Ketuk (X) Untuk Menutup

Selamat Datang

Di CARAHARIAN

×

Cara Membaca Jangka Sorong Yang Benar


  1. Jangka Sorong Analog (Manual)

Jangka sorong analog (manual)

Jangka sorong analog atau manual biasa digunakan dalam praktikum di sekolahan. Jenis jangka sorong yang satu ini kebanyakan digunakan oleh para siswa. Cara penggunaan alat ukur yang satu ini dibilang masih manual, sehingga dibutuhkan ketelitian yang lebih. Disamping itu, untuk dapat mengetahui hasil pengukurannya maka Anda harus melakukan perhitungan terlebih dahulu.



  1. Jangka Sorong Digital

Jangka Sorong Digital

Jangka sorong digital merupakan perkembangan dari jangka sorong analog atau manul. Pada umumnya, jenis jangka sorong ini sangat jarang dijumpai dalam praktik sekolah. Jangk sorong digital mempunyai layar digital yang bisa muncul nilai dari benda yang perlu diukur tanpa perlu melakukan perhitungan secara manual.

Dengan menggunakan jangka sorong digital maka akan semakin memudahkan Anda dan bisa mempercepat dalam melakukan pengukuran benda-benda. Meskipun demikian, jangka sorong digital juga mempunyai kekurangan. Kekurangan jangka sorong digital adalah pada harganya.  Jika dilihat dari segi harganya, jangka sorong digital memiliki harga yang jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan jangka sorong analog atau manual.

Langkah-langkah Menggunakan Jangka Sorong

Menggunakan jangka sorong mungkin akan sedikit merepotkan jika tidak mengetahui caranya. Sebab ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan alat ukur ini. Ada beberapa langkah yang perlu diketahui. Berikut penjelasan selengkapnya:

  1. Pertama-tama periksa kondisi jangka sorong yang hendak dipakai. Pastikan alat tersebut dalam keadaan bersih. Jika terdapat kotoran bersihkan dahulu supaya tidak mempengaruhi hasil perhitungan nanti.
  2. Jika sudah bersih, geser jangka sorong sampai rapat. Kemudian pastikan bahwa nilai pengukurannya berada tepat di angka nol.
  3. Sebelum mulai mengukur benda, bersihkan permukaannya sampai tidak ada kotoran yang menempel. Sebab kotoran atau material yang menempel pada permukaan benda akan mempengaruhi tingkat keakuratan pengukuran dengan jangka sorong.
  4. Setelah semua sudah bersih artinya kita siap untuk memulai pengukuran. Caranya geser jangka sorong sampai pas dengan benda yang diukur.
  5. Pastikan bahwa benda yang diukur sudah benar-benar terjepit dengan benar.
  6. Selain itu pastikan posisi jangka sorong sudah lurus, baik posisi horizontal maupun vertikal.
  7.  Langkah selanjutnya adalah membaca hasil pengukuran. Lihat dengan teliti hasil pengukuran jangka sorong.
  8. Cermati hasil pengukuran pada skala utama dengan memperhatikan posisi yang ditunjuk oleh garis angka 0 pada skala nonius atau vernier.
  9. Lalu cermati garis angka lainnya pada skala vernier yang menunjukkan posisi paling lurus terhadap nilai pada skala utama.
  10. Apabila posisi paling lurus berada pada angka nol dari garis skala nonius, artinya hasil pengukurannya adalah bilangan bulat, bukan desimal.
  11. Begitu juga sebaliknya, jika tidak tepat pada angka nol maka nilainya merupakan desimal. Kita perlu memperhatikan garis yang mendekati. Caranya dengan memperhatikan angka lain yang paling lurus dengan garis skala utama.

Cara Membaca Skala Jangka Sorong

Anda bisa memperhatikan skala nonius yang berdekatan dengan salah satu skala utamanya. Angka yang berdekatan pada skala nonius dengan skala utama adalah angka 4 dan itu artinya nilainya adalah 0,4 mm. perhatikan angka 0 pada skala nonius yang terletak di angka skala Utama 4,7 cm.

Cara menghitung :

4,7 cm + 0,4 mm = 4,74 cm

Misalnya bingung menjumlahkannya ya tinggal di konfersikan dahulu ke satuan mm. 4,7 cm = 47 mm. Kemudian 47 mm + 0,4 mm = 47,4 mm.

Nah nilai 47,4 mm = 4,74 cm. Kan kalau mm menjadi cm adalah dibagi dengan 10.

Contoh Soal 1

Sedangkan untuk gambar dibawah ini skala yang paling pas atau berdekatan antara skala nonius dengan skala utama sudah ditunjukkan dengan tanda merah di gambar.

Cara membacanya yaitu nilai skala utamanya adalah 4,5 cm. sedangkan skala noniusnya adalah 0,1 mm. Jadi 2,5 cm + 0,6 mm = 2,56 cm.

Jangka sorong jika skala noniusnya berimpit dengan skala utama

Cara membaca di atas sangat gampang, yakni skala utama berada di angkat 6,2 cm. Kemudian angkat noniusnya diangka 2 dan berimpit di angkat 7 skala utama. Jadi cara membacanya adalah 6,2 cm + 0,02 cm = 6,22 cm.

Contoh Soal 2

Sebuah batu bata diukur ketebalannya menggunakan jangka sorong. Hasil pengukuran menunjukkan skala seperti pada pada gambar. Berapakah tebal batu bata tersebut?

Jawab:

Skala utama = 5,1cm

Skala vernier= 5 x 0,01 = 0,05cm

Tebal Bata= 5,1 cm + 0,05 cm = 5,15cm

Jadi, tebal batu bata tersebut adalah 5,15cm.

Contoh Soal 3

Suatu balok kayu diukur menggunakan jangka sorong dengan hasil pengukuran seperti gambar di bawah. Berapa tebal balok kayu ?

Jawab: