Notasi Ilmiah Konsep dan Penerapannya Dalam Matematika


Notasi Ilmiah Matematika – Jika berbicara mengenai notasi, biasanya akan berhubungan dengan musik. Namun, notasi ilmiah yang akan dibahas kali ini akan berhubungan dengan ilmu matematika.



Notasi ilmiah merupakan cara penulisan nomor yang mengakomodasi nilai-nilai terlalu besar atau kecil untuk dengan mudah ditulis dalam notasi desimal standar. Notasi ilmiah memiliki sejumlah sifat yang berguna dan umumnya digunakan dalam kalkulator oleh para ilmuwan, matematikawan, dokter, dan insinyur.

Baca juga: Menentukan Nilai Limit X Mendekati 0

Baca juga: Materi Himpunan Penyelesaian Pertidaksamaan

Notasi ilmiah merupakan cara penulisan sebuah angka, baik hasil pengukuran atau perhitungan yang terlalu kecil atau terlalu besar ke bentuk desimal. Dalam aturan notasi ilmiah semua nilai dituliskan dengan bentuk m x 10n.

Bilangan bulat n pada pangkat bentuk notasi ilmiah disebut urutan besarnya dan bilangan real m disebut significand atau mantissa. Untuk bilangan yang sangat besar nilai n adalah positif, namun untuk bilangan yang kecil (kurang dari satu) nilai n adalah negatif.



Pada pembahasan kali ini, kalian akan mempelajari mengenai notasi ilmiah. Berikut pembahasannya.

Konsep Notasi Ilmiah

Notasi ilmiah adalah tata cara penulisan nomor yang mengakomodasikan nilai-nilai yang sangat besar atau yang sangat kecil untuk mempermudah penulisan notasi dalam notasi desimal standar. Ada tiga bagian untuk menulis angka dalam nota ilmiah ini yaitu koefisien yang menunjukan bilangan real apapun antara 1-10, basis yaitu angka decimal 10, dan yang ketiga adalah eksponen merupakan pangkat di mana basis dipangkatkan.

Misalnya, kita mengetahui bahwa jarak bumi dengan matahari sangatlah jauh sekitar 149.600.000 kilometer. Jika dijabarkan maka memerlukan tempat yang cukup luas untuk menuliskannya. Karenanya, untuk mempermudah dalam penulisan jarak bumi dan matahari bisa menggunakan notasi ilmiah atau bentuk baku, sehingga penulisan bilangan yang besar bisa lebih dipersingkat menggunakan notasi ilmiah.

Penerapan Notasi Ilmiah

Dalam notasi ilmiah ini berarti bahwa angka (antara 1 sampai 10) dikalikan dengan menggunakan bilangan berpangkat, seperti: ax10n dimana a merupakan bilangan pokok dan n adalah pangkat (eksponen). Hasil pengukuran harus dinyatakan dalam 1 angka di depan koma. Contohnya, angka 125 jika di tuliskan dalam bentuk baku menjadi 1,2 x 102.



Baca juga: Penjelasan Tentang Ekosistem Buatan

Baca juga: Komponen pada Ekosistem Kolam dan Contohnya

1. Penulisan bilangan lebih dari atau sama dengan 10

Jika bilangan yang lebih dari 10 tidak mempunyai koma (bukan decimal) maka buatlah koma di belakang angka yang paling belakang. Disamping itu, gunakanlah pangkat positif jika titik decimal digeser ke kiri. Contohnya, 27.000.000 = 2,7 x 107.

2. Penulisan bilangan antara 0 dan 1

Dalam penulisan bilangan ini maka menggunakan pangkat negative jika titik decimal digeser ke kanan. Sebagai contoh 0,0000027 = 2,7 x 10-6. Notasi ilmiah ditampilkan dalam kalkulator dapat mengambil bentuk yang dipersingkat lain tetapi memiliki hal yang sama. Misalnya, 3,2 X 106 (notasi tertulis) = 3.2E + 6 (notasi pada beberapa kalkulator) = 3.26 (notasi pada beberapa kalkulator lain).



Leave a Comment