Cara Menghitung Kepadatan Populasi Penduduk


Menghitung Kepadatan Penduduk – Mungkin Anda penasaran bagaimana orang-orang atau suatu lembaga mengetahui kepadatan populasi penduduk. Kepadatan penduduk berhubungan juga dengan pertumbuhan penduduk.

Perlu diketahui bahwa pola pertumbuhan penduduk di dunia cenderung mengikuti deret ukur atau deret geometri. Hanya saja menghitung kepadatan penduduk justru tidak memakai rumus deret geometri. Lalu bagaimana cara menghitung kepadatan populasi penduduk? Sebelum masuk ke cara menghitung, kita bahas terlebih dahulu apa itu kepadatan penduduk.

Pengertian Kepadatan Penduduk

Kepadatan penduduk adalah besarnya angka yang menyatakan perbandingan jumlah penduduk dan luas area. Semakin besar angkanya maka dapat diartikan semakin padat pula kepadatan penduduk di area tersebut.

Mengetahui tingkat populasi penduduk menjadi hal yang penting. Karena semakin tinggi tingkat populasi suatu wilayah membuat kebutuhan sumber daya alam seperti air, bahan makanan, listrik dan lain sebagainya juga turut meningkat. Hal tersebut juga menyebabkan persediaan sumber daya alam menurun.

Dengan kata lain kepadatan populasi penduduk dengan ketersediaan sumber daya alam mempunyai hubungan kebalikan. Yang artinya semakin padat populasi manusia di suatu wilayah maka akan semakin menurun sumber daya alam yang tersedia.

Tidak hanya itu saja, kepadatan populasi juga berdampak langsung terhadap tingkat pencemaran lingkungan. Seperti yang diketahui, bertambahnya jumlah penduduk sejalan dengan semakin tingginya tingkat pencemaran lingkungan.

Bukan tanpa alasan, semakin tingginya jumlah penduduk akan membuat produksi limbah juga lebih tinggi. Tentu saja hal ini berbanding lurus dengan pencemaran lingkungan.

Baca juga: Cara Menghitung Persentase Kenaikan

Rumus Menghitung Kepadatan Penduduk

Setelah mengetahui apa itu kepadatan penduduk, kini kita bahas seperti apa cara menghitung kepadatan populasi penduduk. Seperti yang sudah disinggung di atas, kepadatan penduduk merupakan perbandingan antara jumlah penduduk dengan luas wilayah.

Sehingga rumus untuk mencari kepadatan populasi penduduk adalah sebagai berikut:

Contoh

Untuk memudahkan pemahaman Anda terkait rumus di atas, kami berikan contoh sederhana yang bisa Anda amati. Berikut ini kita hitung kepadatan penduduk di DKI Jakarta pada tahun 2015.

Informasi data luas wilayah DKI Jakarta dan jumlah penduduknya bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

Sehingga, dapat diketahui bahwa kepadatan penduduk (KP) DKI Jakarta di tahun 2015 adalah:

Dapat diketahui bahwa KP DKI Jakarta adalah 15.386,1285 yang bisa kita bulatkan menjadi 15.386. Artinya kepadatan penduduk di wilayah DKI Jakarta adalah 15.386 untuk setiap 1 km2. Dengan kata lain setiap 1 km2 luas wilayah DKI Jakarta dihuni sebanyak 15.386 orang.

Kepadatan Penduduk Kasar

Cara di atas juga disebut dengan kepadatan penduduk kasar atau crude density of population. Kepadatan penduduk kasar juga mempunyai istilah lain, yakni kepadatan penduduk aritmatika.

Kepadatan penduduk kasar dipakai untuk menghitung tingkat kepadatan penduduk suatu wilayah. Seperti yang sudah kami jelaskan, rumus kepadatan penduduk kasar adalah jumlah penduduk dibagi luas wilayah. Kepadatan penduduk atau population density memakai satuan penduduk jiwa/km2.

Kepadatan Penduduk Fisiologis

Selain cara di atas, masih ada cara-cara lain yang bisa digunakan untuk menghitung kepadatan penduduk. Salah satunya adalah kepadatan penduduk fisiologis. Akan tetapi untuk metode ini mempunyai fungsi yang berbeda.

Kepadatan penduduk fisiologis adalah perbandingan jumlah penduduk dengan luas lahan pertanian. Kepadatan penduduk fisiologis juga dapat diartikan sebagai jumlah penduduk di tiap kesatuan luas wilayah tanah produktif.

Kepadatan penduduk fisiologis ini biasanya dipakai untuk mengetahui kemampuan produksi pertanian dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Cara mengetahui kepadatan penduduk fisiologis adalah dengan membagi jumlah penduduk suatu wilayah dan luas tanah pertanian.

