Cara Menghitung Tagihan Listrik Pulsa / Token


Menghitung Tagihan Listrik – Pasti kita sering mendengar nama meteran KWH pada listrik khususnya dari PLN. Alat ini berfungsi untuk menghitung pemakaian daya listrik dalam satuan kilowatt per hours (KWH) atau biasa juga disebut dengan satuan seribu watt per jam.

Yang menjadi pertanyaan berapa pemakaian listrik kita setiap bulannya dan bagaimana cara menghitung yang benar. Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan informasi mengenai cara menghitung pemakaian listrik yang benar dan akurat. Berikut penjelasannya selengkapnya untuk Anda.

meteran listrik

12 Golongan Tarif Listrik Terbaru

Dalam peraturan terbaru pemerintah menetapkan ada 12 golongan tarif listrik dengan batas daya dan biaya pemakaian yang berbeda-beda. Penetapan tarif listrik ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Seperti nilai tukar dolar AS terhadap rupiah, harga minyak mentah atau ICP, dan inflasi.

tagihan listrik pln

Berikut besaran tarif listrik terkini yang disesuaikan Kementerian ESDM dan PLN menurut golongannya:

Golongan tarif listrik Batas daya Biaya pemakaian
R-1/TR 1.300 VA Rp 1.467,28/kWh
R-1/TR 2.200 VA Rp 1.467,28/kWh
R-2/TR 3.500 VA – 5.500 VA Rp 1.467,28/kWh
R-3/TR > 6.600 VA Rp 1.467,28/kWh
B-2/TR 6.600 VA – 200 kVA Rp 1.467,28/kWh
B-3/TM > 200 kVA Rp 1.115/kWh
I-3/TM > 200 kVA Rp 1.115/kWh
I-4/TT > 30.000 kVA Rp 997/kWh
P-1/TR 6.600 VA – 200 kVA Rp 1.467/kWh
P-2/TM > 200 kVA Rp 1.115/kWh
P-3/TR Rp 1.467,28/kWh
L/TR, TM, TT Rp 1.644,52/kWh

 

Konsumen Golongan Tarif Listrik

Golongan tarif ini terbagi menjadi rumah tangga, kantor pemerintahan, pelayanan sosial, industri dan bisnis. 12 golongan tarif listrik terbaru mendapat penyesuaian menurut peraturan Kementerian ESDM. Berikut tabel yang bisa Anda simak:

Golongan tarif listrik Batas daya Konsumen
R-1/TR 1.300 VA Rumah tangga kecil
R-1/TR 2.200 VA Rumah tangga kecil
R-2/TR 3.500 VA – 5.500 VA Rumah tangga menengah
R-3/TR > 6.600 VA Rumah tangga besar
B-2/TR 6.600 VA – 200 kVA Bisnis sedang
B-3/TM > 200 kVA Bisnis besar
I-3/TM > 200 kVA Industri skala menengah
I-4/TT > 30.000 kVA Industri besar
P-1/TR 6.600 VA – 200 kVA Kantor pemerintah kecil
P-2/TM > 200 kVA Kantor pemerintah besar
P-3/TR Penerangan jalan umum
L/TR, TM, TT Layanan khusus

 

Daftar Tarif Listrik PLN Bersubsidi

Di samping golongan tarif, golongan tarif lain digolongkan berdasarkan subsidi yang didapatkan. Setidaknya ada 25 golongan, termasuk pelaku bisnis kecil, UMKM, industri kecil dan kegiatan sosial. Di bawah ini adalah 25 golongan tarif tenaga listrik bersubsidi:

Golongan tarif listrik Batas daya
Daftar tarif listrik terbaru S-1 220 VA
S-2 450 VA
S-2 900 VA
S-2 1.300 VA
S-2 2.200 VA
S-2 3.500 VA – 200 kVA
S-3 > 200 kVA
R-1 450 VA
R-1 900 VA
Daftar tarif listrik terbaru S-1 220 VA
S-2 450 VA
B-1 450 VA
B-1 900 VA
B-1 1.300 VA
B-1 2.200 VA – 5.500 VA
I-1 450 VA
I-1 900 VA
I-1 1300 VA
I-1 2.200 VA
I-1 3.500 VA – 14 kVA
I-2 > 14 kVA – 200 kVA
P-1 450 VA
P-1 900 VA
P-1 1.300 VA
P-1 2.200 VA – 5.500 VA
Traksi > 200 kVA
Curah > 200 kVA
Daftar tarif listrik terbaru B-1 450 VA
B-1 900 VA
B-1 1.300 VA
B-1 2.200 VA – 5.500 VA
I-1 450 VA
I-1 900 VA
I-1 1300 VA
I-1 2.200 VA
I-1 3.500 VA – 14 kVA
I-2 > 14 kVA – 200 kVA
P-1 450 VA
P-1 900 VA
P-1 1.300 VA
P-1 2.200 VA – 5.500 VA
Traksi > 200 kVA
Daftar tarif listrik terbaru curah > 200 kVA

