Cara Membuat Time Schedule Proyek Bangunan


Cara Membuat Time Schedule Proyek – Dalam situasi pekerjaan, manajemen sangat perlu diterapkan agar dapat digunakan sebagai patokan dalam mengontrol dan mengendalikan pekerjaan. Penerapan ini dapat dilakukan dengan membuat rencana kerja yang menerapkan time schedule. Hal ini akan memberikan dampak positif dan membuat pekerjaan tidak menjadi molor.



Time schedule digunakan lebih dalam ketika menyusun sebuah rincian anggaran biaya desain proyek bangunan. Tanpa time schedule, pekerjaan tidak dapat dikontrol dan dikendalikan, sehingga akibatnya pekerjaan menjadi molor tanpa arah. Dengan begitu, penerapan time schedule sangat mutlak dibuat dalam menyusun beberapa dokumen penting dalam mengatur sebuah proyek.

Baca Juga: Cara Menghitung T Tabel dan Contohnya

Baca Juga: Cara Membuat Kurva S Di Microsoft Excel

Baca Juga: Cara Membuat R Tabel Product Moment

Pada kesempatan kali ini kalian akan mempelajari mengenai laporan cashflow pada proyek perusahaan. Berikut pembahasannya.



Prinsip Time Schedule

Prinsip dari time schedule sendiri tidaklah terlalu rumit karena berisi mengenai item-item yang akan dikerjakan. Rencana penghitungannya pun dilengkapi dengan rencana bulan penyelesaiannya yang dijabarkan secara terperinci. Pembuatan time schedule sendiri biasanya dilakukan dengan hitungan yang pendek yaknik sekitar tiga bulanan masa pekerjaan.

Dalam kegiatan proyek pembangunan, time schedule harus diisi dengan dilakukannya pengontrolan yang berkala. Hal ini juga dapat diterapkan dengan pembuatan kurva S dengan melakukan control sebagai sebuah tindakan taktis ketika terjadi keterlambatan. Misalnya, ketika akan menambah jumlah pekerja jika pekerjaan sangat lambat, atau mempercepat droping material dan tindakan lainnya untuk mengejar ketertinggalan sehingga tidak berlarut larut dibiarkan begitu saja.

Baca Juga: Massa Jenis Baja dan Material Lainnya

Baca Juga: Cara Menghitung Kebutuhan Besi Beton



Baca Juga: Cara Menghitung RAB Rumah Yang Benar

Langkah-langkah Penyusunan Time Schedule

Dalam penyusunan time schedule terdapat beberapa langkah yang perlu diperhatikan sebagai berikut.

  1. Pertama kali cobalah untuk menuliskan item pekerjaan.
  2. Buatlah kolom bobot dengan mengisinya 1/ (jumlah item pekerjaan) x 100, sehingga menjadi = (1/35) x 100 =2,857. (catatan: berbeda dengan proyek umumnya yang menggunakan item rupiah dalam pembobotan. Cukup menggunakan point yang sama pada setiap item pekerjaan senilai dengan angka 1 (satu) karena digunakan untuk memudahkan kader teknik mempelajari dan menerapkannya di lapangan).
  3. Buatlah kolom jadwal pelaksanaan selama 3 bulan yang masing masing bulan
    dijabarkan dalam minggu.
  4. Isi dan arsirlah dengan warna biru, minggu yang digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan rumus bobot dibagai jumlah minggu. Contohnya, pekerjaan no. 7 pekerjaan beton bertulang yang dilaksanakan dalam kurun waktu 3 minggu, maka pembobotanya adalah = 2,857/3= 0,952.
  5. Jumlahkan semua koefisien yang berwarna biru dalam masing-masing minggu dan ditulis dengan keterangan rencana.
  6. Lakukan realisasi pekerjaan. Jika mengalami kemunduran, contoh pekerjaan no. 10 pekerjaan acian plesteran, rencana 3 minggu yang pada bulan ke-2 minggu ke 2,3 dan 4 berubah direalisasi pada bulan ke-2 minggu ke 3 dan 4. Yang semula pembobotannya 2,857 / 3 = 0,952 akan berubah menjadi 2,857 / 2 = 1,429. Berilah warna arsir dengan warna merah.
  7. Jumlahkan semua koefisien yang berwarna merah dalam masing-masing minggu dan ditulis dengan keterangan realisasi,
  8. Berdasarkan jumlah rencana di masing-masing minggu buatlah titik lalu hubungkan masing masing titik sehingga membentuk gambar menyerupai huruf s, yang dalam manajemen proyek disebut kurva s berilah warna garis tersebut dengan warna biru.
  9. Berdasarkan jumlah realisasi masing-masing minggu buatlah titik, lalu hubungkan masing masing titik sehingga membentuk kurva s berilah warna garis tersebut dengan warna merah.

Baca Juga: Cara Membuat Jadwal Kerja Di Excel



Leave a Comment