Cara Menghitung Kebutuhan Besi Beton


Menghitung Kebutuhan Besi – Dalam membangun suatu konstruksi, kita perlu memperhitungkan berbagai hal dengan cermat. Mulai dari kebutuhan material bangunan, anggaran yang perlu disiapkan, tenaga kerja yang dibutuhkan dan lain sebagainya. Mengetahui data-data yang berkaitan dengan hal tersebut penting sehingga semuanya bisa berjalan dengan lancar tanpa halangan.

Salah satu hal yang perlu kita perhatikan adalah kebutuhan material bangunan, seperti kebutuhan besi beton. Besi beton menjadi satu dari sekian bahan bangunan yang mempunyai peran sangat penting terhadap pembangunan suatu konstruksi.



Pengertian Besi Beton

Sebagai pembuka kita bahas terlebih dahulu apa itu besi beton. Besi beton adalah besi yang dipakai untuk konstruksi beton bertulang. Besi ini berguna sebagai penahan gaya tarik. Sementara beton mempunyai peran sebagai penahan gaya tekan. Kombinasi besi dan beton ini bisa menciptakan konstruksi yang lebih kokoh.

Besi beton yang dijual di pasaran tersedia dalam berbagai macam diameter. Mulai dari 6 mm, 8 mm, 10 mm, 12 mm da lain sebagainya. Jika dilihat dari bentuknya, besi beton terbagi menjadi dua macam. Yaitu besi beton polos dan besi beton ulir.

Pemakaian besi beton harus disesuaikan dengan hitungan struktur yang sudah ada. Baik untuk penggunaan diameter besi atau jenis beton yang akan dipakai. Umumnya bagian struktur bangunan yang memakai besi beton adalah plat lantai, plat tangga, ring balk atau balok ring, sloof, kolom dan balok. Seluruh bagian ini memerlukan jumlah besi beton yang berbeda-beda.

Baca juga: Cara Menghitung Kebutuhan Cat

Menghitung Kebutuhan Besi Beton

Untuk menghitung kebutuhan besi beton maka kita perlu mengetahui diameter, hingga berat besi beton tersebut. Baik besi beton polos ataupun ulir. Untuk mempermudah pemahaman tentang cara menghitung kebutuhan besi beton, berikut ada beberapa contoh yang bisa Anda amati.



Contoh 1

Pada contoh 1 ini misalnya kita ingin membangun suatu k onstruksi dan kita memerlukan besi beton polos dengan diameter atau ukuran garis tengah 10 mm. Panjang besi beton yang dibutuhkan kira-kira 35 meter. Maka kita bisa mengetahui bahwa:

d = 10 mm dan L = 35 m.

Berdasarkan diameter – berat besi beton polos, dapat diketahui bahwa berat/meter mencapai 0,62 kg/m. Maka berat besi yang harus kita beli adalah:

35 m x 0,62 kg/m = 21,7 kg.



Dari informasi panjang yang dibutuhkan kita dapat mengetahui jumlah batang besi beton yang perlu kita beli. Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI),  panjang batang besi beton polos adalah 12 meter. Sehingga kita perlu membeli besi beton polos sebanyak:

35 m : 12 m = 2,91667 batang atau bisa dibulatkan menjadi 3 batang.

Contoh 2

Contoh berikutnya misal kita ingin membangun kolom beton dengan tinggi 3,5 meter dan memiliki keliling 20 x 20 cm. Dalam pengerjaan ini kita memakai 2 jenis ukuran besi beton, yaitu besi beton d10 sebagai tulangan utama dan d8 sebagai begel atau sengkang yang mengikat tulangan utama. Sengkang ini dipasang setiap 15 cm atau 0,15 m. Maka cara menghitung kebutuhannya adalah sebagai berikut:

Kita hitung kebutuhan besi beton d10 sebagai tulangan utama:



  • Panjang total besi beton d10 yang dibutuhkan: 3,5 m x 4 (jumlah tulangan pokok) = 14 meter
  • Jumlah total batang besi beton d10: 14 m : 12 m (panjang satu batang besi beton di pasaran) = 1,167 dibulatkan ke atas menjadi = 2 batang
  •  Berat total besi beton d10: 14 m x 0,62 kg/m (angka dari tabel) = 8,68 kg

Selanjutnya kita hitung kebutuhan besi beton d8 yang menjadi begel atau sengkang:

  • Jumlah sengkang yang diperlukan: 3,5 m (tinggi kolom) : 0,15 m (jarak sengkang) = 23,4 buah sengkang atau dibulatkan menjadi 23 buah sengkang.
  • Panjang besi untuk satu buah sengkang: 16 cm + 16 cm + 16 cm + 16 cm + 6 cm (tambahan panjang untuk tekukan-tekukan) = 70 cm = 0,7 m.
  • Jumlah total besi beton d8 yang diperlukan: 23 x 0,7 m = 16,1 m.
  • Jumlah batang besi beton d8: 16,1 m : 12 m (panjang satu batang besi beton di pasaran) = 1,342 batang atau dibulatkan menjadi = 2 batang.
  • Berat total besi beton d8: 16,1 m x 0,39 (angka dari tabel) = 6,279 kg

Contoh 3

Berikutnya kita akan membangun sloof bangunan berukuran 15 cm x 20 cm dengan memakai 4 buah besi polos berdiameter 12 mm untuk tulangan utama dan besi polos berdiameter 8 mm untuk begel atau sengkang. Jarak sengkang ini diatur 15 cm, dan total panjang sloof adalah 20 m. Cara menghitungnya adalah sebagai berikut:

Kita hitung kebutuhan besi beton untuk tulangan utama:

  • Jumlah tulangan utama x panjang sloof = 4 x 20 m = 80 m
  • Perlu diketahui bahwa panjang besi beton di pasaran adalah 12 meter. Sehingga kita membutuhkan besi beton sebanyak:
  • Besi beton untuk tulangan utama: 80 m : 12 m = 6,6 batang.

Kita bisa membulatkan hasil tersebut menjadi 7 batang. Dengan kata lain kita membutuhkan 7 batang besi diameter 12 mm untuk tulangan utama.



Leave a Comment