Cara Membulatkan Bilangan Desimal Dan Contohnya


Cara Membulatkan Bilangan Desimal Dan Contohnya – Dalam matematika kita mengenal bilangan bulat dan bilangan desimal. Bilangan desimal bisa disebut merupakan bilangan pecahan yang ditulis dengan menyisipkan tanda koma. Fungsi dari tanda ini adalah untuk memisahkan antara bilangan bulat dengan pecahannya.



Bilangan desimal ini diperoleh dari pembagian antara pembilang dan penyebut pada suatu pecahan. Bilangan desimal juga dapat diartikan sebagai sebuah pecahan yang penyebutnya adalah perpangkatan dari 10. Pada bilangan desimal kita juga mengenal pembulatan. Pada kesempatan kali ini kita bahas tentang cara membulatkan bilangan desimal. Tidak hanya itu, juga kami sertakan contoh soal dan pengerjaannya supaya kalian bisa berlatih dan semakin paham dengan materi ini.

Baca juga: Konversi Persen Ke Desimal

Pembulatan Bilangan Desimal

Pertama-tama yang harus kita ketahui adalah apa itu pembulatan pada bilangan desimal. Pembulatan angka berarti mengurangi nilai bilangan dalam perhitungan matematika. Hal ini dilakukan dengan membulatkan digit angka yang berada pada nilai pembulatan, lalu mengubah digit angka di sisi kanan angka pembulatan menjadi nol.

Dalam pembulatan bilangan desimal ini akan memberikan hasil yang kurang akurat. Akan tetapi dalam kasus-kasus tertentu pembulatan bilangan ini perlu dilakukan karena angka yang kita peroleh lebih mudah untuk diolah atau dihitung.

Contohnya kita mendapatkan hasil desimal 11,9840. Kemudian kita ingin membulatkannya supaya lebih mudah untuk dihitung. Maka kita bisa mengubahnya menjadi 12. Atau jika diminta membulatkan sampai dua digit di belakang koma maka bisa kita tulis 11,98 saja.

Tentu saja ada aturan khusus terkait membulatkan bilangan desimal. Hal ini harus kita pahami sehingga dalam pengerjaannya tidak sampai keliru yang pada akhirnya memberikan hasil yang tidak akurat.



Baca juga: Cara Menghitung Permil Dan Contoh Soal

Aturan Pembulatan Bilangan Desimal

Dalam membulatkan bilangan desimal setidaknya ada aturan yang harus kita patuhi. Aturan tersebut antara lain:

Pembulatan Satu Tempat Desimal

Di atas sudah dijelaskan bahwa bilangan desimal merupakan pecahan dengan penyebut yang merupakan perpangkatan dari 10. Dalam membulatkan bilangan desimal ada beberapa opsi yang bisa kita pilih. Pertama adalah pembulatan satu tempat desimal.

Bilangan desimal ini bisa disebut dengan pecahan sepersepuluhan. Pada pembulatan ini kita mengubah bilangan desimal menjadi hanya satu angka di belakang koma. Misalnya menjadi 7,5; 8,3; 10,7; dan lain-lain. Dalam pembulatannya kita tetap memakai aturan di atas.



Contoh:

78,77 dibulatkan menjadi 78,8 karena angka pecahan paling belakang adalah 7.
1,64 dibulatkan menjadi 1,6 karena angka pecahan paling belakang adalah 4.

Pembulatan Dua Tempat Desimal

Selanjutnya kita juga bisa membulatkan bilangan desimal menjadi dua tempat desimal atau juga dapat diartikan pecahan seperseratus. Dalam pembulatan ini aturannya tetap sama dengan yang sudah dijelaskan di atas. Pada dasarnya pembulatan dua tempat desimal ini kita lakukan dengan mengubah bilangan desimal yang mempunyai tiga atau lebih angka di belakang koma menjadi hanya dua angka di belakang koma. Lebih Jelasnya simak contoh berikut ini.



Leave a Comment