Cara Menggunakan Codeigniter Pemula


Tutorial Codeigniter Pemula – Jika belajar tentang basic PHP dan OOP, maka tidak lengkap rasanya jika tak mempelajari framework. Karena framework juga merupakan bagian penting yang tak bisa dilewati.

Framework membantu web developer untuk mengembangkan suatu web. Misalnya untuk membuat suatu web waktu yang dibutuhkan sekitar satu bulan atau lebih, sementara jika memakai framework bisa lebih singkat lagi. Bahkan bisa seminggu saja.

Ada banyak jenis framework yang bisa kita pelajari. Salah satunya yang cukup populer di Indonesia adalah Codeigniter. Maka dari itu pada pembahasan kali ini kami jelaskan lebih jauh tentang Codeigniter untuk pemula. Pertama-tama kita bahas terlebih dahulu apa itu framework.

Pengertian Framework

Framework jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti kerangka kerja. Framework adalah sebuah kerangka kerja yang dipakai untuk membantu developer dalam mengembangkan kode aplikasi secara konsisten.

Gambarannya seperti ini, kita bisa saja membuat web sederhana dengan PHP yang berisi satu atau beberapa halaman. Lalu jika webnya semakin rumit dan kompleks maka kita perlu menambah lagi kodenya. Hanya saja itu yang menjadi permasalahannya.

Pasalnya kode website yang kita masukkan akan terlihat berantakan. Hal ini bisa dikarenakan oleh kita yang sembarangan dalam menambahkan kode. Padahal kita perlu menulis kode dengan rapi agar dapat dibaca oleh orang lain, seperti rekan kerja atau teman satu tim.

Itulah alasan framework dibuat. Framework atau kerangka kerja dibuat supaya kita bisa membuat web dengan lebih mudah. Umumnya framework menawarkan bahan-bahan yang siap pakai sehingga kita tidak perlu menulis kode secara manual mulai dari nol. Tidak hanya itu, framework juga mempunyai aturan-aturan yang harus diikuti. Contohnya adalah sebagai berikut:

  • Harus meletakkan kode yang mempunyai fungsi yang sama dalam satu folder
  • Harus mengikuti aturan penulisan kode yang telah disepakati
  • Menggunakan pola desain tertentu, dan lain-lain

Baca juga: Cara Membuat Halaman Login Codeigniter

Pengertian Codeigniter

Setelah mengetahui definisi framework, mari kita berkenalan dengan Codeigniter. Codeigniter adalah salah satu dari sekian framework yang digunakan untuk membuat website dengan bahasa pemrograman PHP.

Codeigniter dikenal dengan konsep Model-View-Controller atau disingkat MVC. Codeigniter banyak dipuji oleh creator PHP. Tak heran bila pengguna framework ini tergolong banyak dan juga banyak digunakan pada web Indonesia.

Kelebihan dan Kekurangan Codeigniter

Codeigniter disukai karena beberapa kelebihan. Meski demikian Codeigniter juga mempunyai beberapa kekurangan. Berikut kami jelaskan selengkapnya untuk Anda.

Kelebihan Codeigniter

Kelebihan dari framework Codeigniter antara lain:

  • Performa cepat: Codeigniter menjadi framework tercepat dibandingkan framework lainnya. Bukan tanpa alasan, Codeigniter tidak menggunakan template engine dan ORM yang bisa memperlambat proses.
  • Minim konfigurasi: Codeigniter tidak membutuhkan konfigurasi rumit. Biasanya hanya memerlukan sedikit konfigurasi. Menariknya pengguna bisa menjalankan framework ini tanpa melakukan konfigurasi apapun.
  • Mempunyai banyak komunitas: Codeigniter memiliki banyak komunitas di Indonesia. Tidak hanya itu, tutorial Codeigniter juga bisa dengan mudah ditemui. Sehingga akan memudahkan pemula dalam belajar Codeigniter.
  • Dokumentasi lengkap: Codeigniter dilengkapi dengan user_guide yang berisi dokumentasi lengkap seputar framework tersebut.
  • Mudah dipelajari: Codeigniter juga menjadi framework yang mudah untuk dipelajari, bagi pemula sekalipun. Sebab Codeigniter tidak terlalu bergantung pada tool tambahan, misalnya ORM, Template Engine, composer dan lain-lain.
  • Mendukung database umum: Codeigniter mendukung database-database yang lazim digunakan oleh banyak orang, seperti MySQL.
  • Ukuran file kecil: framework Codeigniter memiliki ukuran file yang sangat kecil, yakni hanya 2,6 MB saja. Bahkan di dalamnya sudah terdapat dokumentasi terkait penggunaan framework.

