Ketuk (X) Untuk Menutup

Selamat Datang

Di CARAHARIAN

×

Cara Menghitung Peluang Dadu (Matematika)


0 ≤ P (A)  ≤ 1 dengan P(A) adalah peluang suatu kejadian A

Apabila P(A) = 0, maka kejadian A adalah kejadian yang mustahil, sehingga peluangnya adalah 0. Berikut adalah contohnya:



Matahari terbit dari selatan adalah kejadian yang mustahil. Oleh karenanya peluang tersebut adalah 0.

Sementara jika P(A) = 1, maka kejadian dari A adalah kejadian yang pasti.

Frekuensi Harapan

Frekuensi harapan adalah suatu kejadian, yakni harapan banyaknya muncul suatu kejadian dari beberapa percobaan yang sudah dilakukan. Secara matematis frekuensi harapan bisa ditulis dengan rumus berikut:

Frekuensi harapan = P(a) x banyak percobaan

Contoh:

Pada percobaan pelemparan sebuah dadu yang dilakukan sebanyak 60 kali, maka bisa kita ketahui bahwa:

Peluang akan muncul mata 2 = ⅙

Frekuensi harapan munculnya mata 2 = P (mata 2) x banyak percobaan = ⅙ x 60 = 10 kali.

Kejadian Majemuk

Kejadian majemuk merupakan dua atau lebih kejadian yang dioperasikan, sehingga terbentuk suatu kejadian baru. Sebuah kejadian K dan kejadian komplemen berupa K’ memenuhi persamaan berikut:

P(K) + P(K’) = 1 atau P(K’) = 1 – P(K)

Penjumlahan Peluang

 

Dalam penjumlahan peluang ada tiga macam yang bisa kita pelajari. Yakni kejadian saling lepas, kejadian tidak saling lepas dan kejadian bersyarat. Masing-masing kondisi ini mempunyai ketentuan yang berbeda-beda. Berikut pembahasan selengkapnya.

Kejadian Saling Lepas

Dua kejadian A dan B bisa dikatakan saling lepas jika tidak ada satupun elemen yang terjadi pada kejadian A yang sama dengan elemen yang terjadi pada kejadian B. Sehingga peluang salah satu A atau B mungkin terjadi. Untuk rumus kejadian saling lepas adalah sebagai berikut:

P(A u B) = P(A) + P(B)

Kejadian Tidak Saling Lepas

Artinya adalah ada elemen A yang sama dengan elemen B. Sehingga rumus kejadian tidak saling lepas adalah sebagai berikut:

P(A u B) = P(A) + P(B) – P(A n B)

Kejadian Bersyarat

Kejadian bersyarat bisa terjadi jika kejadian A bisa mempengaruhi munculnya kejadian B dan demikian sebaliknya. Sehingga dari hal tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut:

P(A n B) = P(A) x P(B/A)