Rumus Dan Cara Menghitung HPHT


Rumus Dan Cara Menghitung HPHT – Menantikan kelahiran buah hati adalah hal yang membahagiakan bagi orang tua. Maka dari itu banyak hal yang biasa dilakukan oleh calon orang tua. Salah satunya dengan menghitung usia kehamilan.

Usia kehamilan dihitung tidak hanya untuk mengetahui kapan kira-kira calon buah hati lahir. Bagi calon ayah dan ibu mengetahui usia kehamilan bisa menjadi patokan bagi mereka untuk mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan kelahiran si kecil nantinya. Misalnya untuk mengetahui asupan nutrisi yang tepat sesuai dengan umur kehamilan.



Jika Anda hamil untuk pertama kalinya dan melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan atau bidan maka Anda akan ditanyai sederet pertanyaan. Salah satunya adalah kapan Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT). Wajar jika Anda bingung, karena hal ini merupakan pertama kalinya bagi Anda. Tidak perlu khawatir, berikut akan dibahas lebih lanjut seputar HPHT, termasuk bagaimana cara menghitungnya.

Apa itu HPHT?

Kalkulator kehamilan dapat digunakan sebagai salah satu sarana untuk memperkirakan tanggal kelahiran buah hati Anda meskipun Anda telah mendapatkan perkiraan kelahiran dari dokter. Dengan mengetahui perkiraan tanggal persalinan tersebut, maka dapat memudahkan Anda dalam merencanakan serta mempersiapkan berbagai kebutuhan dalam rangka menyambut kelahiran si buah hati.

Dalam kalkulator kehamilan Anda biasanya akan menjumpai akronim HPHT. Apa itu HPHT?

HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir) merupakan hari pertama kalinya Anda mendapatkan haid atau menstruasi pada siklus menstruasi Anda. Apabila dihitung dari HPHT, umumnya periode kehamilan seseorang berlangsung selama 37-42 minggu atau rata-rata sekitar 280 hari (40 minggu). Sedangkan biasanya, sekitar dua minggu setelah masa haid berakhir akan terjadi ovulasi. Jika pada masa ovulasi tersebut terjadi pembuahan dalam arti sel sperma  bertemu dengan sel telur, maka pada saat itu juga awal dari kehamilan Anda.



Secara umum, dua minggu sejak HPHT tersebut akan disertakan dalam menghitung usia kehamilan Anda. Jika janin Anda dinyatakan berusia empat minggu maka sebenarnya kehamilan Anda dihitung enam minggu. 

Di era digital ini, Anda dapat memanfaatkan kalkulator kehamilan baik secara manual maupun online serta dapat  menggunakan rumus Naegele dan rumus Parikh dalam menghitung perkiraan kelahiran calon buah hati Anda.

Baca juga: Cara Menghitung Masa Subur Yang Benar

Apakah Hasilnya Akurat?

Mengingat HPHT pada setiap periode menstruasi merupakan hal yang mudah bagi seorang wanita. Terlebih hampir setiap bulan pada wanita usia subur pasti mengalami menstruasi. Tidak sedikit juga yang rutin mencatat tanggal HPHT serta berapa lama siklus menstruasi tersebut.

HPHT mungkin tidak selalu dapat dijadikan sebagai acuan yang tepat dalam menghitung perkiraan tanggal persalinan. Namun, faktor-faktor lain juga lebih sulit untuk diprediksi maupun dilakukan perhitungan, misalnya kapan hari pertama ovulasi terjadi, atau kapan hubungan seksual terakhir yang memicu terjadinya kehamilan.



Dalam melakukan penghitungan perkiraan kelahiran bayi, selain menggunakan rumus atau kalkulator kehamilan, dokter juga akan menunjang dan mengonfirmasi hasil perhitungan tersebut menggunakan pemeriksaan USG. Berdasarkan hasil pemeriksaan USG   nantinya dapat diketahui perkembangan janin dari waktu ke waktu hingga cukup usianya untuk lahir ke dunia. Namun sekali lagi  yang perlu Anda ingat, hal-hal tersebut masih berupa perkiraan, segala kemungkinan dapat terjadi. Bisa saja bayi akan lahir lebih awal atau bahkan lebih lama dari tanggal yang telah diperkirakan.

Masih tergolong sangat normal apabila seorang ibu hamil melahirkan dua pekan lebih awal atau dua pekan lebih lambat dari tanggal yang sudah diperkirakan. Berdasarkan studi atas rumus Naegele, hanya sebesar 4% ibu hamil yang melahirkan sesuai dengan hari perkiraan lahir (HPL). Akan tetapi, 90% ibu hamil rata-rata akan melahirkan dalam 3 minggu di sekitar HPL yang telah ditentukan.

Ada beberapa hal yang membuat seorang ibu hamil beresiko melahirkan jauh dari tanggal perkiraan atau HPL yakni:

  1. Kehamilan tersebut merupakan kehamilan pertamanya
  2. Tidak mengetahui secara pasti kapan HPHT
  3. Mengalami obesitas selama kehamilan 
  4. Mengandung bayi laki-laki
  5. Mempunyai anggota keluarga dengan riwayat persalinan terlambat
  6. Sudah pernah memiliki anak dengan persalinan yang terlambat juga sebelumnya

Biasanya menjelang persalinan atau ketika telah melampaui tanggal perkiraan persalinan, pada ibu hamil juga rentan terjadi pengapuran plasenta. Oleh sebab itu, menjelang persalinan dokter akan menyarankan untuk lebih sering melakukan pemeriksaan untuk memantau keadaan buah hati Anda.



Berdasarkan paparan diatas, melakukan konsultasi dengan dokter kandungan secara berkala merupakan pilihan yang tepat. Selain untuk memastikan kebenaran penghitungan kalkulator kehamilan, Anda juga dapat berkonsultasi lebih jauh mengenai kondisi kandungan, kapan bayi Anda akan lahir, persiapan persalinan atau hal-hal lain yang mungkin Anda keluhkan selama kehamilan dan sebagainya.

Alasan Awal Usia Kehamilan Ditentukan dari HPHT

Dalam menghitung usia kehamilan, acuan yang digunakan untuk dilakukan penghitungan yakni berdasarkan HPHT atau hari pertama haid terakhir, bukan berdasarkan hari ketika terjadinya ovulasi. Dimana usia kehamilan ini sering disebut  sebagai gestational age.

Mengapa demikian? Hal tersebut dikarenakan siklus menstruasi setiap berbeda-beda atau bervariasi, begitu juga dengan kapan terjadinya ovulasi. Secara umum, wanita usia subur akan memiliki siklus menstruasi selama 28 hari, dan ovulasi  biasanya akan terjadi hari ke-14 siklus atau dua minggu setelah menstruasi, dimana pada saat itu sel telur akan dilepaskan dan siap untuk dibuahi. Apabila pada saat itu terjadi pembuahan antara sel telur dan sel sperma, maka besar kemungkinan akan terjadi kehamilan.



Leave a Comment