Kepadatan Penduduk Agraris

Kepadatan penduduk agraris adalah perbandingan antara jumlah penduduk yan mempunyai aktivitas di sektor pertanian denga nluas lahan yang dapat diolah untuk pertanian.

Parameter ini biasanya dimanfaatkan untuk menunjukkan perbandingan jumlah penduduk di suatu daerah dengan luas tanah pertanian yang tersedia.

Baca juga: Cara Menghitung Pendapatan Per Kapita

Faktor yang Mempengaruhi Kepadatan Penduduk

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kepadatan penduduk di suatu wilayah. Antara lain kelahiran, kematian, hingga migrasi atau perpindahan penduduk. Berikut ini akan kami jelaskan satu per satu.

Angka Kelahiran (Natalitas)

Angka kelahiran menjadi parameter tingkat kelahiran pada sebuah wilayah. Kriteria angka kelahiran ini bisa dibagi menjadi beberapa golongan, antara lain rendah, sedang dan tinggi.

Lebih jelasnya kriteria rendah dinyatakan terpenuhi jika angka kelahiran kurang dari 20. Sementara angka kelahiran sedang jika berada di rentang 20-30. Lalu angka kelahiran tergolong tinggi jika nilanya lebih dari 30.

Angka Kematian (Mortalitas)

 Selain angka kelahiran, kepadatan pemduduk juga dipengaruhi oleh angka kematian. Sama halnya dengan natalitas, mortalitas dibagi menjadi tiga golongan, yakni rendah, sedang dan tinggi.

Angka kematian dapat dinilai rendah jika nilainya kurang dari 9. Sedangkan dikatakan sedang jika angka kematiannya berkisar 9-13. Lalu masuk kategori tinggi jika angka kematiannya memiliki nilai lebih dari 18.

Perpindahan Penduduk (Migrasi)

Migrasi juga turut mempengaruhi kepadatan penduduk suatu wilayah. Seperti yang diketahui, migrasi terbagi menjadi beberapa macam, antara lain transmigrasi, urbanisasi, ruralisasi, imigrasi, dan emigrasi. Berikut adalah pengertian masing-masing jenis migrasi:

  1. Transmigrasi: perpindahan penduduk dari pulau yang padat penduduk ke pulau yang jarang penduduk.
  2. Urbanisasi: perpindahan dari desa ke kota.
  3. Ruralisasi: perpindahan dari kota ke desa.
  4. Imigrasi: masuknya warga negara asing ke negara lain.
  5. Emigrasi: keluarnya warga negara ke negara lain.

Dampak Kepadatan Penduduk dan Solusinya

Sudah disinggung di atas bahwa kepadatan penduduk bisa mengakibatkan berkurangnya sumber daya alam yang tersedia dan juga masalah pencemaran lingkungan oleh limbah yang semakin tinggi. Akan tetapi kedua hal tersebut bukanlah satu-satunya.

Masih ada masalah-masalah lainnya yang bisa muncul seiring dengan bertambahnya populasi penduduk. Mulai dari masalah ekonomi, sosial dan lain-lain. Untuk lebih jelasnya berikut adalah beberapa permasalahan yang bisa muncul karena terjadinya kepadatan penduduk:

  1. Kebutuhan lahan untuk pemukiman akan meningkat, seiring dengan itu lahan produktif akan menjadi berkurang.
  2. Kebutuhan pangan turut meningkat, yang bisa mengakibatkan eksploitasi alam secara berlebihan sehingga terjadi ketidakseimbangan alam.
  3. Jumlah pengangguran bertambah karena lapangan pekerjaan yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah penduduk.
  4. Kasus kriminalitas bertambah karena banyaknya pengangguran.

Permasalahan-permasalahan di atas bukan tanpa solusi. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menekan atau bahkan mengatasi dampak dari kepadatan penduduk. Salah satunya adalah dengan menekan populasi penduduk. Lebih jelasnya berikut adalah beberapa usaha untuk mengatasi kepadatan penduduk:

  1. Menekan angka kelahiran lewat program Keluarga Berencana (KB).
  2. Memberikan pembekalan keterampilan kepada para pelaku wirausaha untuk usia produktif yang bertujuan untuk membuka lapangan kerja baru.
  3. Meratakan kepadatan penduduk dengan mengadakan program transmigrasi.

Demikian informasi yang bisa kami sampaikan. Mengetahui cara menghitung kepadatan penduduk adalah hal yang penting bagi sebagian orang. Contohnya adalah mereka yang bertugas di bidang statistik atau lembaga pemerintahan.

Dengan mengetahui cara di atas diharapkan bisa mengetahui kondisi kepadatan penduduk di suatu wilayah dengan cepat dan akurat.



Loading...

Leave a Comment