Contoh Soal Payback Period, Perhitungan dan Pembahasannya


Baca Juga: Cara Menghitung Kalori Makanan Untuk Diet Sehat



Baca Juga: Contoh Soal Limit Aljabar: Nilai Limit X

Baca Juga: Cara Mengatasi Corel Draw X7 Tidak Bisa Save

Untuk mempermudah pemahaman mengenai pembahasan payback periode, berikut ini kami ikut sertakan juga beberapa contoh soal yang dapat dipelajari dan langsung disesuaikan dengan studi kasus yang dihadapi. Selain itu kamu juga bisa menyimak beberapa tips investasi yang ada di situs otonity untuk memperdalam pengetahuan tentang finansial.

Contoh Soal

Soal 1

1. Contoh perhitungan payback period dengan arus kas yang sama

Sebuah manajemen pada perusahaan PT ABC sedang melakukan pertimbangan untuk membeli alat produksi pada komponen elektronika. Dengan adanya pembelian mesin produksi berharga Rp 250 jt, makan keuntungan bersih yang bisa diperoleh dari adanya tambahan mesin tersebut adalah Rp 70 per tahunnya. Lantas, berapakah payback period time untuk mesin tersebut?

Jawaban:



Nilai Investasi = Rp. 250.000.000,-
Kas Masuk Bersih = Rp. 70.000.000,-
periode pengembalian modal = ?

periode pengembalian modal = Nilai Investasi : Kas Masuk Bersih
periode pengembalian modal = Rp. 250.000.000,- :  Rp. 70.000.000,-
periode pengembalian modal = 3,57 tahun

Berdasarkan perhitungan di atas, maka waktu payback period atau periode pengembalian modal untuk suatu mesin produksi adalah 3,57 tahun.

2. Contoh perhitungan payback period dengan arus kas yang berbeda



Terdapat suatu usulan proyek investasi senilai Rp 600.000.000 umur ekonomis 5 tahun, syarat periode pengembalian 2 tahun, dan arus kas per tahun adalah tahun 1 sebesar Rp 300.000.000, tahun 2 sebesar Rp 250.000.000, tahun 3 Rp 200.000.000,  tahun 4 sebesar Rp 150.000.000, dan tahun 5 Rp 100.000.000.

Dalam contoh tersebut, diketahui bahwa arus kas setiap periode (pertahun) tidak sama, sehingga untuk menghitung payback period dari contoh tersebut bisa dilakukan dengan cara berikut ini:

Tahun 1 : Rp 300.000.000
Tahun 2 : Rp 250.000.000 menjadi Rp 550.000.000
Tahun 3 : Rp 200.000.000 menjadi Rp 750.000.000
Tahun 4 : Rp 150.000.000 menjadi Rp 900.000.000
Tahun 5 : Rp 100.000.000 menjadi Rp 1.000.000.000

PP = n + (a : b) x 1 tahun
PP = 2 + ((Rp 600.000.000 – Rp 550.000.000) : (Rp 750.000.000 – Rp 550.000.000)) x 1 tahun
PP = 2 + 0.25 tahun
PP = 2,25 tahun

Dari contoh perhitungan payback period di atas, dapat diketahui periode pengembalian modal yaitu sebesar 2,25 tahun atau tepatnya 2 tahun lebih 3 bulan.



3. Contoh perhitungan payback period dengan arus kas yang berbeda



Leave a Comment