Cara Menghitung PPN (Pajak Pertambahan Nilai)

Thursday, April 13th, 2017 - Ekonomi

Selamat datang di situs kami yang mengulas berbagai macam informasi terkait dengan cara menghitung dari berbagai disiplin ilmu yang mungkin Anda butuhkan, Cara Menghitung PPN (Pajak Pertambahan Nilai).

Perhitungan PPN – Ada banyak jenis dan macam pajak yang bisa anda ketahui di Indonesia. Nah pada kesempatan kali ini saya akan menerangkan mengenai rumus cara menghitung pajak pertambahan nilai pajak pertambahan nilai.

Perlu dicatat bahwa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yaitu pajak yang diberikan atas setiap pertambahan nilai dari barang atau jasa dari produsen ke konsumen.

Sebenarnya PPN termasuk jenis pajak tidak langsung yang berarti pajak tersebut disetor oleh pihak lain atau pedagang yang bukan penanggung pajak, dengan kata lain penanggung pajak tersebut tidak memberikan langsung pajak yang dia terima.

Bisa dikatakan ini merupakan pemungutan, penyetoran, dan pelaporan PPN ada pada pihak pedagang atau produsen sehingga dikenal oleh sebagian orang sebagai Pengusaha Kena Pajak yang disingkat PKP.

Dalam perhitungan PPN yang harus disetor oleh PKP, dikenal istilah pajak keluaran dan pajak masukan. Pajak keluaran sendiri artinya PPN yang dipungut saat PKP menjual produknya, sementara itu pajak masukan yaitu PPN yang dibayar ketika PKP membeli, memperoleh, dan membuat produk.

Cara menghitung pajak pertambahan nilai (PPn) dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM)

PPN dan PPnBM yang terutang dihitung dengan cara mengalikan Tarif Pajak dengan Dasar Pengenaan Pajak (DPP)

TARIF PPN & PPnBM

1. Tarif PPN adalah 10% (sepuluh persen).

2. Tarif PPN sebesar 0% (sepuluh persen) diterapkan atas:

  • ekspor Barang Kena Pajak (BKP) Berwujud;
  • ekspor BKP Tidak Berwujud; dan
  • ekspor Jasa Kena Pajak.

3. Tarif PPnBM adalah paling rendah 10% (sepuluh persen) dan paling tinggi 200%
(dua ratus persen).

4. Tarif PPnBM atas ekspor BKP yang tergolong mewah adalah 0% (nol persen)

Baca juga : Cara Menghitung Pajak Penghasilan Yang Benar

Cara menghitung pajak pertambahan nilai

1. PKP “A” menjual tunai Barang Kena Pajak dengan Harga Jual Rp 25.000.000,00
Pajak Pertambahan Nilai yang terutang
= 10% x Rp25.000.000,00
= Rp2.500.000,00
PPN sebesar Rp2.500.000,00 tersebut merupakan Pajak Keluaran yang
dipungut oleh Pengusaha Kena Pajak “A”.

2. PKP “B” melakukan penyerahan Jasa Kena Pajak dengan memperoleh
Penggantian sebesar Rp20.000.000,00
PPN yang terutang yang dipungut oleh PKP “B”
= 10% x Rp20.000.000,00
= Rp 2.000.000,00
PPN sebesar Rp2.000.000,00 tersebut merupakan Pajak Keluaran yang
dipungut oleh Pengusaha Kena Pajak “B”.

3. Seseorang mengimpor Barang Kena Pajak dari luar Daerah Pabean dengan
Nilai Impor sebesar Rp15.000.000,00. PPN yang dipungut melalui Direktorat
Jenderal Bea dan Cukai
= 10% x Rp15.000.000,00
= Rp 1.500.000,00
PPN sebesar Rp 1.500.000,00 tersebut merupakan Pajak Keluaran yang
dipungut oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Demikian tadi artikel yang sudah saya berikan mengenai membahas cara menghitung ppn (pajak pertambahan nilai), perhitungan ppn, contoh perhitungan ppn, perhitungan ppn masukan dan keluaran, cara menghitung pajak.

Semoga informasi yang saya sampaikan diatas bisa bermanfaat untuk anda semua dan setidaknya bisa menambah wawasan kita bersama.

Source:

cara menghitung ppn,perhitungan ppn,rumus ppn,menghitung ppn,cara hitung ppn,contoh perhitungan ppn,hitung ppn,cara perhitungan ppn,contoh soal pajak pertambahan nilai,contoh soal ppn

Cara Menghitung PPN (Pajak Pertambahan Nilai) | caraharian | 4.5