Cara Membuat Tabel Distribusi Frekuensi


Tabel Distribusi Frekuensi – Tidak sedikit orang yang bekerja atau berkecimpung dengan data angka. Biasanya data-data yang berhasil dikumpulkan masih acak dan harus disusun atau diringkas sehingga bisa dibaca dengan mudah. Dalam kasus ini kita bisa memanfaatkan distribusi frekuensi.



Pengertian Distribusi Frekuensi

Distribusi sendiri berasal dari bahasa Inggris distribution yang artinya pembagian, pancaran atau penyaluran. Sehingga bisa diartikan secara singkat bahwa distribusi frekuensi adalah penyaluran frekuensi atau pembagian frekuensi.

Sementara frekuensi berasal dari kata frequency yang artinya keseringan, kekerapan atau jarang-kerapnya. Dari segi statistik, frekuensi merupakan seberapa kali suatu variabel yang dilambangkan dengan angka (bilangan) berulang kali dalam deretan data angka tersebut.

Dari dua definisi di atas bisa disimpulkan bahwa distribusi frekuensi adalah suatu keadaan yang menggambarkan bagaimana frekuensi dari gejala atau variabel yang dilambangkan dengan angka itu terbagi, tersalur, tersebar dan terpancar.

Baca juga: Rumus Mean Median Modus

Penggambaran angka atau penyajian data angka ini bisa disajikan dalam bentuk tabel atau grafik atau gambar. Selanjutnya dikenal dengan istilah tabel distribusi frekuensi dan grafik distribusi frekuensi.

Data yang sudah didapatkan dari suatu penelitian yang masih berupa data acak yang bisa disusun menjadi data berkelompok yaitu data yang sudah disusun ke dalam kelas-kelas tertentu. Daftar yang memuat data berkelompok disebut dengan distribusi frekuensi atau tabel frekuensi.



Distribusi frekuensi adalah susunan data menurut kelas interval tertentu atau menurut kategori tertentu dalam sebuah daftar (Hasan, 2001).

Untuk diketahui, suatu distribusi frekuensi mempunyai bagian-bagian yang akan digunakan dalam membuat suatu daftar distribusi frekuensi. Berikut adalah bagian-bagian tersebut:

  1. Kelas-kelas, adalah nilai-nilai yang membatasi kelas yang satu dengan kelas lainnya. Batas kelas adalah batas semua dari setiap kelas. Sebab di antara kelas yang satu dengan kelas lainnya terdapat lubang tempat angka-angka tersebut. Ada dua batas kelas untuk data-data yang sudah diurutkan, yakni batas kelas bawah atau lower class limits dan batas kelas atas atau juga dikenal dengan istilah upper class limits.
  2. Tepi kelas atau batas nyata kelas, merupakan batas kelas yang tidak mempunyai lubang untuk angka tertentu antara kelas satu dengan kelas lainnya. Ada dua tepi kelas yang berbeda dalam pengertiannya dari data, yaitu tepi atas kelas dan tepi bawah kelas.
  3. Titik tengah atau tanda kelas, adalah nilai data atau angka yang berada di tengah suatu kelas. Titik tengah kelas adalah nilai yang mewakili kelasnya dalam data. Untuk mengetahui titik tengah kelas kita bisa mencarinya dengan cara:  ½ (batas atas + batas bawah) kelas.
  • Interval kelas adalah selang yang memisahkan kelas yang satu dengan kelas yang lain.
  • Panjang interval kelas atau luas kelas adalah jarak antara tepi atas kelas dan tepi bawah kelas.
  • Frekuensi kelas adalah banyaknya data yang termasuk ke dalam kelas tertentu dari data acak.

Macam Distribusi Frekuensi

Distribusi frekuensi bisa dibagi menjadi dua macam, yakni distribusi frekuensi kategori dan distribusi frekuensi numerik. Berikut akan dijelaskan secara singkat kedua jenis itu.



Leave a Comment