Rumus Tarif Listrik

Perlu diketahui bahwa rumus tarif listrik yang digunakan PLN ditentukan berdasarkan:

TB = TL x (1 + %TA)

Keterangan:

TB = tarif listrik baru yang berlaku setelah penyesuaian (tariff adjustment)

TL = tarif listrik lama

%TA = Persentase penyesuaian tarif listrik

 

%TA = % (Kkurs x Δ Kurs) + % (KICP x Δ ICP) + % (Kinflasi x Δ Inflasi)

Keterangan:

TA = tarif adjustment

Kkurs = koefisien perubahan kurs

Δ Kurs = selisih antara kurs baru dan acuan yang sesuai APBN

KICP = koefisien perubahan ICP

Δ ICP = selisih antara ICP baru dan acuan yang sesuai APBN

Kinflasi = koefisien perubahan inflasi

Δ Inflasi = selisih antara inflasi baru dan acuan yang sesuai APBN

Jika ingin menghitung pemakaian listrik sesuai daftar tarif listrik PLN, Anda hanya perlu mengalikan besar daya atau kWh dengan besaran daftar tarif listrik terbaru menurut golongan tarif Anda. Sehingga rumusnya adalah sebagai berikut:

Tagihan listrik tiap bulan = besaran daya yang dipakai x tarif listrik

Artinya semakin kecil daya peralatan listrik yang Anda pakai, maka akan semakin rendah tarif listrik yang Anda bayar.

Baca juga: Cara Menghitung Nilai Resistor

Patokan Perhitungan Tagihan Listrik PLN

Perlu diketahui bahwa PLN menggunakan patokan kWh atau Ribuan Watt per jam. Misalnya Anda memiliki AC ½ PK dengan besaran watt 350 Watt. Lalu AC ini digunakan selama 10 jam dalam sehari.

Untuk menghitungnya Anda harus mengalikan 350 Watt dengan 10 jam = 3.500 Watt. Lalu membaginya dengan 1.000 sehingga didapat hasil akhir 3,5 kWh. Artinya dalam sehari penggunaan listrik untuk AC di rumah Anda adalah sebesar 3,5 kWh. Jika ditotal selama 30 hari, maka hasilnya adalah 105 kWh.

Golongan Pelanggan Listrik PLN

Seperti yang Anda ketahui, pelanggan listrik PLN dibagi menjadi dua golongan. Yakni subsidi dan non-subsidi.

Jika listrik yang Anda gunakan di atas 1.300 VA maka Anda termasuk golongan non-subsidi. Biaya per kWh untuk golongan ini adalah 1.467,28. Sementara pelanggan dengan listrik di bawah 1.300 VA masuk dalam golongan listrik bersubsidi dengan biaya per kWh yang lebih murah karena disubsidi oleh pemerintah.

VA tersebut ditentukan saat Anda ingin melakukan pemasangan listrik PLN di rumah. Tentu saja penentuan VA ini harus sesuai supaya listrik yang mengalir ke rumah Anda cukup untuk menyalakan seluruh perangkat listrik yang Anda gunakan.

Kebutuhan VA ini dihitung sesuai berapa Watt yang nyala secara bersamaan. Contohnya AC memiliki daya 400 Watt, kemudian hitung alat listrik apa lagi yang sering digunakan dan berapa watt-nya. Lebihkan sekitar 10-20% watt karena ada perangkat listrik yang memiliki daya angkat awal dengan watt yang lebih besar.

Contohnya jika kebutuhan listrik Anda adalah 1.000 Watt, maka naikkan 20% atau menjadi 1.200 Watt. Untuk itu Anda disarankan untuk memilih listrik dengan kapasitas lebih dari 1.200 VA supaya listrik rumah tidak “jeglek” atau “jepret”.

Menghitung Tagihan Alat Listrik

Sebagai gambaran cara menghitung total tagihan listrik, kita ambil contoh AC di atas. Dalam satu bulan AC rumah menghabiskan 105 kWh. Maka angka tersebut dikali biaya per kWh golongan non subsidi 1.467,28. Sehingga kita dapatkan total biaya Rp 154.000. Total ini merupakan biaya yang harus Anda bayarkan per bulan untuk pemakaian AC.

Akan tetapi selain tagihan di atas juga masih ada biaya lain. Seperti pajak 10% yang merupakan Pajak Penerangan Jalan (PPJ). Di samping itu juga ada biaya materai 3.000 setiap pembayaran tagihan listrik.