Kekurangan Codeigniter

Sedangkan kekurangan dari Codeigniter antara lain:

  • Tidak diperuntukkan pembuatan aplikasi web berskala besar. Codeigniter lebih cocok digunakan untuk aplikasi web dengan skala kecil atau menengah.
  • Library yang disediakan cukup terbatas. Oleh karenanya cukup sulit untuk mencari plugin tambahan yang terverifikasi secara resmi. Sebab pada situs resmi Codeigniter tidak ada plugin-plugin tambahan yang dipakai untuk mendukung pengembangan web.
  • Codeigniter bukan dibuat oleh sebuah komunitas. Oleh karenanya update core engine Codeigniter tidak secepat framework lainnya.
  • Masih ada banyak kelonggaran pada saat coding. Misalnya pengguna masih bebas menambahkan file-file tertentu.

Membuat Project dengan Codeigniter

Pada pembahasan selanjutnya kita pelajari bagaimana cara menggunakan Codeigniter dengan membuat suatu project. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  • Unduh Codeigniter di situs resminya di https://www.codeigniter.com/. Klik tombol Download untuk mengunduh framework ini.

  • File akan diunduh dalam format .zip, misalnya adalah CodeIgniter-3.1.10.zip.
  • Langkah selanjutnya extract file tersebut ke:
    • C:\xampp\htdocs (jika memakai Xampp)
    • C:\wampp\www (jika memakai Wampp)
    • \var\www\html (jika memakai Linux)

  • Rename folder yang telah di-extract tadi dengan nama lain. Misalnya kita beri nama belajarcodeigniter. Folder ini menjadi project Codeigniter kita.

  • Untuk membuka project tersebut, buka web browser Anda dan ketikkan alamat http://localhost/belajarcodeigniter. Maka tampilannya akan seperti berikut.

Struktur Direktori Codeigniter

Codeigniter mempunyai 3 direktori utama, yakni application, system dan user_guide. Supaya lebih jelas, berikut penjelasan selengkapnya mengenai struktur direktori di Codeigniter:

  • Folder application: memuat seluruh kode aplikasi. Dalam folder ini kita bisa menulis code untuk aplikasi yang ingin kita buat.
  • Folder system: berisi kode-kode inti framework Codeigniter. Disarankan untuk tidak melakukan perubahan apapun pada folder ini. Jika ingin melakukan upgrade versi, Anda cukup melakukan replace direktori dengan versi terbaru.
  • Folder user_guide: berisi dokumentasi Codeigniter. Folder ini bisa Anda hapus ketika web selesai dibuat.
  • File .editor_config: memuat konfigurasi untuk text editor.
  • File .gitignore: memuat daftar folder dan file yang akan diabaikan oleh Git.
  • File composer.json: merupakan file yang berisi keterangan project dan keterangan library yang akan dipakai. File ini diperlukan oleh composer.
  • File contribution.md: merupakan file yang memuat penjelasan mengenai cara berkontribusi pada project Codeigniter. Kita bisa menghapus file ini setelah web sudah selesai dibuat.
  • File license.txt: adalah file yang berisi keterangan lisensi dari framework Codeigniter.
  • Fle readme.rst: file ini memuat penjelasan dan informasi terkait project Codeigniter. Folder ini juga dapat dihapus.
  • File index.php: merupakan file utama dari Codeigniter. File ini yang akan dibuka pertama kali saat website diakses.

Selanjutnya kita bahas apa saja isi dari direktori application beserta penjelasannya. Langsung saja berikut penjabaran selengkapnya:

  • cache: cache dari aplikasi
  • config: berisi konfigurasi aplikasi
    • autoload.php: tempat untuk mendefinisikan autoload
    • config.php: berisi konfigurasi aplikasi
    • constants.php: memuat konstanta
    • database.php: memuat konfigurasi dari database aplikasi
    • foreign_chars.php: berisi karakter dan simbol;
    • hooks.php: berisi konfigurasi hooks;
    • index.html: untuk mencegah direct access;
    • memcached.php: untuk berisi konfigurasi untuk memcached;
    • migration.php: berisi konfigurasi untuk migrasi;
    • mimes.php: berisi definisi tipe file;
    • profiler.php: berisi konfigurasi untuk profiler;
    • routers.php: tempat kita menulis route aplikasi;
    • smileys.php: berisi kode untuk emoji;
    • user_agents.php: berisi definisi untuk user agents.
  • controller: berisi kode untuk controller
  • core: berisi kode untuk custom core
  • helpers: berisi fungsi-fungsi helper.
  • hooks: berisi kode untuk script hook.
  • language: berisi string untuk bahasa, apabila web mendukung multibahasa.
  • libraries: berisi library.
  • logs: berisi logs dari aplikasi.
  • models: berisi kode untuk model.
  • thrid_party: berisi library dari pihak ketiga.
  • views: berisi kode untuk view.
  • index.html: file html untuk mencegah direct access

Baca juga: Cara Membuat CRUD Dengan Codeigniter

Demikian pembahasan cara menggunakan Codeigniter yang bisa kami sampaikan. Penggunaan Codeigniter tentu sangat luas, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan saja. Anda bisa mempelajari hal-hal lain terkait framework ini dari internet, forum ataupun buku. Semoga informasi yang kami sampaikan bermanfaat untuk Anda.



Loading...

Leave a Comment