Jika Tautan Rusak atau Halaman Error,

Hubungi Halaman "Kontak Admin"

×

Cara Membuat DFD Yang Baik Dan Benar


Cara Membuat DFD Yang Benar – Untuk Anda yang saat ini sedang mempelajari dunia programming, mungkin Anda sudah pernah mendengar istilah DFD atau Data Flow Diagram. DFD ini sering disinggung dalam pelajaran Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), khususnya pengembangan sistem dengan cara terstruktur.

Pada kesempatan kali ini caraharian akan membahas tentang bagaimana cara membuat Data Flow Diagram atau DFD. Akan tetapi sebelum membahas tutorialnya, terlebih dahulu kita bahas hal-hal yang berkaitan dengan DFD, seperti pengertian, simbol, tujuan, hingga fungsi.



Pengertian DFD

Secara umum Data Flow Diagram atau DFD adalah diagram yang dipakai untuk memodelkan sebuah sistem secara logik. DFD bisa dimanfaatkan untuk analisis ataupun desain. Akan tetapi DFD sering dimanfaatkan dalam tahap desain, sebab DFD mempunyai batasan ruang lingkup sistem yang sangat jelas, sehingga pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih fokus.

Beberapa ahli juga memiliki pendapat yang berbeda-beda mengenai apa itu DFD. Misalnya Andri Kristanto yang menyebutkan bahwa DFD merupakan model proses data yang didesain untuk menggambarkan aliran data, dari dan juga ke mana tujuannya.

Sedangkan menurut Wijaya DFD adalah gambaran grafis yang menunjukkan dan menjelaskan aliran data dari sumbernya dalam suatu objek untuk kemudian ditransformasikan pada tujuan lain dalam objek lain.

Perbedaan DFD dengan Diagram Konteks

Untuk mengetahui perbedaan keduanya, kita perlu mengetahui apa itu diagram konteks. Diagram konteks atau context diagram merupakan diagram yang menggambarkan ruang lingkup suatu sistem secara menyeluruh dan lengkap.

Dengan demikian bisa diketahui bahwa diagram konteks menjadi bagian tertinggi dalam DFD. Maka dari itu pemodelan DFD diawali dengan pembuatan diagram konteks. Sedangkan DFD menggambarkan sistem yang lebih terperinci hingga bagian terkecil. Seperti fitur dalam setiap bagian yang dimiliki oleh sistem.

Baik DFD maupun diagram konteks memakai jenis dan bentuk simbol yang sama. Hanya saja ada perbedaan aturan mengenai pemodelan DFD dan diagram konteks.