Rentang dalam Hitungan Watt Listrik Inverter

Dalam beberapa perangkat listrik yang memiliki teknologi inverter biasanya terdapat rentang Watt. Misalnya suatu AC memiliki daya listrik 380 Watt (280 – 650). Artinya daya minimum AC tersebut adalah 280 watt. Saat kondisi udara tidak terlalu panas inverter dapat menekan pemakaian listrik AC hingga 280 Watt.

Sedangkan saat cuaca panas penggunaan listrik AC inverter tersebut bisa mencapai 650 watt untuk menjaga suhu ruangan tetap dingin. Sedangkan rata-rata penggunaan listrik AC tersebut sekitar 380 watt.

Contoh Total Perhitungan Tagihan Listrik Pulsa / Token

Misalkan dalam sebuah rumah terdapat beberapa peralatan listrik yang digunakan. Rinciannya adalah sebagai berikut:

  • Lampu 10 watt: 10 buah
  • AC 1 PK (750 watt): 3 unit
  • TV digital 150 watt: 1 unit
  • Setrika 250 watt: 2 unit
  • Mesin Cuci 300 watt: 1 unit
  • Lemari es 200 watt: 2 unit

Estimasi Konsumsi Pemakaian Listrik

Selanjutnya kita bahas berapa lama pemakaian peralatan listrik tersebut. Misalnya penggunaan listrik alat-alat listrik tersebut adalah sebagai berikut:

  • Lampu dinyalakan selama 16 jam. Artinya lampu menggunakan listrik sebanyak: 10 buah x 10 watt x 16 = 1.600 watt.
  • AC menyala selama 10 jam. Sehingga dapat diketahui total kWh pendingin ruangan adalah: 3 unit x 750 watt x 10 jam = 22.500 watt.
  • TV digunakan selama 10 jam. Sehingga dapat diketahui kWh televisi: 1 unit x 150 watt x 10 jam = 1.500 watt.
  • Setrika dipakai selama 2 jam dalam satu hari. Artinya total kWh setrika: 2 unit x 250 watt x 2 jam = 1.000 watt.
  • Mesin cuci dipakai dengan durasi 2 jam dalam satu hari. Total kWh mesin cuci adalah: 1 unit x 300 watt x 2 jam = 600 watt.
  • Lemari es digunakan selama 24 jam. Sehingga diketahui total kWh lemari es: 2 unit x 200 watt x 24 jam = 9.600 watt.

Dari perhitungan di atas, dapat diketahui bahwa total daya listrik setiap harinya adalah:

1.600 watt + 22.500 watt + 1.500 watt + 1.000 watt + 600 watt + 9.600 watt = 36.800 watt.

Lantaran nilai daya listrik total yang dibutuhkan adalah dalam satuan kW (1.000 Watt), maka kita perlu membagi hasil di atas dengan 1.000. Sehingga hasilnya adalah 36.8 kW. Setelah itu kita bisa menghitung berapa tagihan listrik dengan cara mengalikan total kWh dengan Tarif Dasar Listrik (TDL) yang terpasang.

Setelah mendapatkan angka konsumsi listrik dalam satuan Kwh tersebut, tinggal kalikan dengan tarif dasar listrik per golongan. Contohnya jika TDL untuk daya 1.300 watt adalah Rp 1.410, maka dalam satu hari tagihan listrik rumah tersebut adalah: 36,8 kWh x Rp 1.410 = Rp 51.888.

Atau dalam 30 hari, maka total tagihan listrik tersebut adalah: Rp 51.888 x 30 hari = Rp 1.556.640.

Tentu saja perhitungan di atas hanya contoh saja. Anda bisa menyesuaikan perhitungan dengan pemakaian listrik harian di rumah Anda.

Perhitungan Listrik 1 Phase

perhitungan listrik 1 phase

Perhitungan Listrik 3 Phase

perhitungan listrik 3 phase

Keterangan

keterangan

Sebenarnya besaran biaya perhitungan pemakaian listrik tergantung kita sebagai penggunanya, oleh karena itu kita bisa berhemat dengan mematikan peralatan listrik yang tidak dipakai, seperti televisi menyala tetapi tidak ada yang menonton, pompa air menyala lupa dimatikan, lampu menyala di siang hari dan masih banyak lagi, setidaknya hal-hal tersebut dapat mencegah pemborosan akibat penggunaan listrik yang berlebihan.

Demikian ulasan tentang cara menghitung tagihan listrik tiap bulan dan semoga informasi mengenai cara menghitung tagihan listrik PLN per bulannya diatas bisa bermanfaat untuk kita semua terutama dalam hal menghemat konsumsi daya listrik.

Terlebih lagi di saat pandemi corona seperti ini, yang mengharuskan kita lebih sering beraktivitas di dalam rumah sehingga konsumsi listrik meningkat dan tagihan membengkak.



Loading...

Leave a Comment