Ketuk (X) Untuk Menutup

Selamat Datang

Di CARAHARIAN

×

Cara Menghitung Siklus Haid Yang Benar


Selama proses menyusui, tubuh memproduksi banyak hormon prolaktin untuk mencukupi proses produksi ASI. Sehingga proses tersebut dapat menekan produksi hormon yang mendukung proses ovulasi (pelepasan sel telur untuk pembuahan). Ketika anda tidak mengalami ovulasi pasca melahirkan sampai masa menyusui selesai, maka Anda juga tidak akan mengalami haid/menstruasi.

Akan tetapi ketika ibu tidak lagi memberikan ASI eksklusif atau menyapih bayi, periode haid atau menstruasi pertama pasca melahirkan akan datang kembali dan berangsur normal. Masa haid pertama setelah melahirkan biasanya akan datang kembali saat ibu tidak lagi memberikan ASI eksklusif kepada bayinya.



Semakin lama ibu memberikan ASI eksklusif dan belum mengalami menstruasi pasca melahirkan, semakin kecil pula kemungkinan untuk bisa hamil kembali. Atas dasar inilah mengapa memberikan ASI eksklusif pada bayi pasca melahirkan bisa menjadi salah satu metode dan upaya penundaan kehamilan untuk sementara waktu. Penundaan kehamilan dengan cara menyusui eksklusif tanpa adanya periode menstruasi usai persalinan dikenal dengan nama metode amenore laktasi.

Proses Haid Setelah Melahirkan

Ketika seorang ibu telah melalui proses melahirkan, umumnya ibu akan mengalami pendarahan sampai keputihan. Hal itu normal dan pasti terjadi. Pendarahan normal ini dikenal dengan darah nifas atau lokia yang keluar dari rahim.

Setelah melalui proses persalinan, tubuh Anda akan terus mengeluarkan darah serta lapisan jaringan yang ada di dalam rahim sebagai sisa kehamilan sebelumnya. Darah yang keluar dalam beberapa minggu awal pasca persalinan mungkin padat dan berbentuk seperti gumpalan.

Volume harus berubah dari berat menjadi ringan. Demikian juga dengan warna yang harus berubah dari merah dengan beberapa gumpalan menjadi merah muda, atau cokelat menjadi putih kekuningan. Setelah beberapa minggu kemudian, jika darah yang keluar berubah menjadi keputihan, ini akan berlanjut lagi selama kurang lebih enam minggu.

Jika keputihan berhenti untuk beberapa waktu dan Anda mengalami perdarahan yang banyak, tandanya Anda mengalami menstruasi. Dan bisa jadi pertanda dimulainya siklus menstruasi pertama Anda setelah melahirkan.

Aplikasi Kalender Siklus Haid

Menghitung siklus haid berguna untuk beberapa hal. Selain untuk mengetahui apakah siklus haid seseorang teratur atau tidak, langkah tersebut juga bertujuan untuk memprediksi masa subur, merencanakan kehamilan, dan mempersiapkan diri saat mengalami PMS.

Sebenarnya menghitung siklus menstruasi bisa dilakukan dengan dua cara, yakni secara manual dan menggunakan aplikasi kalender siklus haid. Saat ini bagi Anda yang memiliki smartphone bisa memanfaatkan aplikasi khusus yang berfungsi untuk mencatat siklus haid. Bahkan juga ada yang dilengkapi fitur untuk membantu pengguna mengenal emosi dan suasana hatinya.

Penasaran apa saja aplikasi tersebut? Berikut pembahasan singkat beberapa aplikasi kalender siklus haid yang bisa Anda coba:

  1. Flo Period & Ovulation Tracker. Aplikasi ini menawarkan fitur pelacakan menstruasi, ovulasi, dan masa kesuburan. Di dalamnya pengguna bisa melihat kalender kesuburan dan ovulasi yang akan memudahkan pengguna untuk melihat waktu yang tepat untuk pembuahan dan hal-hal lainnya.
  2. Clue Period & Cycle Tracer App. Aplikasi ini diklaim memakai pendekatan sains dan penelitian untuk mengenal biologis tubuh pengguna lebih dalam. Aplikasi ini juga memudahkan pengguna untuk merencanakan kehamilan dengan kalkulator ovulasi dan prediksi kesuburan.
  3. Period Tracker Period Calendar. Aplikasi ini berfungsi untuk melacak ovulasi dan memberikan gambaran cepat setiap hari mengenai peluang untuk hamil. Selain itu aplikasi ini juga memiliki fitur pencatatan detail untuk suasana hati, gejala, dan kontrol kelahiran.
  4. Bellabeat Period Diary. Aplikasi ini tidak hanya berguna untuk melacak ovulasi dan suasana hati saja, namun juga bisa membantu pengguna mendapatkan rekomendasi asupan nutrisi, kegiatan olah raga hingga meditasi yang bisa dilakukan sendiri. Bahkan juga terdapat artikel kesehatan yang bisa dibaca.

Sebenarnya masih ada aplikasi-aplikasi lain yang bisa digunakan untuk melacak ovulasi atau menghitung siklus haid. Akan tetapi Anda bisa mencoba beberapa aplikasi di atas terlebih dahulu. Sisanya Anda bisa mencoba sendiri dengan melihat-lihat di app store.

Sebagai tambahan, sebenarnya masih ada satu cara lagi untuk menghitung siklus haid. Yakni dengan memakai smartwatch atau smart band. Beberapa produk jam pintar atau gelang pintar terbaru yang beredar di pasaran saat ini memang dilengkapi dengan period dan ovulation tracker yang memudahkan pengguna untuk mengetahui siklus haid dan beberapa hal penting lainnya.

Selain itu Anda juga bisa menggunakan kalkulator haid secara online, disini.

Baca juga: Cara Menghitung Usia Kehamilan

Itu yang bisa kami sampaikan seputar cara menghitung siklus haid dan beberapa informasi lain terkait haid. Semoga informasi di atas memudahkan Anda untuk memahami lebih jauh mengenai siklus haid yang terjadi pada wanita.

Sehingga jika ada yang tidak normal Anda bisa mengetahuinya dan segera melakukan pemeriksaan. Dan Anda juga bisa memprediksi waktu yang tepat untuk pembuahan jika ingin menjalankan program kehamilan.