Cara Menulis Kutipan Dari Jurnal Yang Benar


Menulis Kutipan Dari Jurnal – Kemampuan menulis dengan baik dan sesuai dengan kaidah yang berlaku terbilang cukup penting. Apalagi jika Anda adalah seorang mahasiswa yang sedang mengerjakan karya tulis ilmiah atau tugas akhir. Bahkan anak yang masih duduk di bangku sekolah menengah saja sudah dilatih untuk membuat karya tulis.

Ada beberapa aturan yang harus dipahami dalam penyusunan sebuah karya tulis. Salah satunya adalah aturan mengenai bagaimana menulis atau mengetik kutipan. Kutipan ini memang menjadi salah satu bagian yang tak terpisahkan dari karya tulis ilmiah atau skripsi. Maka dari itu penting bagi kita untuk memahami bagaimana cara menulisnya.

Adanya kutipan pada skripsi, tugas akhir, atau karya tulis ilmiah akan membuat apa yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu pembahasan juga bisa lebih jelas dan luas. Anda juga akan terhindar dari penyampaian informasi yang bersifat subjektif. Kutipan yang disertai dengan sumber juga akan membuat karya kita terhindar dari masalah penjiplakan.

Karena perannya yang terbilang penting maka pada kesempatan ini kami jelaskan lebih jauh seputar bagaimana penulisan kutipan yang benar dari berbagai sumber. Mulai dari buku, majalah, ataupun jurnal.

Baca juga: Cara Menulis Sitasi Dari Website

Definisi Kutipan

Sebelum mengetahui format penulisan kutipan yang benar, kita bahas terlebih dahulu apa itu kutipan. Kutipan adalah sebuah pendapat atau pernyataan yang disampaikan oleh penulis lain, dan kemudian dikutip untuk dikaji dalam materi yang diberikan oleh penulis yang mengutipnya.

Di samping itu juga dapat diartikan bahwa kutipan adalah pendapat yang diambil dari orang lain, baik secara lisan ataupun berupa tulisan yang tujuannya untuk memperkuat argumentasi suatu karya tulis.

Aturan dalam Menulis Kutipan

Seperti yang sudah disinggung di atas, menulis kutipan tidak boleh dilakukan sembarangan. Ada aturan yang harus diperhatikan agar karya tulis yang kita buat benar. Berikut beberapa poin yang perlu diperhatikan terkait pengetikan kutipan:

  1. Hindari terlalu banyak menggunakan kutipan langsung.
  2. Penulis bertanggung jawab secara penuh terhadap ketepatan kutipan.
  3. Sebelum menulis sebuah kutipan penulis harus mempertimbangkan bahwa kutipan tersebut memang dibutuhkan.
  4. Penulis juga harus mencermati jenis kutipan yang akan dipakai. Bisa kutipan tidak langsung atau kutipan langsung.

Menulis Kutipan Langsung

Salah satu format penulisan kutipan yang bisa Anda gunakan adalah format kutipan langsung. Kutipan langsung merupakan kutipan yang dibuat sama persis dengan sumber. Pada kutipan ini terdapat tanda baca yang menegaskan bahwa pernyataan atau pendapat yang tertulis pada sebuah karya ilmiah diambil dari sumber tertentu sesuai dengan yang tertulis.

Aturan Menulis Kutipan Langsung

Dalam menulis kutipan langsung, ada beberapa hal yang harus dipatuhi. Berikut kami jelaskan secara singkat aturan-aturan seputar jenis kutipan ini:

  1. Kutipan langsung memakai jarak 2 spasi dengan adanya tambahan tanda kutip.
  2. Penulisan kutipan langsung harus sama dengan sumber aslinya dan tidak boleh diganti.
  3. Lantaran dikutip langsung dari sumber, maka kutipan dari jurnal dapat dicocokkan dengan gagasan yang Anda buat.
  4. Saat ingin memisahkan kutipan langsung di tengah-tengah kalimat, Anda bisa menuliskan kalimat awal. Sedangkan kalimat yang dihilangkan diberikan tanda titik tiga. Lalu Anda bisa meneruskan kalimat berikutnya yang perlu Anda masukkan ke dalam karya tulis Anda.
  5. Jika mengutip bagian akhir kalimat, maka kita perlu menambahkan tanda titik empat pada kalimat yang dihilangkan.
  6. Apabila ingin menambahkan komentar pada kutipan langsung, Anda bisa mengetiknya di dalam kurung.
  7. Sumber kutipan seperti nama penulis, tahun terbit, hingga halaman sumber harus dicantumkan dalam karya tulis ilmiah yang Anda buat.
  8. Kutipan yang diambil dari jurnal luar negeri dan berbahasa asing maka harus dicetak miring.
  9. Saat mengetik Anda juga perlu menyesuaikan ukuran font agar lebih kecil dibandingkan tulisan lain yang bukan merupakan kutipan.

