Menghitung Standar Deviasi di Kalkulator dan Excel


Menghitung Standar Deviasi di Kalkulator dan Excel –  Salah satu pembahasan dasar ilmu statistika dan probalitias adalah materi mengenai standar deviasi atau lebih dikenal dengan simpangan baku. Pembahasan simpangan baku dapat memberikan keterangan mengenai ukuran sebaran statistik yang paling lazim pada sebuah data. Mudahnya, simpangan baku digunakan dalam mengukur nilai-nilai data tersebar dan rata-rata jarak penyimpangan titik-titik data diukur dari nilai rata-rata data tersebut.



Standar deviasi dapat diambil dari rumus akar kuadrat varian yang diterangkan pada materi matematika. Pada pembahasan statistik, akar kuadrat varian karena bilangannya berupa positif dan memiliki satuan yang sama dengan sebuah data, seperti pada penggunaan satuan meter menjadikan kesimpulan hasil simpangan baku harus menggunakan meter juga.

Dengan adanya simpangan baku atau standar deviasi akan memudahkan pengolahan data. Data yang diolah harus melewati beberapa penghitungan dasar berdasarkan konsep dasar dari standar deviasi. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mempermudah penghitungannya adalah memanfaatkan kalkulator sebagai alat hitung.

Baca Juga: Cara Menghitung Simpangan Baku (Standar Deviasi)

Baca Juga: Cara Menentukan Simpangan Kuartil Dengan Mudah

Baca Juga: Cara Membuat R Tabel Uji Validitas



Pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai cara menghitung standar deviasi menggunakan kalkulator sebagai alat hitungnya. Berikut pembahasannya.

Konsep standar deviasi

Simpangan baku memiliki makna sebagai bagian dari teknik statistik yang dapat digunakan dalam menjelaskan homogenitas suatu kelompok pada sebuah data. Nilai statistik pada simpangan baku akan berhubungan dengan sebaran data yang ada pada sebuah sampel yang dilihat seberapa dekat titik dan individu rata-rata nilai sampel yang ada.

Dalam dunia statistik, standar deviasi memiliki banyak manfaat salah satunya memudahkan pengolahan data. Dengan adanya standar deviasi, akan memudahkan mencari data yang tepat pada suatu populasi.  Rumus manual yang umum digunakan dalam penghitungan standar deviasi sebagai berikut.



Perhitungan standar deviasi menggunakan kalkulator

Pengolahan standar deviasi dapat dihitung manual menggunakan rumus umumnya dan dapat diolah dengan beberapa cara. Salah satunya dengan menggunakan media kalkulator. Namun, kalkulator yang digunakan adalah jenis scientific yang dapat digunakan untuk menghitung standar deviasi.

Dalam penghitungan standar deviasi menggunakan kalkulator scientific terdapat beberapa langkah yang perlu diperhatikan. Berikut beberapa langkah yang perlu diterapkan dalam penghitungan standar deviasi menggunakan kalkulator scientific.

  1. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghidupkan kalkulator.
  2. Setelah itu, tekan tombol MODE yang biasanya terletak di ujung kanan atas sebelah tombol untuk menyalakan kalkulator.
  3. Setelah menampilkan dengan menekan tombol MODE, pilihlah mode statistik dengan cara menekan tombol nomor 3 (STAT).
  4. Lalu, tekan tombol nomor 1 (VAR – 1).
  5. Jika sudah masuk pada tampilannya, kalian bisa masukkan data yang akan dihitung. Kemudian, tekan ( = ), angka, ( = )dan seterusnya. Ingat, tanda sama dengan ( = ) harus dimasukkan setelah memasukkan angka atau data yang akan dihitung.
  6. Setelah selesai memasukkan data, tekan tombol AC.
  7. Kemudian, tekan tombol SHIFT.
  8. Jika ingin melihat hasil akhirnya, tekan tombol  1 ( STAT ), 4 ( VAR ), 3 ( σ x ).
  9. Langkah terakhir, tekan tombol sama dengan ( = ). Hasil dari data akan ditampilkan pada layar kalkulator.

Cara kedua, kurang lebih prosesnya sama, mungkin akan lebih mudah dipahami. Simak cara menghitung standar deviasi di kalkulator di bawah ini:

  1. Pertama tekan tombol mode setel pada kalkulator
  2. Kemudian tekan tombol 3, pilihan nomor 3= Stat
  3. Kemudian tekan tombol 1, pilihan nomor 1= Var-1
  4. Kemudian akan muncul kolom, nahh selanjutnya kita masukkan data ke dalam kolom tersebut, setelah setiap data dimasukkan jangan lupa tekan tombol =
  5. Setelah kita memasukkan semua data, kemudian tekan tombol AC
  6. Kemudian tekan shift
  7. Setelah itu tekan tombol 1
  8. Kemudian setelah itu tekan tombol 4, pada pilihan 4=var
  9. Kemudian tekan tombol 4 lagi, 4=sx
  10. Setelah itu tekan tombol = dan hasillnya akan keluar..

Baca Juga: Rumus Dan Cara Menghitung Jangkauan atau Rentang



Leave a Comment