Cara Menghitung Pajak PPH 23


Maka PPh yang harus dibayar oleh wajib pajak yang tidak mempunyai NPWP adalah Rp500.000 +(100% x Rp500.000) = Rp1.000.000.



Baca juga: Cara Menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak

Ketentuan Saat Terutang, Penyetoran dan Pelaporan PPh 23

Ada beberapa ketentuan yang berkaitan dengan terutang, penyetoran dan pelaporan PPh Pasal 23, di antaranya:

  1. PPh Pasal 23 terutang pada akhir bulan dilakukannya pembayaran disediakan untuk dibayar, atau telah jatuh tempo pembayarannya, tergantung peristiwa yang terjadi terlebih dulu.
  2. PPh 23 disetor Pemotong Pajak selambat-lambatnya tanggal 10 bulan takwim berikutnya sesudah bulan saat terutang pajak.
  3. SPT Masa disampaikan ke Kantor Pelayanan Pajak setempat selambat-lambatnya 20 hari sesudah masa pajak berakhir.
  4. Jika jatuh tempo batas akhir pelaporan atau penyetoran PPh 23 bertepatan dengan tanggal merah, baik hari libur, hari libur nasional atau hari Sabtu, maka penyetoran atau pelaporan bisa dilakukan pada hari kerja berikutnya.

Ketentuan Tambahan yang Mengatur PPh 23

PPh Pasal 23 juga mengatur beberapa hal lain yang dapat Anda jadikan patokan saat melakukan pembayaran pajak. Lebih jelasnya berikut akan dijabarkan satu per satu.

Pembayaran PPh 23

PPh Pasal 23 dapat dibayarkan oleh pihak pemotong dengan cara membuat ID Billing terlebih dahulu. Setelah itu membayarnya lewat bank yang sudah disetujui oleh Kementerian Keuangan. Sedangkan jatuh temponya adalah tanggal 10, atau satu bulan sesudah bulan terutang PPh Pasal 23.

Bukti Potong PPh Pasal 23

Pihak pemotong wajib memberikan bukti potong (rangkap pertama) yang telah dilengkapi pihak yang dikenakan pajak tersebut. Hal ini bertujuan untuk dijadikan bukti bahwa PPh 23 sudah dipotong atau dibayarkan.

Pelaporan PPh Pasal 23

Pelaporan dilakukan pihak pemotong dengan cara mengisi SPT Masa PPh Pasal 23. Setelah itu pihak pemotong dapat melaporkannya lewat fitur lapor pajak online.



Untuk diketahui, jatuh tempo pelaporannya adalah tanggal 20, satu bulan sesudah bulan terutang PPh Pasal 23.

Penting bagi kita untuk tidak hanya mengetahui bagaimana cara menghitung pajak PPh Pasal 23, namun juga ketentuan-ketentuan seputar tarif PPh tersebut.

Sebab pajak penghasilan tersebut berlaku bagi kita sebagai penyedia jasa atau sebagai pembeli jasa. Anda bisa mencari informasi lebih lengkap seputar PPh Pasal 23 di situs resmi DJP.



Leave a Comment