Contoh Kutipan Langsung

Menulis Kutipan Tidak Langsung

Kutipan tidak langsung adalah kutipan yang didasari dari referensi lain yang ditulis kembali oleh penulis dengan gaya bahasanya sendiri. Kutipan tidak langsung juga mempunyai beberapa aturan yang membuatnya berbeda dengan kutipan langsung. Di bawah ini kami jelaskan apa saja poin yang perlu diperhatikan ketika menulis jenis kutipan ini.

Aturan Menulis Kutipan Tidak Langsung

  1. Berbeda dengan kutipan langsung, pada kutipan tidak langsung tidak perlu ada tanda kutip.
  2. Sebelum kutipan kita perlu menuliskan penulis jurnal terlebih dahulu. Nama penulis juga bisa diletakkan di akhir kalimat.
  3. Pastikan bahwa kalimat yang disampaikan oleh penulis lain merupakan hasil dari pemikiran sendiri.
  4. Jangan lupa untuk mencantumkan kutipan dari jurnal yang memiliki identitas jelas. Hal ini akan membuat karya tulis Anda lebih objektif.

Contoh Kutipan Tidak Langsung

Kutipan dengan Dua atau Lebih Penulis

Terkadang ada sumber yang ditulis oleh dua penulis berbeda. Jika Anda menjumpai hal semacam itu, maka Anda bisa memasukkan kedua nama penulis tersebut dan dipisahkan dengan tanda ampersand atau tanda ‘&’. Sedangkan jika ingin mencantumkan nama penulis ke dalam pembahasan, maka nama dipisah dengan kata ‘dan’.

Lalu untuk sumber yang terdiri dari tiga nama atau lebih maka kita perlu menuliskan semua penulis berdasarkan abjad dan dipisahkan dengan tanda koma. Kita juga bisa memakai kata ‘et al’. Untuk diketahui, et al memiliki makna dan lain-lain atau dan kawan-kawan.

Sedangkan jika jumlah penulis ada enam orang atau lebih, maka cukup menuliskan nama penulis pertama dan di akhiri dengan kata ‘et al’.

Contoh

Kutipan Kurang dari Empat Baris

Kutipan yang terdiri kurang dari empat baris mempunyai beberapa aturan yang berbeda jika dibandingkan dengan kutipan lebih dari empat baris. Silakan simak aturan penulisan kutipan empat baris ke bawah berikut ini:

  1. Antara kutipan dan paragraf lain diberi jarak 2 spasi.
  2. Kutipan juga bisa ditulis dalam satu paragraf dengan teks lain.
  3. Pada kutipan dicantumkan nama penulis, tahun terbit dan halaman.
  4. Kutipan diberi tanda petik untuk membedakan mana teks biasa dan mana yang merupakan kutipan.

Contoh

Kutipan 4 Baris atau Lebih

Jika kutipan yang dicantumkan terdiri dari empat baris atau lebih, maka ada beberapa aturan yang harus Anda pahami. Penulisannya berbeda dengan kutipan yang terdiri dari di bawah 4 baris. Berikut kaidah penulisan yang benar:

  1. Bisa memakai tanda petik ataupun tidak.
  2. Jarak antar baris pada kutipan 1 spasi.
  3. Kutipan dipisahkan dengan jarak 2,5 spasi.
  4. Tulisan boleh dicetak miring.
  5. Informasi mengenai identitas penulis, tahun terbit dan halaman ditulis sebelum kutipan. Setelah penulisan nama penulis, diikuti dengan tahun terbit dan halaman buku yang ditulis dalam tanda kurung dan dipisahkan dengan tanda titik dua.

Contoh

Baca juga: Cara Membuat Footnote Di Word

Demikian informasi yang bisa kami sampaikan. Aturan penulisan kutipan memang bisa berbeda-beda. Tinggal disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Misalnya disesuaikan dengan ketentuan lembaga atau kampus dan lain sebagainya. Semoga apa yang website kami sampaikan di atas bisa membantu Anda.



Leave a Comment