Ketuk (X) Untuk Menutup

Selamat Datang

Di CARAHARIAN

×

Contoh Laporan Cashflow Proyek Pembangunan


Contoh Laporan Cashflow Proyek Kontraktor – Sebuah perusahaan tentu harus mengatur keuangannya dengan berbagai cara, salah satunya dengan membuat laporan keuangan. Laporan keuangan menjadi hal yang penting bagi perusahaan karena diterapkan dengan tujuan agar tidak terjadi kesalahan pemahaman.

Pembuatan laporan keuangan sendiri menjadi hal penting dalam sebuah perusahaan atau kegiatan yang memerlukan pengeluaran uang. Berbagai macam laporan keuangan dapat digunakan dalam beberapa kegiatan di perusahaan, salah satunya kegiatan proyek perusahaan.



Proyek pada suatu perusahaan tentu harus diatur pemasukan dan pengeluaran keuangannya. Laporan keuangan yang diterapkan dapat menggunakan laporan cashflow.  Laporan cashflow ini menjadi cara penyusunan laporan keuangan yang dapat digunakan untuk menyajikan informasi relevan mengenai arus kas.

Baca juga: Cara Menjadi Bug Hunter Di Termux

Baca juga: Cara Membuat Kurva S Di Microsoft Excel

Baca juga: Cara Menghitung Cashflow Perusahan Per Tahun

Tentunya, penggunaan arus kas ini akan mempengaruhi pengeluaran hingga pemasukan yang berhubungan dengan keuangan. Beragam fungsinya menjadi hal-hal dasar bagi jalannya sebuah kegiatan dalam mencapai tujuannya untuk memperoleh keuntungan.

Dalam penerapannya, laporan cashflow memiliki beberapa jenis yang dapat digunakan dengan penyesuaian kebutuhan perusahaan.  Penerapan laporan cashflow dalam sebuah proyek perusahaan harus dilakukan secara detil dan terperinci.

Pada kesempatan kali ini kalian akan mempelajari mengenai laporan cashflow pada proyek perusahaan. Berikut pembahasannya.

Laporan Cashflow

Cashflow sering disebut sebagai arus kas merupakan pertanda kenaikan atau penurunan jumlah uang yang dimiliki oleh bisnis, institusi, atau individu yang dapat dilihat dari sebuah laporan. Dalam bidang keuangan, istilah tersebut berfungsi dalam menggambarkan jumlah uang tunai yang dihasilkan dan dikonsumsi di periode waktu tertentu.

Pemasukan yang lebih besar daripada pengeluaran akan menciptakan cash flow yang positif. Sebaliknya, cash flow akan menjadi negatif apabila pengeluaran lebih besar daripada pemasukan.