Rumus Luas Juring Lingkaran dan Contoh Soal


Rumus Luas Juring Lingkaran dan Contoh Soal – Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti melihat banyak benda yang berbentuk lingkaran dan memang dasarnya adalah berbentuk bundar. Benda-benda yang berbentuk lingkaran tentunya berbeda dengan beda yang berbentuk bulat karena pada dasarnya bulat merupakan benda 3 dimensi, sedangkan bundar untuk benda 2 dimensi.



Lingkaran merupakan salah satu bagian dari bangun datar yang berbentuk 2 dimensi. Lingkaran menjadi bangunan 2 dimensi yang memiliki konsep tidak terbatas dan tidak memiliki ujung.  Lingkaran sendiri memiliki beragam istilah pada dunia geometri, seperti titik pusat, jari-jari, busur, dan lain sebagainya. Namun, terdapat salah satu bagian lingkaran yang penting dipelajari karena berkaitan mengenai daerah sebuah lingkaran, yaitu juring.

Pada pembahasan kali ini, kalian akan mempelajari mengenai materi bangun datar lingkaran bagian pembahasan juring. Agar lebih memantapkan kalian untuk memahami materi ini, disajikan beberapa contoh soal beserta jawabannya setelah pembahasan singkat mengenai lingkaran.

Baca juga: Rumus Tembereng Lingkaran Dan Contoh Soal

Baca juga: Cara Menghitung Keliling Lingkaran Yang Benar

Bagian Lingkaran Secara Umum

Lingkaran adalah bagian dari bangun datar yang merupakan sekumpulan dari titik-titik pada sebuah garis bidang datar dengan jarak yang sama dari titik tertentu. Pada lingkaran, titik tertentu yang dijadikan patokan dinamakan sebagai titik pusat, lalu titik-titik yang berhubungan selanjutnya akan membentuk suatu garis lengkung.

Sebuah lingkaran memiliki unsur-unsur sebagai berikut.



Keterangan:

  1. Titik O dalah titik pusat yang terletak di tengah-tengah lingkaran.
  2. Garis OA, OB, OC, dan OD adalah jari-jari lingkaran (r) yang merupakan garis dari titik pusat ke lengkungan lingkaran.
  3. Garis AB dan CD adalah diameter yang merupakan garis lurus untuk menghubungkan dua titik di lengkungan lingkaran melalui titik pusat.
  4. Garis lurus AD disebut sebagai tali busur yang merupakan garis lurus untuk menghubungkan dua titik di lingkaran.
  5. Garis AD dan CB disebut busur.
  6. Garis OE disebut apotema.
  7. Daerah COB dengan arsir hitam disebut juring.
  8. Daerah AD diarsir hitam disebut tembereng.

Konsep dasar dari lingkaran adalah penentuan luas dan keliling lingkaran yang diuraikan sebagai berikut.

Baca juga: Cara Menghitung Luas Lingkaran Yang Benar

Pengertian Juring Lingkaran

Juring merupakan bagian dari lingkaran yang menunjukkan daerah dengan batasan. Batasan daerah juring dibatasi oleh dua buah jari-jari lingkaran dengan sebuah busur yang diapit oleh jari-jari tersebut.



Juring dapat digunakan sebagai penghitungan luas lingkaran dengan cara memotongnya menjadi beberapa elemen dan disusun ulang menjadi persegi panjang agar mudah dihitung. Hal ini juga memerlukan jari-jari seperti rumus luas lingkaran pada umumnya.

Juring dapat dikatakan sebagai sektor lingkaran karena memiliki daerah yang dibatasi oleh sebuah busur dan dua buah jari-jari.

Baca juga: Cara Menghitung Diagram Lingkaran

Rumus Luas Juring

Sebelum mencari luas juring pada sebuah lingkaran, tentunya kalian harus mengetahui dasar-dasarnya dahulu seperti konsep luas dan keliling lingkaran. Hal ini karena dalam pencarian luas juring lingkaran masih berhubungan dengan hal tersebut tergantung soal yang disajikan.



Leave a Comment