Cara Menghitung Kubikasi Kayu Dan Pasir Yang Benar

Saturday, June 10th, 2017 - Lain-Lain

Selamat datang di situs kami yang mengulas berbagai macam informasi terkait dengan cara menghitung dari berbagai disiplin ilmu yang mungkin Anda butuhkan, Cara Menghitung Kubikasi Kayu Dan Pasir Yang Benar.

Kubikasi – Untuk Anda yang ingin terjun di dunia usaha perkayuan seperti mebel maka harus mengerti dasar-dasar perhitungan volume kayu tersebut, hal itu sangat diperlukan terutama ketika ingin menentukan biaya membeli kayu, volume kayu sendiri yaitu nilai dari besaran ukuran yang ada pada kayu dan nilai satuan yang sering digunakan adalah m³.

Dalam kesempatan kali ini saya akan memberikan beberapa cara bagaimana menghitung kubikasi kayu secara mudah.

Cara yang awam dan biasa digunakan untuk menghitung kubikasi pada kayu log atau gelondong adalah dengan rumus :

(P x D x D x 0,7854) : 10.000 = nilai kubikasi

Keterangan :

Yang pertama adalah cara menghitung kayu gelondongan cara yang digunakan sebenarnya sama saja dalam rumus matematika sebuah tabung yaitu panjang kayu adalah satuan meter dan untuk diameter kayu yang dinyatakan dalam satuan cm.

Contoh :

Jika seseorang akan membeli sebuah kayu gelondong dengan ukuran diameter 25 cm dan panjangnya adalah 2 meter, maka jika Kita menggunakan rumus di atas nilai kubikasi yang terdapat pada kayu adalah (2 x 25 x 25 x 0,7854) : 10.000 = 0,098175 M3. Jadi, besarnya nilai kubikasi pada satu gelondong kayu yang akan dibeli oleh orang tersebut sebesar 0,098175 atau hampir sepersepuluh kubik.

Nb: Nilai kubikasi kayu yang diperoleh dengan menggunakan rumus ini hampir sama (sedikit lebih rendah) dengan nilai kubikasi kayu yang ada pada tabel kubikasi kayu log perhutani. Atau jika anda tidak ingin capek-capek menghitung dengan menggunakan rumus, anda bisa melihat langsung pada tabel milik perhutani di tabel kubikasi perhutani.

Cara Menghitung Kubikasi Kayu Papan

Sementara itu untuk menghitung kayu papan jelas berbeda dengan kayu gelondong cara menghitung kayu papan memiliki rumus tersendiri yaitu :

(T x L x P) : 10.000 = nilai kubikasi

Keterangan :

T adalah tebal/tinggi papan kayu yang dinyatakan dalam satuan cm
L adalah lebar papan kayu yang dihitung dalam satuan cm
P adalah panjang papan kayu yang dihitung dalam satuan meter

Contoh :

Pada satu papan kayu dengan ukuran tebal 4 cm, lebar 25 cm dan panjang 2 meter, maka besarnya kubikasi pada papan kayu tersebut jika menggunakan rumus di atas adalah (4 x 25 x 2) : 10.000 = 0,02 M3 atau butuh 50 lembar papan untuk mencapai satu kubik.

Beberapa cara menghitung kubikasi kayu di atas bisa anda terapkan untuk semua jenis kayu komersial seperti misalnya kayu sengon, kayu jati, kayu mindi, kayu mahoni dan lain sebagainya.

Kayu merupakan salah satu bahan bangunan yang cukup penting karena tidak ada sebagai furniture, namun juga berfungsi untuk berbagai kebutuhan seperti atap kusen dan lain sebagainya, selain kayu beberapa bahan bangunan lain seperti pasir juga tidak kalah penting dan untuk itulah Anda harus bisa menghitung kubikasi pasir serta kayu tersebut.

Rumus Kubikasi Pasir

Rumus yang bisa digunakan untuk menghitung kubikasi pasir dan batu sama dengan rumus matematika untuk menghitung volume kubus atau balok, yaitu

panjang x lebar x tinggi (P x L x T).

Berikut cara menghitung kubikasi pasir :

Cara mudah menghitung volume pasir bisa dilihat dari cara mengukur panjang dan lebar bak truk lalu ukur ketinggian pasir atau batu tersebut metode pengukuran ketinggian pasir bisa memakai besi ukuran 6, 8 atau 10 inchi. Setelah itu hasilnya diukur dengan menggunakan meteran.

Contoh :

Sebuah truk bermuatan batu split ukuran 2×3 cm. Berapa kubikasi batu split tersebut?

Jawab :

Langkah pertama adalah ukur dulu bagian dalam panjang bak truk, lebar bak truk dan tinggi ruang kosong yang tidak terisi batu split.

Misalnya, setelah diukur diperoleh hasil panjang bak truk 3 m, lebar 2 m dan tinggi bak yang tidak terisi batu 90 cm. Setelah batu tersebut diturunkan, diukur lagi tingginya 1,9 m. Maka kubikasi batu dalam truk tersebut adalah:

= P x L x T
= 3 m x 2 m x (1.9 m – 0.9 m)
= 6 m³
Jadi volume batu tersebut adalah 6 m³.

Kalau mengukur kubikasi pasir dan batu di darat, rumusnya sama cuma tekniknya agak berbeda. Untuk 1 m³ pasir urug atau pasir pasang, bisa menggunakan alat bantu berupa dolak atau kotak kayu berukuran P=1 m, L=1 m, dan T= 1 m.

Sedangkan mengukur kubikasi batu di atas tanah atau di pinggir kali, tidak perlu menggunakan alat bantu berupa kotak kayu seperti mengukur pasir. Kita tinggal menumpuk batu tersebut berbentuk persegi. Lalu kalikan panjang, lebar dan tingginya.

Baca juga : Cara Menghitung Pondasi Rumah Yang Tepat

Source:

cara menghitung kubikasi kayu,rumus kubikasi,cara menghitung kubikasi,cara menghitung kubik,cara hitung kubikasi kayu,rumus menghitung kubik,cara menghitung kubik kayu,menghitung kubikasi,rumus menghitung kubikasi,kubikasi kayu

Cara Menghitung Kubikasi Kayu Dan Pasir Yang Benar | caraharian | 4.5