Simetri Putar Bangun Datar pada Matematika

Pada pembahasan kali ini, kalian akan mempelajari mengenai perbedaan yang terlihat pada sebuah bangun datar berdasarkan simetri lipat dan putarnya. Begitu penjelasannya.

Simetri Lipat pada Bangun Datar

Simetri lipat dapat bermakna jumlah lipatan yang ada pada bangun datar. Lipatan ini dapat membagi bangun datar menjadi setengah bagian, seperempat bagian, hingga menutupi seluruh bangun datar yang dimaksud.

Dalam sebuah bangun datar yang dapat dibagi menjadi dua bagian yang sama besar berarti memiliki makna bahwa bangun datar tersebut mempunyai sebuah simetri lipat. Ketika mengetahui bangun datar tersebut memiliki simetri lipat, kalian dapat menemukan terlebih dahulu sumbu simetrinya. Sumbu simetri sendiri memiliki makna sebuah garis yang dapat membagi suatu bangun datar menjadi dua bagian yang sama besar.

Beberapa contoh bangun datar yang memiliki simetri lipat diuraikan sebagai berikut.



  1. Persegi/bujur sangkar: 4 simetri lipat
  2. Persegi panjang: 2 simetri lipat
  3. Segitiga sama kaki: 1 simetri lipat
  4. Segitiga sama sisi: 3 simetri lipat
  5. Trapesium: 1 simetri lipat
  6. Jajaran genjang: 0 simetri lipat
  7. Lingkaran: tak hingga jumlah simetri lipatnya.

Baca juga: Sumbu Simetri Bangun Datar pada Matematika

Simetri Putar pada Bangun Datar

Simetri putar dapat dipahami sebagai jumlah bayang-bayang bangun yang diputar dan dapat menghasilkan dalam kurang dari satu putaran. Salah satu aspek bangun datar yang memiliki simetri putar adalah dengan memiliki satu titik pusat. Titik pusat dapat memutar bangun datar dengan kurang dari satu putaran penuh sehingga dapat memiliki bayangan yang tepat seperti pada bangun semula.

Jika sebuah bangun datar dapat membentuk pola perputaran yang sama pada saat sebelum diputar dan tidak dapat kembali ke posisi awal menjadikan bangun datar tersebut memiliki sebuah simetri putar. Hal ini dipengaruhi pula dengan adanya titik pusat yang menjadikan bangun datar tersebut memiliki simetri putar.



Leave a Comment